Kekalahan Lawan Argentina Jadi Bahan Bakar Inggris untuk Kalahkan Prancis

Serafin Unus Pasi | 18 Juli 2026 15:00
Kekalahan Lawan Argentina Jadi Bahan Bakar Inggris untuk Kalahkan Prancis
Pemain Inggris Jude Bellingham (10) dan rekan-rekan setimnya bereaksi setelah laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Stephanie Scarbrough

Bola.net - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengakui kekalahan dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 meninggalkan luka yang sangat dalam bagi dirinya dan seluruh skuad The Three Lions. Namun ia menyebut kekalahan tersebut jadi motivasi ekstra bagi mereka untuk mengalahkan Timnas Prancis.

Timnas Inggris baru saja menelan rasa pahit mendalam. Mereka tersingkir dari semifinal Piala Dunia 2026 setelah dikalahkan oleh sang juara bertahan, Timans Argentina.

Advertisement

Kekalahan itu terasa menyesakkan karena Inggris sebenarnya unggul 1-0 terlebih dahulu berkat gol Anthony Gordon. Namun di akhir babak kedua, Argentina berhasil mencetak dua gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez sehingga Argentina yang melaju ke babak final.

Tuchel tidak menampik bahwa kekalahan itu benar-benar jadi luka yang membekas bagi timnya. "Kami yang paling merasakan rasa sakit ini. Sekarang, ini adalah luka yang harus kami bawa," ujar Tuchel seperti yang dikutip BBC Sports.

Simak penuturan lengkap sang pelatih di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Harus Rasakan Sakit

Harus Rasakan Sakit

Kiper Inggris Jordan Pickford melompat untuk menyelamatkan bola dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Stephanie Scarbrough

Tuchel menegaskan bahwa rasa kecewa tersebut merupakan milik dirinya dan para pemain. Itulah mengapa ia meminta timnya untuk menjadikan rasa sakit itu sebagai motivasi untuk jadi lebih baik di masa depan.

"Ini adalah rasa sakit kami. Rasa sakit saya dan rasa sakit para pemain," sambung Tuchel.

"Ini adalah kekalahan yang sangat menyakitkan dan pertama-tama kami harus menjalaninya. Bukan para kritikus, bukan para pakar, dan bukan anggota keluarga kami yang juga ikut menderita bersama kami serta selalu menginginkan yang terbaik untuk kami."

2 dari 3 halaman

Masih Bisa Cetak Sejarah

Masih Bisa Cetak Sejarah

Pelatih Inggris Thomas Tuchel (kiri) berbicara dengan pemain Inggris Jude Bellingham dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris vs Argentina di Atlanta, Rabu, 15 Juli 2026 (c) AP Photo/Rebecca Blackwell

Inggris masih memiliki satu pertandingan tersisa di Piala Dunia 2026, yakni laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis. Tuchel berharap para pemainnya mampu mengubah rasa sakit akibat kekalahan dari Argentina menjadi motivasi untuk menutup perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.

"Kami akan melewati rasa sakit ini. Kami akan menggunakannya sebagai pelajaran dan akan memberikan reaksi. Semuanya dimulai dengan pertandingan besok (vs Prancis)," sambung Tuchel.

"Jika kami memenangkan pertandingan besok, kami akan mencatat hasil terbaik Inggris di Piala Dunia dalam 60 tahun terakhir. Itu adalah perspektif yang harus kita lihat," pungkas pelatih asal Jerman tersebut.

3 dari 3 halaman

Rekor Pertemuan Inggris dan Prancis

Rekor Pertemuan Inggris dan Prancis

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, bertepuk tangan saat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K melawan Albania, Minggu (16/11/2025). (c) AP Photo/Vlasov Sulaj

Timnas Inggris sendiri tercatat punya rekor yang kurang apik saat berhadapan dengan Timnas Prancis.

Mereka kalah di empat dari enam pertemuan terakhir melawan Les Bleus di semua kompetisi, di mana terakhir kali mereka kalah 1-2 dari Prancis di perempat final Piala Dunia 2022 kemarin.

Sumber: BBC Sports

LATEST UPDATE