Ketika Prancis Menemukan Cara Lain untuk Menang
Gia Yuda Pradana | 5 Juli 2026 19:11
Bola.net - Tidak semua kemenangan Prancis lahir melalui pesta gol dan permainan yang memanjakan mata. Di tengah pertandingan yang keras dan penuh duel, Les Bleus menemukan cara lain untuk menjaga langkah mereka di Piala Dunia 2026.
Paraguay datang dengan pendekatan yang sangat disiplin untuk memutus aliran serangan lawan. Ruang yang biasanya menjadi panggung bagi para penyerang Prancis mendadak menghilang sepanjang pertandingan.
Dalam situasi seperti itu, kesabaran menjadi nilai yang jauh lebih penting daripada kreativitas. Prancis akhirnya memecahkan kebuntuan melalui penalti Kylian Mbappe pada babak kedua sebelum mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir.
Skor 1-0 mungkin tidak semewah kemenangan-kemenangan sebelumnya. Namun, hasil tersebut memperlihatkan sisi lain dari tim Didier Deschamps yang siap berjuang ketika permainan indah tidak lagi menjadi jawaban.
Saat Keindahan Permainan Tak Lagi Cukup
Sejak awal turnamen, Prancis membangun reputasi sebagai tim dengan serangan paling berbahaya. Paraguay memilih tidak memberi sedikit pun ruang agar kecepatan dan kreativitas lawannya tidak berkembang.
Penjaga gawang Orlando Gill tampil impresif di belakang lini pertahanan yang bermain rapat. Michael Olise dan Ousmane Dembele pun berkali-kali dipaksa mencari solusi yang tak kunjung datang.
Bek William Saliba menilai kemenangan tetap memiliki nilai yang sama meski diraih dengan skor tipis. "Sejak awal turnamen, kami terbiasa mencetak setidaknya tiga gol. Hari ini, kami hanya menang 1-0, tetapi kemenangan tetaplah kemenangan dan nilainya sama," ujarnya kepada FIFA.
Mbappe Menjawab dengan Ketenangan
Peluang terbaik Prancis lahir ketika Desire Doue dijatuhkan Diego Gomez di dalam kotak penalti. Tinjauan VAR memastikan pelanggaran itu sebelum Mbappe menjalankan tugasnya dengan tenang dari titik putih.
Gol tersebut menjadi torehan ke-19 Mbappe dalam 19 pertandingan Piala Dunia. Catatan itu juga mengantarkannya kembali memuncaki persaingan Golden Boot dengan koleksi tujuh gol, sejajar dengan Lionel Messi.
Mbappe menganggap pertandingan seperti ini penting bagi perkembangan timnya. "Kami tahu seperti apa pertandingan yang akan kami hadapi, dan saya rasa bagus kami menjalani laga seperti ini serta mampu mengatasinya."
Ia merasa kemenangan tersebut membuktikan kualitas Prancis tidak hanya terletak pada permainan menyerang. "Kami memperlihatkan bahwa kami bukan hanya tim yang bisa bermain sepak bola menyerang. Mereka mengira kami akan datang, bermain dengan santai, mempertontonkan trik dan umpan satu-dua. Semua tim memiliki kekuatannya masing-masing, dan satu-satunya cara adalah menang."
Ketangguhan Menjadi Bekal Berikutnya
Pertandingan ini lebih banyak menguji kekuatan mental daripada kualitas teknik Prancis. Setiap duel memaksa para pemain tetap tenang agar tidak terpancing emosi sepanjang laga.
Bradley Barcola merasakan sendiri kerasnya permainan Paraguay sejak menit awal. "Saya belum pernah dipukul dan ditendang sebanyak ini dalam satu pertandingan, tetapi kami menang, jadi hanya itu yang penting. Itu memang sulit, terutama setelah saya mendapat kartu kuning, tetapi pengalaman ini sangat berharga."
Didier Deschamps melihat kemenangan tersebut sebagai bukti kuatnya karakter tim yang ia bangun. "Saya memiliki kelompok yang solid dengan semangat tim yang luar biasa. Kami memang sempat kesulitan, tetapi kami melakukan apa yang harus dilakukan. Kini, kami berada di perempat final dan kami patut menikmatinya."
Tantangan berikutnya telah menunggu dengan hadirnya Morocco di babak perempat final. Setelah memperlihatkan wajah baru yang lebih tangguh, Prancis datang bukan hanya sebagai tim dengan serangan mematikan, tetapi juga sebagai kelompok yang mampu bertahan dan menang dalam pertandingan yang paling melelahkan.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
-
Bikin 100 Gol untuk Real Madrid Bagi Mbappe Tidak Senikmat Memenangkan El Clasico
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 19:20
-
Kylian Mbappe Girang Bawa Real Madrid Kalahkan Barcelona di Camp Nou
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 14:01
-
Kylian Mbappe Ungguli Lamine Yamal di El Clasico, tapi Ballon d'Or Masih Belum Pasti
Liga Spanyol 26 Oktober 2026, 07:04
LATEST UPDATE
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






