Marcus Rashford Bikin Tuchel Berpikir Ulang, Mampukah Rebut Posisi Starter Inggris di Piala Dunia 2026?
Richard Andreas | 8 Juni 2026 16:45
Bola.net - Timnas Inggris meraih kemenangan atas Selandia Baru dalam laga pemanasan menuju Piala Dunia 2026. Harry Kane kembali melakukan apa yang sudah menjadi kebiasaannya selama bertahun-tahun, yaitu mencetak gol.
Namun, di balik kemenangan tersebut, justru Marcus Rashford menjadi sosok yang paling banyak menarik perhatian. Saat sebagian besar pemain gagal memberikan kesan mendalam kepada Thomas Tuchel, Rashford tampil cukup menjanjikan untuk membuka persaingan baru di sektor sayap kiri.
Dengan turnamen yang tinggal hitungan hari, laga di Florida seharusnya menjadi ajang bagi para pemain untuk memperkuat posisi mereka. Hasilnya, hanya sedikit yang benar-benar berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut.
Rashford Menang dalam Perebutan Posisi Sayap Kiri

Rashford menjadi salah satu pemain yang memberikan sinyal positif kepada staf pelatih Inggris. Penampilannya memang tidak spektakuler, tetapi cukup untuk menonjol dibanding banyak rekan setimnya.
Salah satu momen terbaiknya terjadi ketika aksi individunya di sisi kiri membuka peluang bagi Harry Kane. Selain itu, ia juga melepaskan dua tembakan dalam rentang waktu singkat, meski keduanya belum menemui sasaran.
Penampilan tersebut terasa semakin penting mengingat posisi sayap kiri menjadi salah satu area yang masih terbuka dalam susunan pemain utama Tuchel. Rashford diketahui datang lebih awal ke Florida dan menjalani latihan tambahan bersama pelatih pribadi di fasilitas Inter Miami untuk mencapai kondisi fisik terbaiknya.
Motivasi pemain Manchester United itu juga terbilang besar. Setelah gagal masuk skuad Euro 2024, Rashford kini berusaha membuktikan dirinya masih layak menjadi pilihan utama di level internasional.
Anthony Gordon Belum Memberikan Jawaban

Persaingan utama Rashford datang dari Anthony Gordon. Namun pemain Newcastle tersebut belum mampu memberikan dampak yang sama dalam laga melawan Selandia Baru.
Gordon tampil pada babak kedua dalam pertandingan pertamanya setelah hampir dua bulan absen. Ia terlihat belum menemukan ritme terbaiknya, sesuatu yang mungkin dipengaruhi minimnya waktu bermain dalam beberapa pekan terakhir.
Meski demikian, situasi ini belum sepenuhnya selesai. Karakter permainan Gordon sangat bergantung pada kecepatan dan ketajaman fisik, sehingga laga berikutnya melawan Kosta Rika bisa menjadi kesempatan baginya untuk kembali menunjukkan kualitas terbaik.
Untuk saat ini, Rashford tampak sedikit lebih unggul dalam penilaian awal Tuchel menjelang pertandingan pembuka melawan Kroasia di Dallas.
Harry Kane Tetap Jadi Pembeda

Di tengah berbagai eksperimen yang dilakukan Inggris, satu hal tetap tidak berubah. Harry Kane masih menjadi sumber ancaman utama tim.
Gol kemenangan Inggris kembali dicetak oleh sang kapten. Torehan tersebut membuat Kane terus menambah koleksi gol internasionalnya dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pencetak gol terbaik dalam sejarah sepak bola internasional.
Gol itu juga menjadi momen spesial bagi Djed Spence. Umpan silangnya berhasil diselesaikan dengan baik oleh Kane untuk menghasilkan gol penentu kemenangan.
Spence selama ini lebih dikenal karena kemampuan bertahannya. Namun assist tersebut menunjukkan bahwa bek Tottenham itu juga mampu memberikan kontribusi di area menyerang saat dibutuhkan.
Eksperimen Tuchel Memunculkan Tanda Tanya
Meski menang, sejumlah keputusan Tuchel justru menimbulkan pertanyaan. Pelatih asal Jerman itu mengganti seluruh 11 pemain saat jeda pertandingan, membuat laga terasa seperti sesi latihan ketimbang pertandingan internasional biasa.
Salah satu keputusan yang cukup membingungkan adalah memainkan Nico O'Reilly di lini tengah pada babak kedua. Padahal pemain Manchester City tersebut dinilai sebagai salah satu bek kiri terbaik yang dimiliki Inggris saat ini.
Di posisi yang sama, Tuchel bergantian memainkan Djed Spence dan Tino Livramento. Sementara itu, Jarell Quansah kembali ditempatkan di posisi bek kanan meski bukan peran alaminya.
Eksperimen serupa juga terlihat pada Ollie Watkins. Penyerang Aston Villa dimainkan di sisi kanan serangan karena absennya Bukayo Saka dan Noni Madueke. Namun Watkins gagal memberikan pengaruh berarti sepanjang penampilannya.
Situasi tersebut memunculkan perdebatan mengenai kecenderungan Tuchel memilih pemain serbabisa. Fleksibilitas memang membantu dalam penyusunan skuad berisi 26 pemain, tetapi terlalu banyak eksperimen posisi bisa mengurangi efektivitas tim di lapangan.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Messi, Ronaldo, dan Generasi Emas yang Masih Bermain Piala Dunia 2026
Piala Dunia 8 Juni 2026, 17:45
-
Prediksi Argentina vs Islandia 10 Juni 2026
Piala Dunia 8 Juni 2026, 17:30
LATEST UPDATE
-
Thomas Tuchel dan Kutukan Pelatih Inggris yang Tak Kunjung Berakhir
Piala Dunia 8 Juni 2026, 18:45
-
Messi, Ronaldo, dan Generasi Emas yang Masih Bermain Piala Dunia 2026
Piala Dunia 8 Juni 2026, 17:45
-
Prediksi Argentina vs Islandia 10 Juni 2026
Piala Dunia 8 Juni 2026, 17:30
-
Prediksi Senegal vs Arab Saudi 10 Juni 2026
Piala Dunia 8 Juni 2026, 17:00
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47











