Kabar Baik Timnas Italia: Riccardo Calafiori Siap Tempur di Playoff Piala Dunia 2026
Editor Bolanet | 25 Maret 2026 07:42
Bola.net - Kabar baik datang dari kamp Timnas Italia jelang semifinal playoff Piala Dunia 2026 pekan ini. Bek Arsenal, Riccardo Calafiori, memastikan kondisinya bugar dan siap bermain.
Kepastian ini meredakan kecemasan yang sempat muncul usai final EFL Cup melawan Manchester City. Saat itu, Calafiori dilaporkan mengalami masalah fisik yang mengkhawatirkan.
Padahal, Italia menghadapi laga hidup-mati melawan Irlandia Utara. Duel di Bergamo itu menjadi gerbang terakhir menuju panggung dunia.
Di tengah tekanan besar, Calafiori memilih pendekatan sederhana. Ia fokus pada diri sendiri dan menolak larut dalam beban ekspektasi.
Kini, peran Calafiori tak sekadar bek. Ia menjadi tumpuan utama dalam skema bertahan racikan Gennaro Gattuso.
Kembali Bugar di Waktu yang Tepat
Setelah sempat diragukan, Calafiori akhirnya memberi kepastian soal kondisinya. Ia menyebut proses pemulihan berjalan lancar dan tanpa kendala berarti.
Latihan di Coverciano menjadi titik balik kebugarannya. Ia merasa siap menghadapi laga penting yang sudah di depan mata.
"Saya merasa baik, mari kita lihat di lapangan hari ini, tetapi saya baik-baik saja," ujarnya dalam konferensi pers.
Di balik kesiapan itu, ada prinsip yang ia pegang teguh. Fokus pada momen kini menjadi cara menjaga stabilitas mental.
"Di saat yang sensitif seperti ini, kuncinya adalah selalu hidup di masa sekarang, menikmati setiap momen dan fokus pada satu pertandingan pada satu waktu," jelasnya.
Ancaman Bola Mati yang Tak Boleh Diremehkan
Italia tak hanya melawan tekanan, tetapi juga kekuatan lawan. Irlandia Utara dikenal berbahaya lewat situasi bola mati.
Calafiori memahami celah itu dengan jelas. Ia meminta rekan setim menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
"Pada bola mati, saya merasa kami harus sangat fokus, terutama secara defensif. Kami tahu mereka bisa berbahaya dalam situasi ini," tuturnya.
Detail kecil, menurutnya, bisa menentukan segalanya. Kesalahan sekecil apa pun bisa berujung fatal di laga sebesar ini.
"Hanya satu cara adalah mencoba menghindari jenis permainan ini sebisa mungkin, tetap fokus pada bola kedua, dan tetap fokus dari awal hingga akhir," tegasnya.
Tekanan Besar, Harapan Lebih Besar
Bermain untuk Italia selalu datang dengan tekanan besar. Jutaan harapan publik menjadi beban yang tak bisa dihindari.
Calafiori tidak menampiknya, namun ia memilih cara pandang berbeda. Baginya, tekanan adalah bagian dari perjalanan.
"Tekanan itu ada; kita tidak bisa menghindarinya. Kami mencoba untuk tidak memikirkannya, pertandingan hanya tinggal dua hari lagi," akunya.
Di balik tekanan, ia melihat peluang besar. Kesempatan membawa Italia kembali ke Piala Dunia menjadi motivasi utama.
"Sisi lain dari koin ini adalah mungkin saja berakhir buruk, tetapi kami ingin berpikir positif, karena minggu ini bisa membawa kebahagiaan dan mengirim kami ke Piala Dunia di Amerika," katanya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Luca Toni, Francesco Pio Esposito Lebih Mirip Marco van Basten
Piala Dunia 25 Maret 2026, 06:22
LATEST UPDATE
-
Arti Penting FIFA Series untuk John Herdman dan Timnas Indonesia
Tim Nasional 25 Maret 2026, 10:12
-
Antonio Rudiger di Ambang Pintu Keluar Real Madrid, MU Siap Menampung!
Liga Inggris 25 Maret 2026, 09:59
-
Waduh! Newcastle Ogah Lepas Gelandangnya ke Manchester United
Liga Inggris 25 Maret 2026, 09:51
-
Setelah Lebaran, Saatnya Upgrade Aroma Biar Makin Pede di Segala Aktivitas
Lain Lain 25 Maret 2026, 08:00
-
Juventus Incar Diogo Costa, Tak Lagi Percaya Michele Di Gregorio?
Liga Italia 25 Maret 2026, 07:15
-
Memori Patrice Evra: Saat Anderson 'Menjinakkan' Steven Gerrard di Anfield
Liga Inggris 25 Maret 2026, 07:07
-
Juventus Dekati Rudiger Gratis, Tapi Liverpool dan MU Siap Mengganggu
Liga Italia 25 Maret 2026, 06:36
-
Bukan Luca Toni, Francesco Pio Esposito Lebih Mirip Marco van Basten
Piala Dunia 25 Maret 2026, 06:22
-
Statistik Gila Mohamed Salah Usai Memutuskan Pamit dari Liverpool
Liga Inggris 25 Maret 2026, 05:41
LATEST EDITORIAL
-
Tottenham Menyusul? 6 Kasus Degradasi Paling Mengejutkan di Premier League
Editorial 24 Maret 2026, 11:00
-
5 Calon Pelatih Baru Chelsea Jika Liam Rosenior Dipecat, Mourinho Masuk Daftar
Editorial 18 Maret 2026, 17:00









