Cristiano Ronaldo Tutup Kisah di Piala Dunia dengan Warisan yang Sulit Dilupakan
Gia Yuda Pradana | 7 Juli 2026 16:16
Bola.net - Cristiano Ronaldo resmi mengakhiri perjalanannya di panggung Piala Dunia setelah Portugal terhenti pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan dari Spanyol di Dallas menjadi penutup kisah sang megabintang dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.
Cristiano Ronaldo memastikan tidak akan kembali tampil pada edisi berikutnya. Keputusan tersebut ia sampaikan seusai pertandingan dengan perasaan sedih, tetapi tetap bangga atas seluruh perjuangan yang telah diberikan untuk negaranya.
Perjalanan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia berlangsung selama 20 tahun sejak menjalani debut pada edisi 2006 di Jerman. Dalam rentang waktu itu, ia menjelma menjadi salah satu ikon terbesar turnamen melalui konsistensi dan sederet catatan bersejarah.
Kepergian Cristiano Ronaldo dari panggung Piala Dunia memang menutup satu bab penting dalam karier internasionalnya. Namun, warisan yang ia tinggalkan akan terus menjadi bagian dari sejarah sepak bola Portugal.
Cristiano Ronaldo, 2 Dekade Penuh Perjuangan

Cristiano Ronaldo mengawali kiprahnya di Piala Dunia 2006 dan langsung mencetak gol pertamanya ketika Portugal menghadapi Iran. Pada turnamen tersebut, ia ikut membawa timnya melangkah hingga semifinal, pencapaian terbaik Portugal dalam empat dekade saat itu.
Sejak momen tersebut, Cristiano Ronaldo selalu menjadi andalan Portugal di setiap edisi Piala Dunia. Ia tampil pada turnamen 2010, 2014, 2018, 2022, hingga 2026 dengan kontribusi gol yang terus mengukuhkan statusnya sebagai pemain elite.
Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan catatan istimewa dalam perjalanan Cristiano Ronaldo. Gol ke gawang Uzbekistan pada fase grup membuatnya menjadi pemain pertama yang mampu mencetak gol pada enam edisi Piala Dunia berbeda.
Hingga pertandingan terakhirnya, Cristiano Ronaldo mengoleksi 27 penampilan dan 11 gol di Piala Dunia. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain dengan jumlah laga terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Cristiano Ronaldo, Hati yang Tenang

Usai laga melawan Spanyol, Cristiano Ronaldo mengaku kecewa karena Portugal gagal melangkah lebih jauh. Meski demikian, ia merasa telah memberikan seluruh kemampuan yang dimiliki selama membela tim nasional.
"Saya baik-baik saja, sedih harus meninggalkan Piala Dunia dengan cara seperti ini. Namun, seperti yang saya katakan kemarin dalam konferensi pers, saya telah memberikan yang terbaik dan saya pergi dengan hati yang tenang," kata Cristiano Ronaldo.
Ia juga memilih tidak terburu-buru mengambil keputusan mengenai masa depannya setelah turnamen berakhir. Waktu bersama keluarga menjadi pilihannya agar dapat berpikir lebih jernih sebelum menentukan langkah berikutnya.
Warisan Cristiano Ronaldo yang Akan Terus Dikenang

Cristiano Ronaldo menilai perjalanan panjangnya bersama Portugal telah menghadirkan perubahan besar bagi tim nasional. Ia mengingat keberhasilan mempersembahkan satu gelar Euro dan dua trofi UEFA Nations League sebagai pencapaian yang membanggakan.
"Saya akan bangun besok dengan hati yang tenang. Saya memenangkan tiga gelar untuk Portugal. Sebelum Cristiano, Portugal belum pernah memenangkan gelar apa pun. Karena itu, saya pergi dengan hati yang tenang. Saya telah memberikan yang terbaik. Besok adalah hari yang baru, dan hidup terus berjalan."
Penampilan terakhir Cristiano Ronaldo di Piala Dunia memang menandai berakhirnya sebuah era. Namun, rekor, dedikasi, dan pengaruhnya terhadap sepak bola Portugal dipastikan tetap dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah olahraga tersebut.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Lamine Yamal Raih Kopa Trophy 2026, Cetak Hattrick Bersejarah
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 05:36
-
Cristiano Ronaldo Didenda Ringan dan Diskors 30 Hari Usai Tinggalkan Timnas Portugal
Piala Eropa 20 Oktober 2026, 04:44
-
Masa Depan Cristiano Ronaldo di Timnas Portugal Kembali Diragukan
Piala Eropa 16 Oktober 2026, 13:52
-
Cristiano Ronaldo Cetak Gol ke-981, Al Nassr Menang di Liga Champions Asia Elite
Asia 13 Oktober 2026, 04:47
LATEST UPDATE
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


