Modric Berharap Bisa Lampaui Prestasi Kroasia 1998
Editor Bolanet | 8 Juli 2018 11:21
Kroasia memulai perjalanannya di Piala Dunia 2018 tanpa terlalu banyak diperhatikan media. Mereka tak dipandang sebagai salah satu tim calon juara.
Akan tetapi, tim asuhan Zlatko Dalic ini mampu menjawab dengan prestasi apik di atas lapangan. Mereka sukses meloloskan diri dari Grup D sebagai pemuncak klasemen, mengalahkan Argentina.
Mereka juga tak pernah tersentuh kekalahan. Di babak 16 besar, Kroasia kemudian sukses mengalahkan Denmark, meski harus melalui babak adu penalti. (gl/dim)
Kalahkan Rusia

Di babak perempat final, Kroasia harus berhadapan dengan tuan rumah, Rusia. Pertandingan itu berjalan dengan alot.
Di waktu normal, pertandingan berakhir dengan skor 2-2. Pertandingan berlangsung seru karena kedua tim susul menyusul dalam mencetak gol.
Pada akhirnya duel dilanjutkan ke babak adu penalti. Di sini Kroasia menang dengan skor 3-4. Mereka pun dipastikan melenggang ke babak semifinal.
Bangga

Keberhasilan melangkah ke semifinal ini menyamai prestasi yang ditorehkan skuat Kroasia pada tahun 1998 silam di Prancis. Di babak ini nanti mereka akan ditunggu oleh Inggris.
Modric tentu bangga bisa membawa negaranya masuk semifinal. Namun ia berharap timnya tak mengikuti jejak seniornya di Prancis dua dekade lalu.
Ini membuat kami sangat bangga dan bahagia bahwa setelah 20 tahun, kami mencapai semifinal Piala Dunia, serunya seperti dilansir Goal International.
Kami mengambil rute yang sulit. Kami tidak beruntung dalam turnamen sebelumnya. Sekarang kami mengumpulkan utang tahun ini, sambungnya.
Mudah-mudahan kami bisa melangkah lebih jauh dari 98. Kami memiliki tim yang hebat. Staf dan pelatih yang hebat. Saya harap kami bisa mewujudkan langkah tambahan itu, tegasnya.
Prancis 98

Skuat Kroasia di tahun 1998 kala itu dihuni banyak pemain hebat juga. Ada pemain seperti Davor Suker, Prosinecki, Zvonimir Boban, Alen Boksic, Robert Jarni, Dario Simic, Igor Tudor, hingga Slaven Bilic.
Tim mereka saat itu dilatih oleh Miroslav Blazevic. Saat itu mereka tergabung di Grup H, dan juga bertemu dengan Argentina. Saat itu tim Tango bisa keluar sebagai pemuncak klasemen sementara Kroasia di posisi runner-up.
Di babak 16 besar, mereka berhadapan dengan Rumania dan menang 1-0. Setelah itu di babak perempat final Kroasia tampil gemilang dan menggulung Jerman 3-0.
Di babak semifinal, Kroasia bertemu Prancis. Pertempuran berlangsung sengit, namun akhirnya Les Blues berhasil menang 2-1 berkat kecemerlangan seorang Lilian Thuram, yang saat itu main sebagai bek kanan.
Kroasia kemudian berduel dangan Belanda untuk memperebutkan posisi tiga. Saat itu mereka berhasil menang 2-1.
[initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Pisa vs Milan: Luka Modric
Liga Italia 14 Februari 2026, 07:50
-
Milan Terbang di Serie A, Kaladze Blak-blakan Sebut 3 Pemain Favoritnya Saat Ini
Liga Italia 12 Februari 2026, 05:41
-
Christopher Nkunku, Luka Modric, dan Pinggul yang Terkilir
Liga Italia 12 Februari 2026, 03:54
-
Masa Depan Modric di AC Milan Bergantung 3 Faktor
Liga Italia 9 Februari 2026, 23:36
-
AC Milan Buru Amunisi Baru, Musim Depan Bakal Ada 2 Pemain Kroasia di San Siro?
Liga Italia 29 Januari 2026, 17:13
LATEST UPDATE
-
Bagaimana Nasib Rodrygo di Real Madrid usai Cedera Lutut Serius?
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:53
-
Real Madrid Mau Rekrut Vitinha? Lupakan Saja!
Liga Spanyol 5 Maret 2026, 23:00
-
Hasil Persik vs PSBS Biak: Comeback Manis Macan Putih
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:41
-
Hasil Persijap vs Persis: Tanpa Gol di Stadion Gelora Bumi Kartini
Bola Indonesia 5 Maret 2026, 22:30
LATEST EDITORIAL
-
5 Perebutan Transfer Panas Man Utd vs Man City: Siapa Lebih Unggul?
Editorial 4 Maret 2026, 14:37














