Maroko Usir Spanyol dari Piala Dunia 2022! 5 Pelajaran dari Duel 120 Menit dan Drama Adu Penalti
Richard Andreas | 7 Desember 2022 04:00
Bola.net - Maroko memaksa Spanyol angkat kaki dari Piala Dunia 2022 Qatar. Selasa (6/12/2022), Maroko melewati duel alot 120 menit untuk mengalahkan Spanyol di babak adu penalti dengan skor telak 3-0.
Bermain di Education City Stadium, Maroko tampil tangguh untuk merebut tiket perempat final dari Spanyol. Hakim Ziyech dkk. menang dramatis di babak adu penalti.
Sesuai prediksi, Maroko tampil tangguh untuk membuat Spanyol kesulitan. Bahkan 45 menit pertama Maroko tampak lebih berbahaya daripada La Roja.
Spanyol bangkit di babak kedua, tapi tidak ada gol hingga 90 menit berakhir. Laga bahkan masih terkunci tanpa gol hingga 120 menit berlalu.
Lanjut ke babak adu penalti, Yassine Bounou kiper Maroko tampil luar biasa dengan menepis tiga penalti lawan. Maroko menang telak 3-0 dan berhak melaju ke babak perempat final.
Kemenangan Maroko atas Spanyol kali ini juga menyisakan setidaknya 5 pelajaran menarik. Apa saja? Scroll ke bawah yuk, Bolaneters!
5. Maroko super-agresif di babak pertama, kelelahan di babak kedua

Maroko langsung tancap gas dan coba memberikan segalanya di 45 menit pertama. Babak pertama jadi milik Hakim Ziyech dkk. Spanyol sulit mengembangkan permainan.
Terbukti, Spanyol mendominasi penguasaan bola sampai 69% di babak pertama, tapi justru Maroko yang lebih banyak mendapatkan peluang atau celah serangan.
Maroko kemudian menurunkan tempo di babak kedua, sepertinya untuk menjaga stamina. Untungnya mereka masih bisa menjaga gawang tidak sampai kebobolan.
4. Penguasaan bola Spanyol yang tak berarti

Tim yang mendominasi sampai tiga perempat total persentase penguasaan bola seharusnya bisa menang, atau paling tidak mencetak gol. Nahas, Spanyol tidak demikian.
La Roja memang membawa bola, tapi mereka tidak tahu bola tersebut harus diapakan. Aliran umpan Spanyol hampir tidak berarti, tidak benar-benar mengancam.
Tercatat, Spanyol hanya melepas satu tembakan tepat sasaran selama 120 menit. Tentu catatan buruk untuk tim yang digadang-gadang jadi juara.
3. Maroko harus lebih efektif di lini serang

Di babak pertama, dengan lebih banyak peluang, Maroko seharusnya bisa memanfaatkan momentum untuk mencetak gol. Sayangnya mereka masih bermasalah dalam final pass.
Umpan pemungkas Maroko sering salah sasaran, jadi serangan mereka terhenti begitu saja. Padahal, seharusnya Maroko bisa mencetak gol lebih dari sekali.
Di perempat final nanti, Maroko jelas harus bermain lebih efektif dan harus memaksimalkan peluang sebaik-baiknya.
2. Spanyol sial di extra time

Spanyol dan extra time memang tidak berjodoh. Tercatat, dengan kekalahan ini, La Roja sudah lima kali tersingkir di babak extra time dalam turnamen besar (Piala Dunia dan Piala Eropa).
Di Euro 2020 lalu, Spanyol juga kalah adu penalti dari Italia. Dan di edisi Piala Dunia terakhir (2018), Spanyol juga kalah adu penalti dari Rusia.
Kali ini skuad Luis Enrique kembali sial di babak adu penalti. Energi Spanyol sepertinya tidak cukup untuk duel alot selama 120 menit.
1. Pahlawan Maroko: Yassine Bounou dan Achraf Hakimi

Ada dua pahlawan Maroko di balik kemenangan atas Spanyol: Yassine Bounou dan Achraf Hakimi. Keduanya jadi penentu di babak adu penalti.
Bounou, kiper Sevilla, memaksa tiga eksekutor pertama Spanyol gagal melakukan tugasnya. Sarabia, Soler, dan Busquets gagal mengeksekusi penalti.
Kerja keras Bounou kemudian dituntaskan Hakimi yang jadi penendang keempat Maroko. Di panggung terbesar dunia, dengan tekanan masif, Hakimi melepas eksekusi Panenka untuk menaklukkan Unai Simon. Impresif.
Susunan pemain
MAROKO XI (4-3-3): Yassine Bounou; Achraf Hakimi, Nayef Aguerd (84' Jawad El Yamiq), Romain Saiss, Noussair Mazraoui (82' Yahya Attia Attia Allah); Azzedine Ounahi (120' Badr Benoun), Sofyan Amrabat, Selim Amallah (82' Walid Cheddira); Hakim Ziyech, Youssef En-Nesyri (82' Abdelhamid Sabiri), Sofiane Boufal (66' Abdessamad Ezzalzouli).
Pelatih: Walid Regragui
SPANYOL XI (4-3-3): Unai Simon; Marcos Llorente, Rodri, Aymeric Laporte, Jordi Alba (98' Alejandro Balde); Gavi (63' Carlos Soler), Sergio Busquets, Pedri; Ferran Torres (76' Nico Williams, 119' Pablo Sarabia), Marco Asensio (63' Alvaro Morata), Dani Olmo (98' Ansu Fati).
Pelatih: Luis Enrique
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





