Kroos: Tidak Ada Rasisme di Jerman, Itu Omong Kosong!
Yaumil Azis | 16 Agustus 2018 11:00
- Gelandang Real Madrid, Toni Kroos, dengan tegas menampik tuduhan Mesut Ozil soal rasisme di dalam tubuh timnas Jerman. Baginya, tudingan dari bintang Arsenal tersebut merupakan omong kosong belaka.
Ozil mencuri perhatian publik dengan keputusan gantung sepatu dini dari kompetisi internasional. Dalam pernyataan yang ia unggah melalui media sosial, ia mengaku mendapatkan perlakuan rasis dari pihak federasi sepak bola Jerman.
Dalam sekejap, pemain berumur 29 tahun itu langsung kebanjiran kritikan dari berbagai tokoh-tokoh legendaris. Salah satunya datang dari presiden Bayern Munchen, Uli Hoeness, yang mengaku bersyukur dengan keputusan mundurnya.
Scroll ke bawah untuk membaca pernyataan Kroos.
Dianggap Omong Kosong

Kroos ikut berbicara mengenai tudingan mantan rekan setimnya di timnas Jerman tersebut. Ia mengungkapkan bahwa tak ada rasisme di dalam tubuh Die Panzer dan menganggap Ozil cukup tahu hal itu.
Bagian yang dibahas dengan baik di dalam pernyataan Ozil sayangnya tertutupi dengan besarnya proporsi omong kosong, ujar Kroos kepada Bild.
Saya pikir dia tahu bahwa rasisme tidak ada di dalam timnas dan DFB. Malah sebaliknya, kami selalu berkomitmen dengan perbedaan dan integritas. Mesut adalah contoh terbaik, seperti halnya pemain-pemain kami lainnya, lanjutnya.
Ozil Dikritik Karena Performa

Sebelum Piala Dunia 2018, Ozil sudah mendapatkan kritikan keras karena fotonya bersama presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, tersebar ke publik. Sebagian orang menuduh foto itu memicu masalah serta performa buruk timnas Jerman.
Dalam pernyataannya, Ozil sempat menyebutkan pernyataan kontroversial Saya adalah orang Jerman saat menang, namun imigran saat kalah,. Kroos pun menampik perkataan tersebut dan menganggap kritikan kepadanya datang dari performanya.
Mesut dikritik karena foto, itu benar. Dan dia melewatkan kesempatan untuk membela diri. Namun dia mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan federasi dan tim, tambahnya.
Setelahnya dia, begitu juga dengan kami, dikritik karena performanya di Piala Dunia. Kritikan seperti itu tidak pernah berada di level yang baik, tetapi anda harus menerimanya sebagai seorang pemain, pungkasnya.
Saksikan Juga Video Ini

Saksikan highlight Bola Tangan antara Hong Kong vs Indonesia di Asian Games 2018 melalui tautan video berikut.
(goal/yom)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid dan Seragam Putih yang Lahir dari Sebuah Mimpi di Inggris
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 22:10
-
Setelah Jadi Pahlawan Spanyol, Ferran Torres Diincar Real Madrid dan PSG
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 21:00
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55














