Mino Raiola: FIFA Itu Diktator Komunis
Richard Andreas | 10 Maret 2020 08:30
Bola.net - Super-Agen Mino Raiola melayangkan kritik keras terhadap badan tertinggi sepak bola dunia, FIFA. Dia yakin FIFA dipenuhi kontroversi dan kepemimpinan yang tidak bisa dipercaya dan korup.
Raiola tergabung dalam Football Agents Forum (FAF), yang bersama-sama menyerang FIFA. Para agen merasa dipermainkan oleh FIFA terkait transfer pemain, khususnya soal aliran uang.
Raiola mengatakan bahwa FIFA benar-benar menolak diskusi, membuat keputusan sendiri tanpa duduk bersama. Tentu sikap seperti itu mempersulit para agen yang ingin bekerja.
Apa maksud Raiola? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
FIFA Korup?
Menurut Raiola, FIFA telah menerapkan sejumlah peraturan yang mempersulit kerja agen. Dia dan rekan-rekannya tidak bisa bergerak bebas karena ada sejumlah aturan yang menyulitkan agen.
September 2019 lalu, FIFA mengumumkan rencana untuk membatasi pendapatan agen jadi 10% saja dari total biaya transfer. Peraturan ini tentu mengekang para agen.
"FIFA sama seperti diktator komunis yang mengatur orang-orang tentang apa yang harus mereka lakukan sepanjang waktu," ujar Raiola kepada Goal internasional.
"Banyak orang sudah menyadarinya. Pihak oposisi haru frontal dan transparan. Kami [para agen] bekerja sama dengan asosiasi sepak bola Swiss karena kami ingin melawannya dari sini, dari Swiss, tempat FIFA berada."
"Kami menginginkan dunia kerja yang lebih transparan dan jika FIFA juga menginginkannya, bagus. Segalanya harus jelas dan barulah kami mulai berbicara, tapi FIFA baru mengatakan bahwa keputusan mereka mutlak," imbuhnya.
Butuh Badan Kedua
Raiola mengindikasikan bahwa FAF sudah muak berhadapan dengan FIFA. Dia cemas sepak bola dimonopoli, harus ada perubahan besar jika sepak bola ingin berkembang.
Sebenarnya FIFA sudah benar jika ingin membatasi pergerakan agen, tapi Raiola yakin keputusan memangkas ongkos agen jadi maksimal 10% saja itu terlalu parah.
"Sepak bola membutuhkan sistem kedua. Saat ini FIFA mau jadi segalanya: Pemerintah, wilayah komersial, bagian legal, dan itu mustahil," sambung Raiola.
"Kami tahu apa maksud di balik mengatur semuanya sendiri. Di Eropa, kami bekerja sama dengan klub-klub, tidak ada masalah. Mengapa kami harus menempuh jalur FIFA jika kami sudah lebih memahami UEFA?" pungkasnya.
Sumber: Goal
Baca ini juga ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
-
Barcelona Tak Tutup Pintu untuk Kepergian Ronald Araujo
Liga Spanyol 22 Juli 2026, 12:00
LATEST UPDATE
-
Liverpool Jalani Pramusim, 8 Pemain Ini Butuh Penampilan Impresif
Liga Inggris 24 Juli 2026, 01:00
-
Alejandro Garnacho Resmi Dipinjamkan Chelsea ke Aston Villa
Liga Inggris 23 Juli 2026, 22:03
-
Italia Tunggu Jawaban Guardiola
Piala Eropa 23 Juli 2026, 20:49
-
Lamine Yamal Tetap di Sayap, Barcelona Tolak Ubah Peran Jadi False Nine
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:39
-
Karim Adeyemi Tegaskan Ambisi Besar Usai Gabung Barcelona
Liga Spanyol 23 Juli 2026, 20:34
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34












