Mantan Presiden FIFA: Memilih Qatar Adalah Sebuah Kesalahan
Richard Andreas | 8 November 2022 21:35
Bola.net - Piala Dunia 2022 Qatar akan segera dimulai. Kompetisi yang mempertemukan negara-negara terbaik di dunia sepak bola itu selalu jadi perhatian utama.
Pemilihan Qatar sebagai tuan rumah membuat piala dunia edisi kali ini berlangsung unik dan berbeda. Tidak seperti biasanya, kompetisi dimainkan di musim dingin, di pertengahan liga-liga domestik.
Perubahan tersebut diambil untuk membuat kompetisi berlangsung lebih nyaman. Iklim Qatar sebagai negara timur tengah dikenal panas, karena itu kompetisi digeser ke musim dingin.
Keputusan memilih Qatar diambil pada tahun 2010 silam, alias sudah 12 tahun yang lalu. Saat itu, keputusan diumumkan langsung oleh Sepp Blatter, presiden FIFA pada masanya.
Terkini, Blatter mengakui bahwa pemilihan Qatar adalah kesalahan besar. Apa maksudnya?
Sebuah kesalahan
Piala Dunia Qatar kali ini memang sudah cukup lama diterpa kabar miring. Ada protes keras terkait dengan isu gaji rendah pekerja migran yang diminta membangun infrastruktur demi piala dunia nanti.
Sempat muncul kecemasan bahwa Piala Dunia mungkin akan diboikot, tapi untungnya negara-negara peserta masih menunjukkan sikap profesional.
"Pemilihan Qatar adalah sebuah kesalahan," buka Blatter dikutip dari Tages-Anzeiger via Sky Sports.
"Pada saat itu, kami di executive committee sebenarnya bersepakat bahwa Rusia bakal jadi tuan rumah edisi 2018 dan Amerika Serikat di tahun 2022. Pemilihan ini sekaligus akan jadi sebuah gestur perdamaian."
Untung gak ada boikot
Sempat muncul kekhawatiran soal protes dari negara-negara peserta, tapi hingga kini sepertinya tidak akan ada perubahan signifikan. Piala Dunia dimulai dalam dua pekan, seharusnya kompetisi berjalan sebagaimana mestinya.
"Saya hanya bisa mengulangi ini: Memilih Qatar adalah sebuah kesalahan dan saya bertanggung jawab untuk itu sebagai presiden yang menjabat," sambung Blatter.
"Sekarang Piala Dunia sudah dekat, saya senang bahwa tidak ada pesepak bola yang melakukan boikot, tentu dengan beberapa pengecualian."
"Bagi saya, jelas Qatar adalah kesalahan. Ini pilihan buruk," tutupnya.
Sumber: Sky Sports
Jangan lewatkan ya, Bolaneters!
Zlatko Dalic: Kombinasi Pengalaman dan Bakat Akan Menjadi Senjata Kroasia di Piala Dunia 2022
Gareth Southgate: Piala Dunia Masih Jadi Panggung Terbesar bagi Pesepakbola
Piala Dunia 2022: Zlatko Dalic Ingin Bawa Kroasia ke Final Sekali Lagi
Tanpa Roberto Firmino, Begini Kekuatan Lini Serang Timnas Brasil untuk Piala Dunia 2022
Gareth Southgate Ungkap Dirinya Pernah Dukung Skotlandia di Piala Dunia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Gary Neville: Tanpa Lionel Messi, Argentina Sulit Tembus Semifinal
Piala Dunia 22 Juli 2026, 10:01
-
Arda Guler Jadi Pilar Proyek Baru Jose Mourinho di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 23:59
LATEST UPDATE
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
-
Kylian Mbappe Cetak Rekor Langka, Lampaui Pencapaian Messi dan Ronaldo
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












