Waspada! Chelsea Sudah Pilih Xabi Alonso, Tapi 3 Tanda Bahaya Ini Sulit Diabaikan

Waspada! Chelsea Sudah Pilih Xabi Alonso, Tapi 3 Tanda Bahaya Ini Sulit Diabaikan
Manajer Chelsea, Xabi Alonso (c) Chelsea FC Official

Bola.net - Chelsea akhirnya resmi menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru mereka untuk musim depan. Keputusan itu diambil setelah performa The Blues terus merosot sepanjang musim dan gagal menunjukkan konsistensi di bawah kepemimpinan sebelumnya.

Harapan besar kini langsung dibebankan ke pundak mantan gelandang elegan Spanyol tersebut. Nama besar Alonso memang menjanjikan, apalagi setelah keberhasilannya mencetak sejarah bersama Bayer Leverkusen.

Namun, perjalanan Alonso dalam pekerjaan terakhirnya bersama Real Madrid justru menyisakan banyak tanda tanya. Masa jabatannya berakhir cepat dan diwarnai sejumlah keputusan kontroversial yang membuat ruang ganti hingga performa tim berantakan.

Chelsea tentu berharap Alonso menjadi jawaban atas krisis yang mereka alami. Akan tetapi, ada tiga red flag besar yang bisa berubah menjadi mimpi buruk baru di Stamford Bridge jika tidak segera diperbaiki.

Eksperimen Taktik yang Terlalu Berani

Eksperimen Taktik yang Terlalu Berani

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso. (c) AP Photo/Altaf Qadri

Salah satu hal yang paling sering dipuji dari Alonso adalah kecerdasannya dalam merancang strategi pertandingan. Namun, di balik reputasi itu, ada kecenderungan berbahaya ketika ia terlalu banyak bereksperimen dalam laga penting.

Saat menangani Real Madrid, Alonso beberapa kali membuat keputusan yang dianggap membingungkan. Salah satu yang paling disorot adalah ketika ia memainkan Vinicius Junior di sisi kanan saat menghadapi PSG pada semifinal Piala Dunia Antarklub.

Hasilnya sangat buruk karena Madrid dihajar 4-0 tanpa perlawanan berarti. Keputusan kontroversial lain muncul ketika Alonso memaksakan Jude Bellingham yang baru pulih cedera tampil starter dalam derby Madrid dan mereka kalah telak 5-2.

Tidak berhenti di situ, Alonso juga sempat memainkan Fran Garcia sebagai winger kiri melawan Elche. Real Madrid hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan lawan yang di atas kertas jauh lebih lemah.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 24 Mei 2026
Sunderland Sunderland
22:00 WIB
Chelsea Chelsea

Hubungan dengan Pemain Bintang Jadi Sorotan

Hubungan dengan Pemain Bintang Jadi Sorotan

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso berjabat tangan dengan Vinicius Junior. (c) AP Photo/Pablo Garcia

Masalah Alonso ternyata tidak hanya soal taktik di lapangan. Hubungannya dengan beberapa pemain besar juga menjadi perhatian serius selama berada di Bernabeu.

Konflik paling mencolok terjadi dengan Vinicius Junior. Hubungan keduanya disebut memburuk sejak awal musim hingga sang pemain Brasil beberapa kali menunjukkan frustrasi secara terbuka.

Situasi semakin panas ketika Vinicius mengeluarkan permintaan maaf publik tanpa menyebut nama Alonso secara langsung. Sang pelatih bahkan pernah mengatakan suporter “bebas untuk mengungkapkan pendapat mereka” ketika Vinicius mendapat cemoohan dari fans Madrid.

Alonso juga dikabarkan memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan Trent Alexander-Arnold. Ia lebih sering memilih Dani Carvajal ketimbang memberi kesempatan penuh kepada mantan bintang Liverpool tersebut untuk beradaptasi.

Sering Ambyar di Laga Besar

Sering Ambyar di Laga Besar

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso. (c) AP Photo/Joan Monfort

Meski sukses besar bersama Bayer Leverkusen, Alonso ternyata masih memiliki catatan buruk ketika menghadapi laga-laga paling menentukan. Pola itu terlihat cukup konsisten dalam beberapa musim terakhir.

Pada musim bersejarah 2023/2024, Leverkusen memang menjuarai Bundesliga tanpa terkalahkan. Namun, mereka justru tampil mengecewakan di final Liga Europa setelah dibantai Atalanta dengan skor 3-0.

Musim berikutnya juga tidak jauh berbeda. Leverkusen tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 5-0 dari Bayern Munchen dan gagal mencetak satu gol pun dalam dua leg.

Masalah yang sama kembali muncul saat Alonso menangani Real Madrid. Mereka kalah 4-0 dari PSG, tumbang 5-2 dari Atletico Madrid, kalah 1-0 dari Liverpool, dan tumbang 2-1 dari Manchester City di Liga Champions. Chelsea tentu berharap tren buruk itu tidak terbawa ke Stamford Bridge, terutama di Premier League yang dikenal sebagai liga paling keras dan kompetitif di dunia.