Fenomena Sepatu Pink di Piala Dunia 2026: Sekadar Gaya atau Ada Maksud Khusus?

Asad Arifin | 18 Juni 2026 13:40
Fenomena Sepatu Pink di Piala Dunia 2026: Sekadar Gaya atau Ada Maksud Khusus?
Duel antara Josip Stanisic dan Marcus Rashford pada laga Kroasia vs Inggris di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Tony Gutierrez

Bola.net - Piala Dunia 2026 tidak hanya menyuguhkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga menghadirkan fenomena unik yang menarik perhatian publik. Di hampir setiap pertandingan, banyak pemain terlihat mengenakan sepatu berwarna pink atau merah muda yang sangat mencolok.

Fenomena ini mulai menjadi perbincangan sejak laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan. Para penonton dengan cepat menyadari bahwa sebagian besar pemain mengenakan sepatu dengan warna serupa meskipun berasal dari tim dan negara yang berbeda.

Advertisement

Tren tersebut terus berlanjut sepanjang fase grup. Hampir setiap pertandingan diwarnai oleh dominasi warna pink pada alas kaki para pemain, mulai dari bintang muda hingga pemain senior yang tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

Ternyata, kemunculan sepatu pink secara masif bukanlah kebetulan. Ada strategi pemasaran, faktor psikologis, dan pertimbangan visual yang membuat warna tersebut menjadi pilihan utama produsen perlengkapan olahraga pada Piala Dunia 2026.

1 dari 3 halaman

Strategi Besar Produsen Sepatu Dunia

Strategi Besar Produsen Sepatu Dunia

Aksi Luis Diaz pada laga Kolombia melawan Uzbekistan di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Eduardo Verdugo

Piala Dunia merupakan ajang olahraga dengan jumlah penonton televisi terbesar di dunia. Karena itu, setiap produsen perlengkapan olahraga berusaha memanfaatkan turnamen ini sebagai etalase global untuk memperkenalkan produk terbaru mereka.

Nike, Adidas, dan Puma sama-sama menjadikan warna pink sebagai identitas utama koleksi sepatu mereka pada musim panas 2026. Keputusan itu membuat para pemain yang terikat kontrak sponsor tampil dengan warna alas kaki yang hampir seragam.

Bagi perusahaan-perusahaan tersebut, visibilitas adalah segalanya. Setiap aksi pemain di lapangan menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan desain terbaru kepada jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Tak mengherankan jika hampir seluruh pertandingan fase grup dipenuhi warna mencolok yang sama. Piala Dunia menjadi panggung sempurna bagi merek-merek besar untuk memperkuat citra produk mereka.

2 dari 3 halaman

Warna Pink Dinilai Meningkatkan Kepercayaan Diri

Warna Pink Dinilai Meningkatkan Kepercayaan Diri

Anthony Gordon (kiri) dilanggar di laga Inggris vs Kosta Rika, Kamis (11/06/2026). (c) AP Photo/John Raoux

Di balik pemilihan warna tersebut, terdapat hasil riset yang cukup menarik. Nike mengungkapkan bahwa banyak atlet merasa lebih percaya diri ketika mengenakan perlengkapan dengan warna yang berani dan mencolok.

“Apa yang secara konsisten kami dengar dari atlet dan konsumen, terutama dalam momen-momen besar, adalah bahwa warna-warna cerah memberi mereka kepercayaan diri, jadi itulah titik awal kami,” kata Odinga Nimako, seorang tokoh senior di Nike, kepada The Athletic.

“Cara kami mendekatinya adalah dengan fokus pada warna-warna paling cerah, warna-warna yang benar-benar meningkatkan kepercayaan diri, dan merah muda adalah salah satu warna tersebut."

“Anda harus benar-benar hebat untuk mengenakan warna-warna ini. Pada saat yang sama, ada juga tingkat penerimaan terhadap warna merah muda yang membuatnya tidak terlalu khusus bagi banyak orang; warna ini menjangkau khalayak luas," tegas Nimako.

3 dari 3 halaman

Alasan Visual yang Sulit Ditandingi

Alasan Visual yang Sulit Ditandingi

Selebrasi Kai Havertz bersama pemain Jerman usai mencetak gol ke gawang Curacao di Piala Dunia 2026, 15 Juni 2026. (c) AP Photo/Eric Gay

Selain faktor psikologis, warna pink juga memiliki keunggulan visual yang sangat kuat. Warna tersebut kontras dengan rumput hijau lapangan sehingga mudah terlihat baik oleh penonton di stadion maupun melalui layar televisi.

Keuntungan lainnya, tidak ada satu pun dari 48 peserta Piala Dunia 2026 yang menggunakan seragam utama berwarna pink. Situasi ini membuat sepatu para pemain tampil lebih menonjol dibanding elemen lain di lapangan.

“Warna pink benar-benar membantu menonjolkan sepatu di tengah rumput hijau di lapangan, baik Anda berada di tribun atau menonton di TV, memastikan visibilitasnya ada. Itu jelas sesuatu yang kami pertimbangkan," ucap Nimako.

“Tujuan kami adalah untuk memastikan sepatu tersebut menonjol di antara seragam. Di setiap turnamen, kami dapat mengambil pendekatan yang sedikit berbeda. Di turnamen ini, mengetahui besarnya skala turnamen, kami benar-benar ingin membuatnya menonjol," sambungnya.

LATEST UPDATE