Italia Akui Tegang Melawan Irlandia Utara, Tapi Kini Siap Menuju Final Playoff Piala Dunia 2026

Afdholud Dzikry | 27 Maret 2026 07:06
Italia Akui Tegang Melawan Irlandia Utara, Tapi Kini Siap Menuju Final Playoff Piala Dunia 2026
Selebrasi Sandro Tonali usai mencetak gol di laga Italia melawan Irlandia Utara di semifinal playoff Piala Dunia 2026. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - Tim nasional Italia berhasil mengalahkan Irlandia Utara dengan skor 2-0 pada laga semifinal play-off kualifikasi Piala Dunia di New Balance Arena, Bergamo, Jumat (27/3/2026). Gelandang Sandro Tonali memecah kebuntuan lewat golnya pada menit ke-56 sebelum memberikan assist untuk gol penutup dari Moise Kean.

Hasil positif ini memastikan langkah Gli Azzurri ke babak final playoff Piala Dunia yang akan digelar pada Selasa (31/3/2026) mendatang melawan Bosnia and Herzegovina.

Advertisement

Kemenangan ini menjadi sangat emosional mengingat sejarah kelam Italia pada dua edisi sebelumnya. Publik sepak bola dunia tentu belum lupa kegagalan menyakitkan mereka pada 2018 dan 2022.

Laga di Bergamo ini awalnya terasa sangat berat bagi pasukan asuhan pelatih Gennaro Gattuso. Tekanan mental terlihat jelas menyelimuti para pemain sepanjang babak pertama berlangsung.

Irlandia Utara tampil sangat fisik dan disiplin dalam menjaga area pertahanan. Mereka berulang kali merepotkan lini belakang Italia melalui skema bola-bola panjang.

Sandro Tonali mengakui adanya ketegangan luar biasa yang dirasakan seluruh elemen tim nasional. Berikut adalah ungkapan sang pahlawan kemenangan mengenai jalannya laga yang penuh drama tersebut.

1 dari 2 halaman

Titik Balik Mentalitas di Bergamo

Titik Balik Mentalitas di Bergamo

Sandro Tonali merayakan golnya dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Italia vs Irlandia Utara di New Balance Arena, 27 Maret 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Italia sempat kesulitan menciptakan peluang bersih saat menghadapi tembok kokoh Irlandia Utara. Situasi ini sempat membangkitkan memori buruk para pemain saat berlaga di stadion yang sama.

Tonali menyebut laga ini memiliki kemiripan dengan pertandingan melawan Estonia sebelumnya. Skuad Azzurri harus berjuang keras meladeni permainan fisik yang sangat menguras tenaga.

“Rasanya seperti menyaksikan tayangan ulang pertandingan melawan Estonia di Bergamo. Kami tidak menciptakan banyak peluang, namun berhadapan dengan tim yang sangat fisik,” kata Tonali kepada RAI Sport.

Gelandang milik AC Milan tersebut menegaskan pentingnya memaksimalkan setiap momen kecil. Meski kualitas permainan tidak menonjol, Italia berhasil memanfaatkan celah saat peluang itu tiba.

“Kami tidak memiliki banyak momen berkualitas, namun kami melakukannya dengan baik untuk memanfaatkannya semaksimal mungkin saat kami mendapatkannya,” tambahnya.

2 dari 2 halaman

Menepis Beban Sejarah demi Tiket Final

Menepis Beban Sejarah demi Tiket Final

Rekan setim berlari ke arah Sandro Tonali yang mencetak gol pembuka dalam laga play-off kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Italia vs Irlandia Utara di New Balance Arena, 27 Maret 2026 (c) AP Photo/Antonio Calanni

Beban berat untuk lolos ke Piala Dunia membuat kaki para pemain terasa kaku. Memasuki babak kedua, ketegangan di dalam lapangan sempat mencapai titik puncaknya bagi Italia.

Namun, segalanya berubah setelah gol pertama bersarang di gawang lawan. Mentalitas juara tim perlahan bangkit dan mereka mulai mengendalikan alur permainan sepenuhnya.

“Ada ketegangan di awal babak kedua, namun setelah unggul, kami mulai merasa bebas dari tekanan dengan mentalitas kami,” ungkap Tonali.

Fokus utama tim adalah mematikan kelebihan lawan, terutama dalam situasi bola mati. Kedisiplinan tinggi menjadi kunci utama Italia agar tidak kebobolan oleh serangan balik lawan.

“Kami fokus untuk tidak memberikan kekuatan mereka, dan berkonsentrasi pada bola mati, jadi kecil kemungkinan kami kebobolan,” tegasnya.

Italia kini melawan Bosnia-Herzegovina sebagai lawan terakhir di final playoff Piala Dunia 2026. Tonali mempersembahkan gol krusialnya untuk seluruh masyarakat Italia yang merindukan panggung dunia.

“Saya mendedikasikan gol ini untuk semua orang, karena kita semua layak pergi ke Piala Dunia. Kami belum melakukan apa-apa untuk lolos,” tandas Tonali.

LATEST UPDATE