Diancam FIFPro, FIFA Terus Kaji Aturan Soal Temperatur
Editor Bolanet | 6 Desember 2013 11:07
- FIFA dilaporkan terus mengkaji aturan terkait kondisi temperatur di sebuah laga Internasional, menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2014 di . Apabila memang disahkan, maka wasit akan memiliki otoritas penuh untuk menghentikan suatu pertandingan andai suhu melebihi 32 derajat dan kelembaban lebih dari 85 persen.
Namun hal itu hanya bisa akan terjadi andai kapten dari salah satu tim mengajukan permintaan pada wasit atau ofisial ke-4.
Pada beberapa kota yang menjadi penyelenggara Piala Dunia tahun depan, di mana rata-rata laga dimainkan pada pukul 13.00 waktu setempat, suhu bisa mencapai lebih dari ketentuan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh dokter dari FIFA, D'Hodge.
Tentu saja fakta ini kemudian memicu protes dari beberapa tim peserta Piala Dunia, termasuk di antaranya Italia, dan FIFPro. Mereka ingin agar FIFA menggesar jadwal laga demi kepentingan para pemain.
Presiden dari asosiasi pemain profesional di Brasil, Fenapaf - yang juga merupakan bagian dari FIFPro, menyebut FIFA hingga saat ini masih mengkaji semua resiko yang ada. Namun andai aturan anyar itu tidak diloloskan, maka pihaknya akan melancarkan tuntuan ke FIFA.
Kami akan menunggu hingga pekan depan sebelum FIFA menyetujui aturan ini, atau sebaliknya, kami akan melancarkan tuntutan ke pengadilan di Swiss, tuturnya pada AS.
Tuntutan FIFPro itu sendiri akan didukung oleh hasil penelitian dari lembaga Turibio Leite de Barros, yang menempatkan sensor di beberapa pemain untuk melihat bagaimana efek panas terhadap mereka yang berlaga di jam 1 siang di beberapa stadion Piala Dunia. Hasilnya, memang ditemukan beberapa resiko yang mengkhawatirkan. [initial]
(AS/rer)
Namun hal itu hanya bisa akan terjadi andai kapten dari salah satu tim mengajukan permintaan pada wasit atau ofisial ke-4.
Pada beberapa kota yang menjadi penyelenggara Piala Dunia tahun depan, di mana rata-rata laga dimainkan pada pukul 13.00 waktu setempat, suhu bisa mencapai lebih dari ketentuan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh dokter dari FIFA, D'Hodge.
Tentu saja fakta ini kemudian memicu protes dari beberapa tim peserta Piala Dunia, termasuk di antaranya Italia, dan FIFPro. Mereka ingin agar FIFA menggesar jadwal laga demi kepentingan para pemain.
Presiden dari asosiasi pemain profesional di Brasil, Fenapaf - yang juga merupakan bagian dari FIFPro, menyebut FIFA hingga saat ini masih mengkaji semua resiko yang ada. Namun andai aturan anyar itu tidak diloloskan, maka pihaknya akan melancarkan tuntuan ke FIFA.
Kami akan menunggu hingga pekan depan sebelum FIFA menyetujui aturan ini, atau sebaliknya, kami akan melancarkan tuntutan ke pengadilan di Swiss, tuturnya pada AS.
Tuntutan FIFPro itu sendiri akan didukung oleh hasil penelitian dari lembaga Turibio Leite de Barros, yang menempatkan sensor di beberapa pemain untuk melihat bagaimana efek panas terhadap mereka yang berlaga di jam 1 siang di beberapa stadion Piala Dunia. Hasilnya, memang ditemukan beberapa resiko yang mengkhawatirkan. [initial]
(AS/rer)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Berikan Saja Bolanya ke Erling Haaland
Piala Dunia 6 Juli 2026, 20:38
-
Nyland Kokoh di Bawah Mistar, Haaland Mematikan di Barisan Depan
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:39
-
Ini Bukan Akhir, Melainkan Awal Siklus Baru Brasil
Piala Dunia 6 Juli 2026, 18:07
-
Link Streaming Piala Dunia 2026: Brasil vs Norwegia
Piala Dunia 6 Juli 2026, 00:06
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














