Menilik Format Baru: Apa yang Berbeda di Piala Dunia Antarklub 2025?
Richard Andreas | 30 April 2025 10:32
Bola.net - Format baru Piala Dunia Antarklub 2025 menandai babak baru dalam sejarah turnamen antarjuara dunia. Setelah bertahun-tahun hanya menampilkan 7 tim, FIFA kini mengembangkan turnamen menjadi kompetisi besar dengan 32 klub dari berbagai benua.
Perubahan ini dinilai sebagai upaya untuk menyetarakan kompetisi klub global, meski tentu tidak lepas dari sejumlah tantangan besar. Turnamen edisi 2025 dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni hingga Juli di Amerika Serikat.
Dengan jadwal yang berdekatan dengan akhir musim domestik Eropa dan Copa Libertadores, muncul kekhawatiran soal kelelahan pemain dan kepadatan kalender. Di sisi lain, format ini memberi lebih banyak peluang bagi klub dari Asia, Afrika, dan CONCACAF untuk tampil di panggung dunia.
Piala Dunia Antarklub 2025 bukan hanya soal menambah jumlah peserta, tetapi juga membuka peluang komersial, diplomasi olahraga, dan pertumbuhan sepak bola di luar Eropa. Namun, keberhasilan turnamen ini akan sangat tergantung pada bagaimana FIFA mengelola aspek kompetitif, logistik, dan antusiasme penonton global.
Format 32 Tim: Terobosan Berani atau Risiko Baru?
FIFA mengadopsi format seperti Piala Dunia antarnegara dengan 32 tim yang dibagi ke dalam 8 grup, masing-masing terdiri dari 4 tim. Dua tim teratas dari setiap grup akan lolos ke babak gugur. Format ini membuat durasi turnamen menjadi sekitar satu bulan, dengan minimal tiga pertandingan untuk setiap klub peserta.
Meskipun konsepnya ambisius, pertanyaan besar muncul soal kesiapan infrastruktur, khususnya dalam hal logistik, jarak tempuh antar stadion, serta kesiapan klub-klub dari benua di luar Eropa untuk menghadapi jadwal padat. Klub besar juga khawatir tentang keseimbangan antara prioritas domestik dan tuntutan global.
Meski demikian, format ini memberi kesempatan unik bagi tim dari konfederasi yang sebelumnya jarang mendapat sorotan. Mereka akan mendapat pengalaman berharga melawan klub top dunia dan bisa menunjukkan potensi kompetitif yang selama ini terpinggirkan dalam format lama.
Tantangan Klub dan Kepadatan Kalender Global

Salah satu kritik utama terhadap turnamen ini adalah penambahan beban bagi pemain top dunia yang sudah menghadapi jadwal padat di liga domestik dan turnamen kontinental. Klub-klub Eropa terutama khawatir soal potensi cedera dan dampak jangka panjang pada performa tim.
Selain itu, belum semua liga dan asosiasi menyepakati bagaimana integrasi turnamen ini dalam kalender resmi. Beberapa pelatih juga mengkritik turnamen ini sebagai “komersial” dan minim nilai sportivitas karena digelar di luar musim kompetisi. Hal ini menimbulkan debat soal urgensi dan keadilan dalam sistem kompetisi klub global.
Di sisi lain, bagi klub dari Asia, Afrika, dan Amerika Utara, Piala Dunia Antarklub adalah peluang langka untuk menguji level mereka dan membangun brand secara global. Turnamen ini bisa mempercepat investasi, meningkatkan kualitas skuad, dan membuka kerja sama internasional.
Peluang Globalisasi Sepak Bola Klub
Turnamen ini berpotensi menciptakan era baru dalam globalisasi sepak bola klub, yang selama ini didominasi Eropa. Dengan penyebaran 32 klub dari berbagai benua, eksposur media dan komersial akan jauh lebih luas. Klub-klub dari Jepang, Meksiko, Mesir, atau Arab Saudi bisa meraih sorotan yang biasanya hanya didapat oleh klub elite Eropa.
Di sisi penyelenggaraan, Amerika Serikat sebagai tuan rumah memiliki pengalaman besar dalam mengelola event olahraga global. Ini membuka peluang untuk menciptakan atmosfer yang kompetitif dan hiburan yang menarik, dengan dukungan infrastruktur canggih dan pasar yang antusias.
Jika berhasil, Piala Dunia Antarklub 2025 bisa menjadi titik balik dalam sejarah sepak bola klub internasional. Ia bukan lagi sekadar "pameran" singkat antar juara, tetapi turnamen serius yang menandai babak baru rivalitas lintas benua.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Real Madrid vs Man City: Saat Xabi Alonso Harus Menghadapi Sang Guru
Liga Champions 10 Desember 2025, 20:33
-
Update Ranking BWF 2025: Para Pebulu Tangkis Indonesia di Peringkat Berapa?
Bulu Tangkis 28 November 2025, 09:10
LATEST UPDATE
-
Prediksi Roma vs Milan 26 Januari 2026
Liga Italia 23 Januari 2026, 23:29
-
Prediksi Juventus vs Napoli 26 Januari 2026
Liga Italia 23 Januari 2026, 23:08
-
Prediksi Arsenal vs Man United 25 Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 22:12
-
Proliga 2026: Kalahkan Medan Falcons, Livin Mandiri Raih Kemenangan Perdana
Voli 23 Januari 2026, 21:59
-
Prediksi Barcelona vs Oviedo 25 Januari 2026
Liga Spanyol 23 Januari 2026, 21:55
-
Prediksi Crystal Palace vs Chelsea 25 Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 20:48
-
Liverpool Mengintai, Thomas Frank Tegaskan Micky van de Ven Milik Tottenham
Liga Inggris 23 Januari 2026, 20:24
-
Prediksi Villarreal vs Real Madrid 25 Januari 2026
Liga Spanyol 23 Januari 2026, 20:05
-
Prediksi Bournemouth vs Liverpool 25 Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 20:00
-
Live Streaming Inter vs Pisa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 23 Januari 2026, 19:45
-
Prediksi BRI Super League: Malut United vs Persik Kediri 24 Januari 2026
Bola Indonesia 23 Januari 2026, 19:38
-
Prediksi Man City vs Wolves 24 Januari 2026
Liga Inggris 23 Januari 2026, 18:28
LATEST EDITORIAL
-
5 Bintang Manchester United yang Bisa Bersinar di Bawah Michael Carrick
Editorial 23 Januari 2026, 06:04
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06





