Jejak Langkah Roberto Martinez Meraih Sukses Jauh dari Kampung Halaman
Gia Yuda Pradana | 6 Juli 2026 01:58
Bola.net - Portugal akan menghadapi Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Bagi Roberto Martinez, pertandingan ini jauh lebih dari sekadar perebutan tiket menuju perempat final.
Di bangku cadangan Portugal berdiri seorang pria yang lahir, tumbuh, dan mengejar mimpi pertamanya di tanah Spanyol. Kini, jalan hidup membawanya kembali menghadapi negeri yang membentuk dirinya.
Jarak antara Balaguer dan stadion tempat Portugal bertanding memang ribuan kilometer. Namun, setiap langkah Martinez di panggung sepak bola dunia masih terasa dekat bagi kota kecil yang tak pernah melupakan anak kebanggaannya.
Saat peluit pertama berbunyi, hati Balaguer akan terbagi dua. Ada Spanyol, negara mereka. Ada pula Roberto Martinez, sosok yang hingga hari ini masih mereka anggap sebagai milik sendiri.
Dari Jalanan Balaguer Menuju Panggung Dunia
Balaguer bukan kota yang akrab dengan gemerlap sepak bola. Berpenduduk kurang dari 20 ribu jiwa, kota di wilayah Catalonia itu menjadi tempat Roberto Martinez menghabiskan masa kecil sambil membawa bola ke mana pun ia pergi.
"Roberto tergila-gila pada sepak bola. Dia selalu membawa bola dan bermain bersama ayahnya saat jeda pertandingan," kenang Andreu Martinez, sahabat sekaligus tetangganya, kepada FIFA.
Pada usia 16 tahun, Martinez meninggalkan rumah demi bergabung dengan akademi Real Zaragoza. Debut di kasta tertinggi Liga Spanyol pada 1993 menjadi kebanggaan seluruh Balaguer, seolah kota kecil itu ikut tampil di lapangan.
Namun, sepak bola tidak selalu menghadirkan jalan yang lurus. Setelah kontraknya bersama Zaragoza berakhir, Martinez pulang tanpa kepastian dan gagal mendapatkan klub baru meski sempat menjalani beberapa kesempatan seleksi.
Ketika Inggris Mengubah Takdir
Banyak pemain memilih bertahan di zona nyaman. Martinez justru mengambil keputusan yang terdengar nyaris mustahil pada musim panas 1995: menerima tawaran dari Wigan Athletic yang ketika itu bermain di kasta keempat Inggris.
"Itu seperti mendapatkan tiket ke bulan. Kami sama sekali tidak tahu apa pun tentang Wigan dan hanya sedikit memahami sepak bola Inggris," ujar Martinez saat mengenang momen tersebut kepada AS.
Keputusan yang semula tampak berisiko berubah menjadi titik balik hidupnya. Ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Wigan pada musim pertama, kemudian dikenang sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah klub.
Martinez kembali ke Wigan sebagai pelatih pada 2009. Empat tahun berselang, ia mencatat salah satu kejutan terbesar sepak bola Inggris dengan mengantarkan klub itu menjuarai Piala FA setelah mengalahkan Manchester City yang bertabur bintang.
Portugal Menjadi Rumah Baru
Karier kepelatihan Martinez terus berkembang bersama Everton dan Belgia sebelum Portugal mempercayakan kursi pelatih kepadanya pada 2023. Gelar UEFA Nations League 2025 menjadi bukti bahwa kepercayaan tersebut tidak keliru.
Kini, Portugal berharap kisah indah itu berlanjut di Piala Dunia 2026. Ironisnya, rintangan berikutnya datang dari Spanyol, negara yang memberinya bahasa, budaya, dan kenangan masa kecil.
Meski telah lama membangun kehidupan jauh dari kampung halaman, Martinez tidak pernah memutus ikatan dengan Balaguer. Ia masih berkumpul dengan mantan rekan setimnya, menikmati makanan khas daerah asalnya, dan pulang ketika memiliki kesempatan.
Ketika Portugal dan Spanyol bertemu di lapangan nanti, Balaguer kembali berada dalam dilema yang indah. Mereka mencintai Spanyol, tetapi juga ingin melihat putra kota mereka terus menulis sejarah bersama Portugal.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Prediksi Portugal vs Norwegia 5 Oktober 2026
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 23:59
-
Pemanggilan Carlos Espi ke Timnas Spanyol Jadi Pukulan untuk Gonzalo Garcia
Liga Spanyol 3 Oktober 2026, 15:50
-
Mitos Atau Fakta: Timnas Portugal Bermain Lebih Baik Tanpa Cristiano Ronaldo?
Piala Eropa 2 Oktober 2026, 21:35
-
Prediksi Spanyol vs Ceko 4 Oktober 2026
Piala Eropa 2 Oktober 2026, 20:06
LATEST UPDATE
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
-
BRI Tulungagung dan PWI Salurkan 250 Paket Sembako untuk Warga Kampung Pemulung
News 31 Oktober 2026, 17:13
-
Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 16:36
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





