Benarkah Kesuksesan Inggris dan Kontestan Piala Dunia 2018 karena Seks?
Editor Bolanet | 11 Juli 2018 11:59
Menurut Rebekah, istri striker Timnas Inggris, Jamie Vardy, faktor seks dapat meningkatkan gairah para pemain Inggris di Piala Dunia 2018.
Southgate punya ide yang tepat untuk mental anak asuhnya. Dia benar-benar santai dan berusaha mengedepankan hubungan keluarga, katanya, dikutip dari Mirror.
Tidak ada bukti ilmiah kalau itu (hubungan seks) menghambat kinerja. Saya pikir, itu malah membantu kinerja tim, ujar wanita yang akrab disapa Becky tersebut.
Becky melanjutkan, larangan seks pernah membuat Inggris bermain buruk. Ini terjadi di Piala Eropa 2016. Ketika itu, Inggris yang masih dilatih Roy Hodgson disingkirkan Islandia.
Piala Eropa sangat berantakan untuk keluarga kami. Tidak ada yang tahu apa yang kami lakukan. Namun, saya pikir itu (larangan seks) menyebabkan sedikit kekacauan, ucap Becky.
Namun di sini (Rusia), para pemain mendapatkan waktunya. Tentunya ini sangat bagus, ujar wanita berusia 36 tahun tersebut. (lip6/shd)
Kesuksesan Meksiko

Seks juga memberikan dampak pada permainan Meksiko di Piala Dunia 2018. Meskipun tak lolos hingga babak semifinal, Meksiko sukses di babak grup. Mereka menjadi juara grup termasuk mampu membuat kejutan mengalahkan Jerman dengan skor 1-0.
Jurnalis Televisa Deportes, Alonso Cabral mengungkapkan fakta mengenai kehidupan seks pemain Meksiko selama Piala Dunia 2018. Dia menyebut anak asuh Juan Carlos Osorio itu melakukan pesta seks di Rusia.
Dia melihat Hector Herrera, Raul Jimenez, dan Giovani dos Santos berserta lima pemain Meksiko lainnya ditemani pekerja seks komersial (PSK). Ketika melakukan pesta seks, mereka mendapat kawalan dari 30 pengawal.
Mereka terlibat seks dengan pelacur. Sebagian besar dari mereka memiliki keluarga dan sudah menikah. Hector Herrera harus terbang langsung ke Portugal, tempat istrinya tinggal, sehingga dia bisa berbicara dengannya. Itu tidak baik untuk tim, ujar Cabral, dikutip dari Bleacher Report.
Kegagalan Jerman

Sementara itu Jerman gagal lolos dari babak grup di Piala Dunia 2018 ini. Sebagai juara bertahan, tentu saja hal itu sangat disayangkan. Kegagalan ini diduga karena pembatas aktivitas seks di dalam skuat Jerman.
Dikutip dari Sokkaa, larangan berhubungan seks yang diterapkan Joachim Low diduga ikut berpengaruh besar terhadap 'mesin' Tim Panser.
Low meminta anak asuhnya tidak memikirkan seks selama Piala Dunia 2018. Tim lebih penting daripada urusan ego pemain, kata Low, dikutip dari Gazetta dello Sport.
Sexologist Jerman, Megan Stubbs, menilai cara Low sudah terlihat kuno. Dia menyebut berhubungan seks bisa menghindarkan Jerman dari kegagalan di Piala Dunia.
Selama itu bukan seks maraton dan tidak ada yang liar, tak mungkin cedera. Saya pikir seks sebelum pertandingan itu sangat bagus, ucapnya.
Keputusan Brasil

Brasil pernah menerapkan larangan seks bagi pemain selama bermain di Piala Dunia. Namun hal itu justru membuat pemain tampil buruk. Dengan demikian, larangan tersebut pun dihapus.
Pada Piala Dunia 1958, seperti yang dijelaskan dalam Love, Sex and Betrayal in Cups oleh Leonardo Bertozzi dan Gustavo Hofman, para petinggi Federasi Sepak Bola Brasil meminta agar 28 wanita yang bekerja di hotel penginapan mereka digantikan pria. Mereka ingin para pemain fokus di Piala Dunia 1958.
Tetapi rencana mereka tidak berhasil. Wanita lokal masih menarik perhatian pemain bintang seperti Garrincha, yang dilaporkan menghilang ke hutan terdekat untuk menjalin hubungan seks.
Di Piala Dunia 2018, tradisi larangan seks itu hilang. Bintang Brasil, Gabriel Jesus malah mengaku mempunyai cukup waktu untuk berhubungan intim. Saya memiliki cukup seks, kata bintang Manchester City tersebut.
Sayangnya, Brasil di Piala Dunia 2018 tahun ini gagal lolos ke babak semifinal setelah mengalami kekalahan dari Belgia di babak perempat final.
Sumber: Liputan6.com
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Kroasia vs Inggris 3 Oktober 2026
Piala Eropa 2 Oktober 2026, 19:11
-
Prediksi India vs Brasil 3 Oktober 2026
Amerika Latin 2 Oktober 2026, 18:01
-
Barcelona Selidiki Pola Cedera Raphinha di Timnas Brasil
Liga Spanyol 2 Oktober 2026, 15:47
-
Jude Bellingham Jadi Kapten Permanen Inggris?
Piala Eropa 2 Oktober 2026, 14:12
-
Jude Bellingham Alami Gangguan Kecil, Real Madrid Tak Perlu Panik
Liga Spanyol 2 Oktober 2026, 14:04
LATEST UPDATE
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
