Luka Spalletti: Pamit dari Timnas Italia dengan Pengakuan Mengejutkan
Editor Bolanet | 10 Juni 2025 08:09
Bola.net - Luciano Spalletti resmi mengakhiri perannya sebagai pelatih Timnas Italia dengan nada getir. Dalam konferensi pers terakhirnya, ia mengaku media terlalu baik kepadanya, sementara performa tim jauh dari memuaskan.
Spalletti mengungkapkan bahwa keputusannya untuk pergi sudah final, terlepas dari hasil pertandingan melawan Moldova. Kekalahan telak 0-3 dari Norwegia sebelumnya menjadi pukulan berat yang mempercepat keputusan tersebut.
Meski meraih kemenangan 2-0 berkat gol Giacomo Raspadori dan Andrea Cambiaso, performa tim tetap dinilai tidak meyakinkan. Spalletti mengakui bahwa mereka gagal memberikan pertandingan yang layak untuk para pendukung.
"Penonton menunjukkan begitu banyak kehangatan, dan seharusnya kami bisa membalasnya dengan performa lebih baik," ujar Spalletti dengan nada menyesal.
Kekecewaan Spalletti

Spalletti tidak menyangkal bahwa ia gagal membawa perubahan berarti pada Timnas Italia. Ia bahkan menyebut tim yang ditinggalkannya tidak jauh berbeda dengan yang ia temui pertama kali.
Pelatih asal Italia itu mengakui telah melakukan berbagai eksperimen, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Ia menegaskan bahwa kegagalan ini adalah tanggung jawabnya sepenuhnya.
"Aku tidak meninggalkan tim yang hebat untuk penerusku karena performa malam ini pun buruk. Aku diberi kesempatan bekerja, mencoba, melakukan kesalahan, dan bereksperimen. Aku selalu berusaha belajar," kata Spalletti.
"Aku tidak bisa memaksimalkan potensi pemain-pemain ini, dan aku harus mengakui itu. Semuanya di bawah standar. Sebenarnya, kalian (media) terlalu baik padaku," tambahnya.
Buffon dan Upaya Spalletti yang Gagal
Gigi Buffon, manajer tim, hadir mendampingi Spalletti dalam konferensi pers terakhirnya. Presiden FIGC Gabriele Gravina juga hadir, menandai akhir dari era Spalletti yang singkat.
Spalletti mengungkapkan bahwa Buffon beberapa kali mengkritik keputusannya. Namun, ia tetap berterima kasih kepada legenda Juventus itu atas dukungannya selama ini.
"Aku mencoba mengubah banyak hal ketika datang, tapi mungkin justru merusak. Buffon menggerutu padaku empat atau lima kali soal itu. Gigi sangat membantuku," ungkap Spalletti.
"Kita baru menyadari apakah keputusan kita benar atau tidak belakangan. Aku berharap yang terbaik untuk Federasi dan pelatih baru nanti," lanjutnya.
Cinta Spalletti pada Timnas dan Rasa Tak Terganti
Pengalaman melatih Timnas Italia meninggalkan kesan mendalam bagi Spalletti. Meski penuh tantangan, ia mengaku sangat mencintai tim ini dan merasa gagal membalas dukungan fans.
Ia menceritakan momen mengharukan saat tujuh atau delapan anak kecil menyambut kedatangan bus tim. Sayangnya, tim tidak mampu membahagiakan mereka dengan hasil yang baik.
"Kekecewaan terbesarku adalah cintaku pada Timnas ini. Kami melihat begitu banyak cinta dari sekitar, tapi tidak bisa membalasnya dengan performa yang layak," kata Spalletti.
"Kami tidak pantas dapat dukungan seperti ini," ucapnya dengan nada pilu.
Siapa Penerus Spalletti?
Claudio Ranieri disebut-sebut sebagai kandidat utama pengganti Spalletti. Stefano Pioli juga masuk dalam daftar alternatif jika negosiasi dengan Ranieri tidak berjalan mulus.
Spalletti sendiri memastikan tidak akan ikut campur dalam proses pencarian pelatih baru. Ia hanya berharap tim bisa bangkit di tangan siapa pun yang akan memimpin.
"Siapa pun yang datang, aku berharap yang terbaik untuknya. Timnas Italia butuh perubahan nyata," ujarnya.
"Tapi ingat, ini bukan hanya tentang pelatih, tapi juga sistem yang harus diperbaiki," tegas Spalletti.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tantang Celta Vigo, Juventus Bakal Rotasi Pemain
Liga Eropa UEFA 15 Oktober 2026, 19:20
-
Luciano Spalletti Peringatkan Juventus: Celta Vigo Lawan yang Berbahaya!
Liga Eropa UEFA 15 Oktober 2026, 18:00
-
Nick Woltemade Bikin Hilang Kesabaran, Juventus Pantau Retegui dan Balogun
Liga Italia 9 Oktober 2026, 06:26
-
Wajah Timnas Italia Bersama Roberto Mancini: Tanpa Pemain Juventus dan AC Milan
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 00:13
-
Roberto Mancini Akui Italia Sempat Kesulitan saat Kalahkan Turki 3-1
Piala Eropa 6 Oktober 2026, 05:09
LATEST UPDATE
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
