Deschamps Puji Griezmann yang Rendah Hati
Editor Bolanet | 16 Juli 2018 06:44
Deschamps baru saja sukses membawa Prancis menjadi juara dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah setelah mengalahkan Kroasia 4-2 dalam partai final Piala Dunia 2018 yang digelar di Luzhniki Stadium (15/7).
Prancis unggul 2-1 di babak pertama lewat gol bunuh diri Mario Mandzukic dan penalti Antoine Griezmann, sementara Kroasia sempat menyamakan skor berkat gol Ivan Perisic.
Di babak kedua, Les Bleus menambah keunggulan menjadi 4-1 lewat gol Paul Pogba dan Mbappe. Kroasia kemudian hanya sempat sekali menipiskan ketinggalan lewat gol Mandzukic. (gl/pra)
Berkat Kolektivitas Tim

Antoine (Griezmann) memiliki kualitas yang luar biasa dan sangat rendah hati. Ia hidup karena kami bermain kolektif, faktor kolektif ini krusial, ujar Deschamps seperti dikutip Goal International.
Griezmann berada di peringkat ketiga dalam daftar pemain terbaik turnamen di bawah Eden Hazard di posisi kedua serta Luka Modric di peringkat teratas yang sekaligus berhak menerima penghargaan golden ball.
Kebersamaan Skuat

Ada beberapa pemain yang membuat perbedaan, Kylian (Mbappe), Paul (Pogba), Antoine, tapi tim ini dibangun untuk kesehatan yang kami rasakan bersama, tutur Deschamps.
Mereka melakukan semuanya bersama-sama. Terkadang ada konflik, kami harus mendengar mereka secara kolektif dan secara individual. Kemudian kami mencoba menyadari semuanya di lapangan dan mereka memperjuangkannya di lapangan hari ini, tegasnya.
Video Menarik

TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Rekor 110 Kemenangan dan Salam Perpisahan: Misi Terakhir Deschamps Bersama Timnas Prancis
Piala Dunia 13 November 2025, 08:35
-
Wilfried Zaha Geram Usai Disebut Remehkan Jean-Philippe Mateta: Menjijikkan!
Liga Inggris 16 Oktober 2025, 23:48
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06






