Kilas Balik Piala Dunia 1994: Roberto Baggio, From Hero to Zero
Dimas Ardi Prasetya | 28 Juli 2022 18:20
Bola.net - Tanggal 17 Juli 1994 mungkin menjadi hari yang sulit dilupakan publik Italia, terutama untuk pemain legendaris mereka, Roberto Baggio.
Hari itu, Italia merasakan salah satu tragedi yang hingga saat ini masih terasa menyakitkan. Mereka kehilangan gelar Piala Dunia setelah kalah adu penalti dari Brasil.
Pertandingan final legendaris menghadirkan partai sarat emosi antara para pemain Timnas Brasil dan Timnas Italia. Keduanya begitu kuat kala itu dengan barisan pemain-pemain bintang.
Baik Brasil dan Italia sama-sama tampil percaya diri dan berambisi meraih gelar juara dunia. Brasil tampil dengan bintang-bintang legendaris mereka seperti Bebeto, Carlos Dunga, Romario, sampai Cafu. Sementara Italia memiliki duet Baggio dan Daniel Massara di lini depan, serta dua tembok terkuat Eropa dalam diri Franco Baresi dan Paolo Maldini.
Laga final itu berjalan alot dan skor bertahan 0-0 sampai perpanjangan waktu tuntas. Kemudian pada saat adu tendangan penalti, petaka dimulai.
Tendangan Baggio Melambung
Roberto Baggio adalah spesialis set piece handal. Performanya yang memukau mengantar Italia ke final Piala Dunia 1994. Maka dari itu, kegagalannya mengeksekusi penalti berarti adalah sebuah bencana.
Dalam babak adu penalti tersebut, Baggio menjadi algojo terakhir Italia dan eksekusinya harus menjadi gol setelah Franco Baresi dan Daniele Massaro sebelumnya mengalami kegagalan.
Namun tendangam pemain yang identik dengan kuncir kudanya ini malah melesat ke atas gawang Brasil yang dijaga Claudio Taffarel. Kegagalan ini menjadi sesuatu yang menyakitkan bagi Italia, terutama bagi Baggio.
"Itu momen terberat dalam karier saya. Sebelum berangkat ke laga final, guru spiritual Budha saya bilang kalau saya akan menghadapi banyak masalah dan semuanya akan ditentukan di menit-menit terakhir. Saat itu saya tak menyadari kalau prediksinya akan sangat akurat," tulis Baggio dalam Una Porta Nel Cielo (A Goal In The Sky), buku autobiografinya.
Pahlawan di Babak 16 Besar
Italia bertemu Nigeria di fase gugur pertama. Di babak pertama mereka tertinggal 0-1 berkat gol Emmanuel Amunike.
Gianfranco Zola masuk lapangan di babak kedua untuk menambah variasi serangan, tapi malah dapat kartu merah 10 menit kemudian. Tertinggal satu gol dan kalah jumlah pemain membuat Italia berada di ujung tanduk.
Italia sepertinya akan kalah, sampai akhirnya di menit 88, Roberto Baggio mencetak gol untuk memaksakan laga lanjut ke perpanjangan waktu. Roberto Mussi melakukan cutting inside dan setelah menusuk dari sayap kanan, dia melepaskan umpan ke Baggio. Sepakan pria berjuluk The Divine Ponytail ini mengubah kedudukan jadi 1-1.
Di perpanjangan waktu, Baggio melepaskan umpan ke Antonio Benarrivo yang memecah pertahanan Nigeria. Benarrivo dilanggar di kotak penalti. Baggio mencetak gol keduanya pada laga itu lewat eksekusi dari titik putih.
Pasca Piala Dunia 1994
Kegagalan mengeksekusi penalti memberi pengaruh sangat besar dalam karier Baggio selanjutnya. Usianya saat itu baru 27 tahun, periode emas banyak pesepakbola dunia. Tapi setelah itu, tak banyak lagi yang bisa dia torehkan.
Antara Juli 1994 sampai Juni 1998, Baggio cuma main empat kali untuk Timnas Italia. Arrigo Sacchi tak menyertakan Baggio pada Piala Eropa 1996.
Di level klub nasibnya sama saja. Dia menjalani satu musim lagi bersama Juventus sebelum dilepas ke AC Milan oleh Marcello Lippi.
Baggio lantas membela Bologna selama satu musim, lalu berseragam Inter Milan untuk dua tahun dan menutup kariernya bersama Brescia di tahun 2004.
Sumber: Diolah dari Berbagai Sumber
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
Sad Ending Diego Maradona di Piala Dunia 1994
Mengenang Hattrick Cristiano Ronaldo ke Gawang David de Gea di Piala Dunia 2018
Final Piala Dunia 2010, Final Paling Brutal dalam Sejarah
Mengenang Gol Mario Gotze di Final Piala Dunia 2014
4 Calon Pemain Kunci Timnas Belgia di Piala Dunia 2022
4 Calon Pemain Kunci Timnas Jepang di Piala Dunia 2022
4 Calon Pemain Kunci Timnas Maroko di Piala Dunia 2022
4 Calon Pemain Kunci Timnas Kosta Rika di Piala Dunia 2022
Maxi Rodriguez dan Gol Spektakuler Pembunuh Mimpi Meksiko di Piala Dunia 2006
5 Pemain Afrika yang Patut Ditunggu Aksinya di Piala Dunia 2022
Olivier Giroud di Piala Dunia 2018: 0 Gol, 0 Shots on Target, 1 Trofi Juara
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
-
Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
Liga Champions 22 Oktober 2026, 19:43
-
Como Terlihat Bermain dengan '12 Orang' saat Bantai MU 4-1
Liga Champions 22 Oktober 2026, 18:55
-
Jose Mourinho Temukan Formula Keseimbangan Lini Tengah Real Madrid
Liga Spanyol 22 Oktober 2026, 18:23
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



