Hati Hancur dan Tangis Manuel Locatelli Usai Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia

Afdholud Dzikry | 2 April 2026 10:04
Hati Hancur dan Tangis Manuel Locatelli Usai Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia
Gelandang Italia, Manuel Locatelli. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Italia dipastikan kembali gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun setelah kalah adu penalti dari Bosnia di babak playoff. Menyusul hasil tersebut, kapten Juventus, Manuel Locatelli, menyampaikan pesan emosional yang mencerminkan kekecewaan mendalam tim nasional.

Unggahan Locatelli di media sosial muncul setelah kekalahan di Zenica dan menggambarkan suasana duka yang menyelimuti skuad Azzurri. Sebelumnya, Leonardo Spinazzola dan Gianluigi Donnarumma juga telah menyampaikan perasaan serupa kepada publik.

Advertisement

Di sisi lain, harapan sempat muncul usai kemenangan atas Irlandia Utara pada laga sebelumnya. Namun demikian, kartu merah Alessandro Bastoni di babak pertama mengubah jalannya pertandingan dan merugikan tim asuhan Luciano Spalletti.

Akibatnya, laga berakhir imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu sebelum Italia akhirnya tersingkir melalui adu penalti.

1 dari 2 halaman

Tanggung Jawab Moral Locatelli

Locatelli menegaskan bahwa ia tidak mencari alasan atas kegagalan tersebut. Sebaliknya, ia mengakui bahwa tim telah mengecewakan harapan publik.

"Saya hancur, tanpa kekuatan, dengan air mata di mata saya," tulis Locatelli mengawali pesan emosionalnya kepada para pendukung.

Selain itu, ia mengungkapkan adanya tanggung jawab moral terhadap masyarakat Italia yang terus memberikan dukungan. Ia menilai seluruh elemen tim telah berjuang bersama demi satu tujuan.

"Kami merasakan tanggung jawab terhadap anak-anak, keluarga, kakek-nenek, dan semua orang Italia yang mendukung kami," akunya dengan penuh sesal.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh kemampuan telah dikeluarkan di lapangan. Namun demikian, hasil akhir tetap tidak sesuai harapan.

"Kami memberikan setiap tetes energi terakhir, tetapi kami tidak mampu memberikan Piala Dunia ini kepada kalian," imbuhnya.

2 dari 2 halaman

Janji untuk Bangkit dari Keterpurukan

Janji untuk Bangkit dari Keterpurukan

Pemain Italia berkumpul di tengah lapangan saat adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina di playoff Piala Dunia 2026, 1 April 2026. (c) AP Photo/Armin Durgut

Locatelli mengakui bahwa kegagalan ini menjadi beban besar, terutama karena terjadi secara berulang. Ia menilai pengakuan atas kegagalan merupakan langkah awal untuk melakukan perbaikan.

"Kami gagal, itulah kenyataannya. Dan saya merasakan beban penuh dari hal itu," tegasnya dengan lugas.

Selanjutnya, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap bersatu dan bangkit menghadapi situasi sulit ini. Menurutnya, semangat kolektif menjadi kunci untuk memperbaiki kondisi di masa depan.

"Ini sulit, sangat sulit, tapi mari kita bangkit bersama," serunya sebagai bentuk ajakan.

Sebagai penutup, Locatelli menegaskan komitmennya untuk terus memberikan kontribusi maksimal bagi tim nasional. Ia memastikan dedikasinya terhadap Italia tidak akan berubah meskipun menghadapi kegagalan besar.