Gigi Buffon Punya Pesan Menohok untuk Timnas Italia: Jangan Sampai Masa Depan Kalian Hambar!
Editor Bolanet | 9 Oktober 2025 04:16
Bola.net - Legenda sepak bola Italia, Gianluigi Buffon, menyampaikan sebuah pesan yang sangat kuat dan mendalam. Pesan tersebut ditujukan untuk seluruh punggawa Timnas Italia saat ini.
Sebagai manajer tim Italia saat ini, Buffon menyoroti betapa pentingnya sejarah bagi para pemain. Ia berharap masa lalu bisa menjadi inspirasi untuk membangkitkan kembali semangat Gli Azzurri.
Kegelisahan Buffon ini muncul di tengah perjuangan berat Italia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Mereka kembali dihadapkan pada situasi sulit yang penuh tekanan.
Pesan ini disampaikan setelah Buffon bersama para pemain mengunjungi sebuah tempat sakral. Tempat yang menyimpan semua kenangan kejayaan sepak bola Italia di masa lampau.
Mengunjungi Tempat Sakral

Sebelum menghadapi laga krusial, rombongan Timnas Italia melakukan kegiatan khusus. Mereka mengunjungi Museo del Calcio atau Museum Sepak Bola di Coverciano.
Para tokoh penting seperti pelatih Gennaro Gattuso dan kapten Gianluigi Donnarumma turut hadir. Presiden FIGC Gabriele Gravina juga ikut serta dalam kunjungan tersebut.
Di dalam museum, mereka kembali diingatkan pada masa-masa keemasan Gli Azzurri. Terpampang bukti empat trofi Piala Dunia yang pernah diraih pada 1934, 1938, 1982, dan 2006.
Momen ini diharapkan bisa membakar semangat juang para pemain. Terutama setelah Italia gagal lolos ke putaran final dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.
Pesan Buffon

Gigi Buffon, yang merupakan bagian dari skuad juara dunia 2006, angkat bicara. Ia menyampaikan harapan besarnya untuk generasi penerus di Timnas Italia.
Menurutnya, mengetahui dan memahami sejarah adalah kunci. Hal itu bisa mencegah masa depan tim menjadi sesuatu yang hambar dan tanpa gairah.
"Saya bisa katakan bahwa dengan mengetahui masa lalu, itu membantu menginspirasi jalan menuju masa depan agar tidak terlalu hambar," ujar Buffon.
"Saya berharap masa depan kita bisa memiliki lebih banyak warna, lebih banyak kehangatan manusiawi. Saya merasa masa depan kita akan memiliki makna yang berbeda, yang lebih dalam," lanjutnya.
Trauma Dua Piala Dunia Terakhir
Peringatan keras dari Gigi Buffon tentu bukan tanpa alasan. Timnas Italia memang tengah berada dalam periode yang sangat sulit dan penuh trauma.
Bagaimana tidak, sebagai salah satu negara adidaya sepak bola, mereka harus absen dari panggung Piala Dunia. Catatan buruk itu terjadi dalam dua edisi terakhir secara beruntun.
Ironisnya, kegagalan Italia pada edisi 2018 dan 2022 terjadi di babak yang sama. Mereka selalu tersandung di fase krusial, yaitu babak playoff.
Kenangan pahit inilah yang ingin dihapus oleh Buffon dan seluruh skuad. Mereka tidak ingin mimpi buruk serupa kembali terulang untuk ketiga kalinya.
Jalan Terjal Menuju Piala Dunia 2026
Perjuangan Italia untuk bisa lolos ke Piala Dunia 2026 pun tidak berjalan mulus. Saat ini, mereka masih harus mengejar ketertinggalan dari Norwegia di puncak klasemen.
Jika Erling Haaland dan kawan-kawan tidak terpeleset, Italia kemungkinan besar harus kembali melewati jalur neraka. Mereka harus kembali bertarung di babak playoff yang traumatis.
Situasi ini membuat dua laga kualifikasi terdekat menjadi sangat vital. Gli Azzurri dijadwalkan akan menghadapi Estonia dan kemudian Israel.
Kemenangan dalam dua pertandingan tersebut menjadi harga mati. Tujuannya tentu untuk menjaga asa lolos langsung sekaligus menghindari momok babak playoff.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Gianluigi Donnarumma Puji Sikap Italia usai Tahan Prancis 1-1
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 07:04
-
Roberto Mancini Puji Italia usai Tahan Prancis: Kami Bermain sebagai Tim
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 06:29
-
Zinedine Zidane Puas dengan Performa Prancis meski Ditahan Italia
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 05:54
-
Debut Kandang Zidane Bersama Prancis Berakhir Imbang, Donnarumma Jadi Penghalang
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 05:19
-
Hasil Prancis vs Italia: Alessandro Bastoni Gagalkan Kemenangan Les Bleus
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 04:30
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Liverpool vs Arsenal: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 1 November 2026, 13:17
-
Keluarga Hadir di Sepang, Veda Ega Pratama Sukses Raih Podium Kedua
Otomotif 1 November 2026, 12:51
-
Runner Up di Sepang, Veda Ega Pratama Ukir Pencapaian Terbaik di Moto3
Otomotif 1 November 2026, 12:46
-
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Pratama Naik ke Posisi 7
Otomotif 1 November 2026, 12:41
-
Live Streaming Racing Santander vs Madrid: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 1 November 2026, 12:13
-
Hasil Moto3 Malaysia 2026: Maximo Quiles Juara, Veda Ega Pratama Finis Kedua!
Otomotif 1 November 2026, 11:43
-
Live Streaming PSIM vs Borneo FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 11:18
-
Live Streaming Persib Bandung vs Isenmulang FC: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 1 November 2026, 10:14
-
Batas Waktu untuk Michael Carrick di Manchester United
Liga Inggris 1 November 2026, 09:10
-
Memprediksi Peluang Manchester United Terdegradasi
Liga Inggris 1 November 2026, 09:00
-
Rating Pemain Barcelona vs Alaves: Raphinha dan Yamal 9, Fermin Lopez Tertinggi
Liga Spanyol 1 November 2026, 08:51
-
Rating Pemain Inter Milan usai Kalah 1-3 dari AC Milan: Kebanyakan 6
Liga Italia 1 November 2026, 08:28
-
Rating Pemain AC Milan usai Hajar Inter Milan: Moreira Tertinggi, Maignan Krusial
Liga Italia 1 November 2026, 08:21
-
Man of the Match Milan vs Inter: Diego Moreira
Liga Italia 1 November 2026, 08:03
-
Man of the Match Bayern vs Dortmund: Konrad Laimer
Bundesliga 1 November 2026, 07:54
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
