HT Review: Jerman vs Argentina, Masih Sama Kuat
Editor Bolanet | 14 Juli 2014 02:49
- Laga final Piala Dunia 2014 yang mempertemukan vs berakhir imbang tanpa gol di babak pertama. Bermain di Maracana, baik Jerman dan Argentina mampu membuat beberapa peluang emas. Namun belum ada satu gol pun yang mampu tercipta.
Sejak menit pertama, Jerman langsung mengambil inisiatif permainan. Dimotori Mesut Ozil, Toni Kroos dan Bastian Schweinsteiger, Der Panzer mampu mengontrol permainan di lini tengah.
Permainan terbuka yang diperagakan Jerman nyaris blunder saat pertandingan baru berjalan empat menit. Diawali sebuah kesalahan Toni Kroos, bola dengan cepat mampu diambil alih Ezequiel Lavezzi yang merangsek ke pertahanan Jerman dan memberikan umpan kepada Higuain. Namun sayang, Higuain gagal memaksimalkannya menjadi gol.
Seusai peluang tersebut, kedua tim mulai berimbang permainannya. Jerman yang mampu menguasai lini tengah lewat permainan bola-bola pendek. Sementara Argentina lebih memilih untuk bermain sabar dan menunggu sebelum memukul balik lewat serangan balik.
Pada menit ke-22, Higuain mendapatkan peluang emas. Diawali kesalahan Toni Kroos saat melakukan back pass melalui sundulan, bola justru jatuh di kaki Higuain yang tinggal berhadapan dengan kiper Manuel Neuer. Beruntung tendangan tersebut melenceng di sebelah kanan gawang Neuer.
Argentina sejatinya sempat mencetak gol pada menit ke-30. Sayang gol tersebut harus dianulir wasit karena Higuain terlebih dahulu berada dalam posisi offside saat menerima umpan Lavezzi.
Pada menit ke-37, giliran Jerman yang memiliki peluang. Namun tendangan Andre Schurrle masih mampu diamankan dengan baik oleh Romero.
Pada masa injury time babak pertama, Jerman nyaris memecah kebuntuan. Sayang sundulan Howedes menerima umpan tendangan sudut masih membentur tiang gawang. Hingga babak pertama berakhir skor tetap imbang tanpa gol. (bola/dzi)
Sejak menit pertama, Jerman langsung mengambil inisiatif permainan. Dimotori Mesut Ozil, Toni Kroos dan Bastian Schweinsteiger, Der Panzer mampu mengontrol permainan di lini tengah.
Permainan terbuka yang diperagakan Jerman nyaris blunder saat pertandingan baru berjalan empat menit. Diawali sebuah kesalahan Toni Kroos, bola dengan cepat mampu diambil alih Ezequiel Lavezzi yang merangsek ke pertahanan Jerman dan memberikan umpan kepada Higuain. Namun sayang, Higuain gagal memaksimalkannya menjadi gol.
Seusai peluang tersebut, kedua tim mulai berimbang permainannya. Jerman yang mampu menguasai lini tengah lewat permainan bola-bola pendek. Sementara Argentina lebih memilih untuk bermain sabar dan menunggu sebelum memukul balik lewat serangan balik.
Pada menit ke-22, Higuain mendapatkan peluang emas. Diawali kesalahan Toni Kroos saat melakukan back pass melalui sundulan, bola justru jatuh di kaki Higuain yang tinggal berhadapan dengan kiper Manuel Neuer. Beruntung tendangan tersebut melenceng di sebelah kanan gawang Neuer.
Argentina sejatinya sempat mencetak gol pada menit ke-30. Sayang gol tersebut harus dianulir wasit karena Higuain terlebih dahulu berada dalam posisi offside saat menerima umpan Lavezzi.
Pada menit ke-37, giliran Jerman yang memiliki peluang. Namun tendangan Andre Schurrle masih mampu diamankan dengan baik oleh Romero.
Pada masa injury time babak pertama, Jerman nyaris memecah kebuntuan. Sayang sundulan Howedes menerima umpan tendangan sudut masih membentur tiang gawang. Hingga babak pertama berakhir skor tetap imbang tanpa gol. (bola/dzi)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pesan Menyentuh Lionel Messi usai Pensiun dari Timnas Argentina
Piala Dunia 7 Oktober 2026, 15:18
-
Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina: 208 Laga, 126 Gol, dan 4 Trofi
Amerika Latin 7 Oktober 2026, 09:40
-
Hasil Argentina vs Benin: Lionel Messi Tutup Karier Internasional dengan Gol
Amerika Latin 7 Oktober 2026, 08:29
-
Prediksi Argentina vs Benin 7 Oktober 2026
Amerika Latin 6 Oktober 2026, 14:12
-
Kepergian Toni Kroos Jadi Masalah Besar bagi Real Madrid
Liga Spanyol 4 Oktober 2026, 10:37
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



