Menantikan Debut jadi Pelatih Italia, Apa yang Dilakukan Gennaro Gattuso Jelang Lawan Estonia?
Editor Bolanet | 5 September 2025 08:35
Bola.net - Era baru Timnas Italia di bawah komando pelatih Gennaro Gattuso akan segera dimulai pada malam ini. Gattuso akan memimpin Gli Azzurri untuk pertama kalinya dalam laga krusial melawan Estonia.
Pertandingan ini merupakan bagian dari ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026. Laga perdana Gattuso ini akan digelar di Bergamo pada Jumat (5/9/2025) malam waktu setempat atau Sabtu dini hari WIB.
Menjelang laga debutnya yang sangat dinantikan, Gattuso mengaku sangat terkesan dengan hari-hari pertamanya bersama tim. Ia memberikan pujian setinggi langit atas profesionalisme dan dukungan penuh yang ia terima dari seluruh elemen skuad.
Gattuso juga menegaskan kembali mengenai DNA sepak bola seperti apa yang ingin ia tanamkan dalam timnya. Simak penuturan lengkap sang pelatih jelang momen bersejarah dalam kariernya di bawah ini.
Awal yang Sempurna
Gennaro Gattuso akhirnya mendapatkan kesempatan pertamanya untuk bekerja secara langsung bersama para pemain Timnas Italia. Momen ini terjadi setelah ia resmi ditunjuk untuk menggantikan Luciano Spalletti pada 15 Juni lalu.
Pelatih yang akrab disapa Rino ini mengaku tidak bisa membayangkan sebuah awal yang lebih baik dari yang ia rasakan saat ini. Ia merasa sangat diterima oleh seluruh pemain, staf, dan orang-orang yang bekerja di federasi.
Menurutnya, semua pihak telah memberikan dukungan penuh dan menempatkan diri mereka untuk membantunya. Hal ini tentu menjadi sebuah modal yang sangat berharga bagi sang pelatih.
"Saya benar-benar tidak bisa membayangkan sesuatu yang lebih baik, skuad menempatkan dirinya untuk saya, bersama dengan semua orang yang bekerja di Federasi," kata Gattuso kepada Sky Sport Italia.
DNA Petarung Gli Azzurri
Menatap laga melawan Estonia, Gattuso mengharapkan sebuah pertandingan yang hebat dari anak asuhnya. Ia pun tak lupa memberikan pujian setinggi langit kepada para pemainnya atas sikap yang mereka tunjukkan.
Menurutnya, para pemain telah menunjukkan profesionalisme dan rasa kemanusiaan yang luar biasa. Ia juga kembali menekankan pentingnya rasa memiliki dan kebersamaan sebagai sebuah tim yang solid.
Gattuso menegaskan bahwa taktik dan teknik memang merupakan elemen yang penting dalam sepak bola. Namun, ia percaya ada hal lain yang menjadi ciri khas sejati dan kekuatan utama dari Timnas Italia.
"Kita bisa berbicara tentang taktik dan teknik sesuka kita, tetapi sejarah mengatakan bahwa kolektivitas dan semangat juang adalah bagian dari DNA sepak bola kita," tegasnya.
Fokus Penuh, Tahan Emosi
Lebih lanjut, Gattuso mengaku bahwa ia belum merasakan gejolak emosi yang berlebihan jelang laga debutnya ini. Untuk saat ini, ia lebih memilih untuk fokus penuh pada persiapan teknis dan strategi tim.
Ia mengatakan bahwa dirinya merasakan tekanan yang sama seperti saat masih aktif bermain sebagai seorang pemain. Baginya, konsentrasi adalah kunci utama yang harus dijaga menjelang sebuah pertandingan penting.
Meski begitu, ia memprediksi bahwa akan ada sedikit luapan emosi saat wasit meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. Namun, untuk saat ini ia hanya ingin berkonsentrasi pada pekerjaannya.
"Kita tahu ada tugas yang sangat berat di hadapan kita, tetapi kita harus memberikan segalanya," sambungnya singkat.
Duka dan Penghormatan untuk Giorgio Armani
Di tengah persiapan jelang laga, skuad Timnas Italia juga sedang diselimuti oleh kabar duka. Perancang busana legendaris asal Italia, Giorgio Armani, dikabarkan meninggal dunia hari ini di usia 91 tahun.
Seperti yang diketahui, Armani memiliki hubungan yang sangat erat dengan Timnas Italia. Ia adalah sosok di balik desain jas resmi yang sering dikenakan oleh para pemain dan staf dalam berbagai turnamen besar.
Gattuso pun memastikan bahwa akan ada sebuah pesan penghormatan khusus yang akan diberikan oleh tim untuk Armani sebelum laga dimulai. Ia juga turut mengenang sosok desainer legendaris tersebut secara pribadi.
"Kita telah kehilangan seorang pria hebat, yang mewujudkan kelas dan kualitas. Saya bertemu dengannya di sebuah pertandingan bola basket, dia sangat mencintai olahraga," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Xabi Alonso Buka Suara soal Masa Depan Mykhailo Mudryk di Chelsea
Liga Inggris 5 Agustus 2026, 10:13
-
Neymar Akui Bisa Pensiun Usai Kontraknya di Santos Berakhir pada Desember
Bola Dunia Lainnya 5 Agustus 2026, 09:43
LATEST UPDATE
-
Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:24
-
Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:19
-
Fabregas Batasi Euforia Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:15
-
Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
Liga Champions 11 September 2026, 14:11
-
Leipzig Hancur di Markas Como, Demichelis: 2 Gol Pertama Hadiah
Liga Champions 11 September 2026, 14:06
-
Malam Bersejarah yang Sempurna di Tepi Danau Como
Liga Champions 11 September 2026, 14:02
-
Bayern Munchen dan Kesabaran yang Berbuah Manis
Liga Champions 11 September 2026, 13:20
-
20 Menit yang Sangat Sulit bagi Bodo/Glimt
Liga Champions 11 September 2026, 13:12
-
Bayern, Perjalanan Masih Panjang
Liga Champions 11 September 2026, 13:04
-
Manchester United dan Sebuah Kemenangan yang Sempurna
Liga Champions 11 September 2026, 12:55
-
Prediksi Chelsea vs Hull City 12 September 2026
Liga Inggris 11 September 2026, 12:51
-
Deco Ungkap Alasan Barcelona Rela Bayar Mahal untuk Anthony Gordon
Liga Spanyol 11 September 2026, 12:35
-
Kobbie Mainoo Pamer Kelas Saat MU Bungkam Sabah FK 4-0
Liga Champions 11 September 2026, 11:55
-
Mimpi Saksikan Barcelona di Spotify Camp Nou? Kartu BRI Debit Bisa Jadi Jalan
Liga Spanyol 11 September 2026, 11:52
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33




