Kontroversi Piala Dunia 2026: FIFA Hadapi Gugatan atas Pelarangan Bendera Iran
Richard Andreas | 12 Juni 2026 18:15
Bola.net - FIFA menghadapi gugatan hukum terkait kebijakan yang melarang suporter membawa bendera Iran pra-revolusi ke stadion-stadion Piala Dunia musim panas ini. Gugatan tersebut diajukan di California dan menyoroti batas antara aturan turnamen dan kebebasan berekspresi.
Perselisihan ini berpusat pada bendera Iran bergambar singa dan matahari yang digunakan sebelum Revolusi Iran 1979. Simbol tersebut masih digunakan oleh sebagian kelompok diaspora Iran, tetapi dianggap memiliki muatan politik oleh FIFA.
Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut pelaksanaan aturan di stadion-stadion Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat. FIFA kini berpeluang memberikan tanggapan resmi terhadap gugatan tersebut.
Institute for Voices of Liberty Resmi Ajukan Gugatan

Institute for Voices of Liberty, organisasi nirlaba yang berbasis di California dan mengaku berdedikasi pada kebebasan berekspresi bagi warga Iran, sebelumnya telah memperingatkan FIFA mengenai kemungkinan langkah hukum.
Ancaman tersebut diwujudkan pada Kamis ketika organisasi itu mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles County. Dalam dokumen gugatan, mereka menyatakan bahwa penggunaan bendera tersebut merupakan bentuk ekspresi simbolik dan politik yang dilindungi hukum.
Kelompok itu meminta pengadilan menyatakan bahwa pelarangan bendera tersebut tidak sah di California. Mereka juga menginginkan suporter diizinkan membawa bendera itu ke stadion serta meminta FIFA membayar ganti rugi kepada siapa pun yang dilarang masuk karena membawa simbol tersebut.
Direktur Institute for Voices of Liberty, Sam Kermanian, menyatakan dalam gugatan bahwa dirinya berniat membawa bendera pra-revolusi itu ke pertandingan di SoFi Stadium, Los Angeles, dan Levi's Stadium, Santa Clara.
Ia berargumen bahwa perlindungan kebebasan berbicara dalam konstitusi California berlaku karena venue Piala Dunia berfungsi sebagai tempat berkumpul publik yang terbuka bagi masyarakat umum.
FIFA Anggap Bendera Tersebut Bersifat Politik
Saat ditanya bulan lalu mengenai kemungkinan diperbolehkannya bendera tersebut di stadion, FIFA tidak memberikan jawaban spesifik. Badan sepak bola dunia itu hanya mengirimkan daftar panjang barang yang dilarang masuk ke venue pertandingan.
Dalam daftar tersebut, FIFA melarang berbagai materi yang dianggap bersifat politik, ofensif, atau diskriminatif, termasuk spanduk, bendera, selebaran, pakaian, dan atribut lain yang mengandung simbol atau pesan tertentu.
Menurut sumber internal FIFA yang mengetahui posisi organisasi tersebut, bendera Iran pra-revolusi dikategorikan sebagai simbol politik. Namun FIFA tidak menjelaskan secara rinci aturan mana yang dilanggar atau bagaimana kebijakan tersebut akan diterapkan oleh petugas keamanan di stadion.
Situasi serupa pernah terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Sejumlah suporter diminta menyerahkan bendera tersebut saat pemeriksaan keamanan, meski beberapa lainnya tetap diizinkan membawanya masuk ke stadion.
Kontroversi Serupa Kembali Menyeret FIFA
Federasi Sepak Bola Iran sebelumnya juga menyampaikan sejumlah tuntutan kepada FIFA untuk memastikan partisipasi tim nasional mereka di Piala Dunia, termasuk permintaan penghormatan terhadap bendera Iran serta peningkatan pengamanan di lokasi yang akan dikunjungi tim.
Kontroversi ini muncul di tengah situasi geopolitik yang sensitif setelah perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pecah pada Februari lalu.
Awal pekan ini, FIFA juga terlibat polemik lain ketika meminta Haiti mengubah desain kostumnya. Seragam tersebut menampilkan pemberontak yang mengangkat bendera Haiti dalam Pertempuran Vertieres, sebuah simbol yang oleh FIFA dinilai memiliki unsur politik.
Padahal, Revolusi Haiti yang terjadi lebih dari dua abad lalu dikenal sebagai satu-satunya revolusi budak yang berhasil dalam sejarah dan berujung pada berdirinya negara yang dipimpin oleh mantan budak itu sendiri. Hingga kini, FIFA masih belum memberikan komentar resmi terbaru terkait kedua kontroversi tersebut.
Jangan sampai ketinggalan infonya
5 Hal yang Mungkin Anda Lewatkan dari Hari Pertama Piala Dunia 2026
Rashford vs Gordon: Persaingan yang Bisa Menentukan Nasib Inggris di Piala Dunia 2026
Jadwal dan Live Streaming Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026 Hari Ini, 13 Juni 2026
Alisson Yakin Brasil Siap, Maroko Jadi Ujian Pertama di Piala Dunia 2026
Kylian Mbappe Desak Didier Deschamps Tinggalkan Prancis dengan Gelar, Larang Latih Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Piala Dunia 2030, Ini Target Pertama Andrea Pirlo di Timnas Italia
Piala Dunia 26 Juli 2026, 00:14
-
Tolak Tawaran Fantastis Italia, Pep Guardiola Pilih Dekat dengan Keluarga
Piala Dunia 24 Juli 2026, 21:09
LATEST UPDATE
-
Chelsea Mau Datangkan Danny Welbeck, Siapa yang Bakal Tersingkir?
Liga Inggris 28 Juli 2026, 10:33
-
Respons Manchester City Hadapi Ancaman Real Madrid untuk Rodri
Liga Inggris 28 Juli 2026, 07:31
-
Manchester United Dapat Kabar Positif soal Kondisi Benjamin Sesko
Liga Inggris 28 Juli 2026, 07:00















