Dari Edin Dzeko hingga Cristiano Ronaldo, Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Para Veteran

Gia Yuda Pradana | 9 Juni 2026 15:59
Dari Edin Dzeko hingga Cristiano Ronaldo, Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Para Veteran
Pemain Bosnia Edin Dzeko (kiri) menyapa pemain Italia Bryan Cristante setelah laga final play-off kualifikasi Piala Dunia antara Bosnia vs Italia di Zenica, Bosnia, Selasa, 31 Maret 2026 (c) AP Photo/Armin Durgut

Bola.net - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan pemandangan yang jarang terjadi dalam sejarah sepak bola internasional. Sejumlah pemain berusia 40 tahun atau lebih masih mampu tampil di level tertinggi bersama tim nasional mereka.

Selama 22 edisi Piala Dunia sebelumnya, hanya satu pemain nonkiper berusia di atas 40 tahun yang pernah tampil, yakni Roger Milla dari Kamerun. Kini, turnamen di Amerika Utara menghadirkan kelompok veteran yang jauh lebih besar.

Advertisement

Cristiano Ronaldo akan menjalani Piala Dunia keenamnya pada usia 41 tahun. Luka Modric yang telah berusia 40 tahun juga bersiap tampil untuk kelima kalinya bersama Kroasia.

Selain dua nama tersebut, Edin Dzeko membawa Bosnia dan Herzegovina lolos ke putaran final untuk kedua kalinya sepanjang sejarah negara itu. Penyerang berusia 40 tahun tersebut masih menjadi kapten sekaligus figur penting bagi generasi baru negaranya.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan menarik menjelang Piala Dunia 2026. Apakah mereka sekadar pengecualian, atau sepak bola modern memang mulai memungkinkan pemain bertahan lebih lama di level elite?

1 dari 5 halaman

Dzeko dan Misi Terakhir Bersama Bosnia dan Herzegovina

Dzeko dan Misi Terakhir Bersama Bosnia dan Herzegovina

Edin Dzeko (tengah) beraksi di laga Bosnia dan Herzegovina vs Italia, Rabu (01/04/2026). (c) AP Photo/Armin Durgut

Dzeko mengakui sempat mempertimbangkan pensiun saat menjalani periode sulit bersama Fiorentina pada musim 2025-2026. Minimnya kesempatan bermain membuat masa depannya di lapangan hijau terlihat tidak pasti.

Namun, kepindahannya ke Schalke pada Januari menjadi titik balik. Dukungan suporter dan atmosfer klub memberinya motivasi baru untuk terus bermain.

"Saya sangat bahagia bisa memimpin tim ini sebagai kapten, generasi baru yang hebat, menuju Piala Dunia dan banyak pencapaian lain di masa depan," ujar Dzeko.

Bosnia dan Herzegovina lolos melalui jalur playoff UEFA yang berat. Dzeko berperan penting dengan gol dan assist yang membantu negaranya melewati Wales dan Italia.

2 dari 5 halaman

Rahasia Bertahan di Usia 40 Tahun

Rahasia Bertahan di Usia 40 Tahun

Kapten Bosnia, Edin Dzeko dalam sesi latihan tim jelang melawan Italia di final playoff Piala Dunia 2026, 31 Maret 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Menurut Dzeko, tubuhnya tidak lagi bereaksi seperti saat masih berusia 20 tahun. Ia bahkan mengakui rasa nyeri hampir selalu muncul ketika bangun tidur.

"Ada rasa sakit di mana-mana pada pagi hari. Namun, itu seperti cara tubuh memberi tahu kondisi yang harus dijaga agar tetap prima," katanya.

Dzeko kini lebih fokus pada pemulihan fisik, peregangan, dan pengelolaan beban latihan. Ia juga mengurangi kebiasaan santai setelah latihan demi menjaga kondisi tubuh.

Perubahan juga terjadi dalam gaya bermainnya. Dzeko lebih mengandalkan pengalaman, penempatan posisi, dan kecerdasan membaca permainan dibanding duel kecepatan dengan bek yang jauh lebih muda.

3 dari 5 halaman

Ronaldo dan Modric Tetap Menjadi Standar

Ronaldo dan Modric Tetap Menjadi Standar

Aksi Cristiano Ronaldo di laga uji coba Timnas Portugal vs Timnas Chili, Minggu (7/6/2026) (c) AP Photo/Armando Franca

Ronaldo merupakan contoh paling terkenal dalam hal menjaga kebugaran. Bintang Portugal itu terus menjalani rutinitas latihan ketat demi mempertahankan performa di usia 41 tahun.

"Tubuh saya terasa baik. Saya ingin terus mencetak gol dan membantu tim. Ini adalah hidup saya," kata Ronaldo.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai kaptennya memiliki mentalitas luar biasa. Ia menilai Ronaldo selalu mencari cara untuk menjadi lebih baik setiap hari.

Sementara itu, Modric tetap tampil kompetitif setelah bergabung dengan AC Milan dari Real Madrid. Direktur performa Real Madrid, Antonio Pintus, menilai profesionalisme menjadi kunci utama umur panjang karier gelandang Kroasia tersebut.

4 dari 5 halaman

Peran Ilmu Olahraga Modern

Peran Ilmu Olahraga Modern

Pemain Kroasia Luka Modric (kanan) berebut bola dengan pemain Belgia Youri Tielemans pada laga persahabatan internasional antara Kroasia vs Belgia di Rijeka, Kroasia, 2 Juni 2026 (c) AP Photo/Darko Bandic

Perkembangan ilmu olahraga menjadi salah satu faktor penting di balik meningkatnya usia karier pemain profesional. Metode latihan, nutrisi, pemulihan, dan pemantauan kondisi fisik kini jauh lebih maju dibanding beberapa dekade lalu.

Peneliti olahraga asal Portugal, Luis Branquinho, menjelaskan bahwa kemampuan fisik puncak pemain biasanya tercapai pada pertengahan usia 20-an. Setelah itu, kecepatan dan daya ledak perlahan menurun.

Meski demikian, pemain elite mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Posisi bermain, pola latihan, dan pengelolaan energi membuat mereka tetap kompetitif meski kemampuan fisik alami mulai berkurang.

5 dari 5 halaman

Akankah Fenomena Ini Terulang?

Akankah Fenomena Ini Terulang?

Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo saat tampil melawan Hungaria di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup F, 15 Oktober 2025 lalu. (c) AP Photo/Armando Franca

Banyak ahli percaya Ronaldo, Modric, dan Dzeko merupakan kasus yang sangat langka. Faktor genetika, profesionalisme, pengalaman, dan motivasi tinggi berpadu menjadi kombinasi yang tidak mudah ditemukan.

Ada pula kekhawatiran terkait padatnya kalender pertandingan modern. Organisasi pemain profesional menilai jadwal yang semakin padat berpotensi memperpendek usia karier generasi berikutnya.

Menariknya, para veteran yang tampil di Piala Dunia 2026 sama-sama berstatus kapten tim nasional. Kepercayaan rekan setim dan pengaruh mereka di ruang ganti menjadi nilai tambah yang tidak dapat diukur hanya melalui statistik fisik.

Saat Bosnia dan Herzegovina memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026, Dzeko berpeluang mencatat sejarah sebagai pemain lapangan kedua berusia di atas 40 tahun yang tampil di turnamen tersebut. Bersama Ronaldo dan Modric, ia menjadi bukti bahwa usia bukan selalu penghalang untuk bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.

Sumber: ESPN

LATEST UPDATE