Moggi Sarankan Italia Lakukan Seperti Kata Operator SPBU: Mulai dari Nol Ya
Afdholud Dzikry | 2 April 2026 05:06
Bola.net - Sepak bola Italia tengah berada di titik nadir setelah dipastikan absen untuk ketiga kalinya secara beruntun di Piala Dunia. Kegagalan memilukan ini memancing kemarahan besar dari mantan petinggi Juventus, Luciano Moggi.
Bagi Moggi, kehancuran Azzurri bukanlah sebuah kebetulan belaka. Ia melihat adanya kerusakan sistemik yang sudah menggerogoti jantung sepak bola Italia selama hampir dua dekade terakhir.
Situasi ini dianggap sebagai cerminan dari bobroknya kepemimpinan federasi yang tidak kompeten. Publik kini menanti apakah akan ada perubahan nyata atau sekadar janji manis di tengah duka nasional.
Moggi tidak ragu menunjuk hidung pihak-pihak yang dianggapnya bertanggung jawab atas tragedi ini. Ia membawa narasi tajam tentang masa lalu dan tuntutan radikal untuk masa depan.
Kutukan Pasca Calciopoli dan Keruntuhan Sistem

Moggi menarik garis merah antara krisis saat ini dengan skandal besar yang mengguncang Italia tahun 2006 silam. Menurutnya, kejayaan di Berlin tahun itu adalah akhir dari era kepemimpinan yang kuat di tubuh tim nasional.
"Ingatlah bahwa hasil besar terakhir adalah pada tahun 2006, saat kita memenangi Piala Dunia dengan struktur kepemimpinan yang tangguh," kenang Moggi via TuttoMercatoWeb.
Ia meyakini bahwa setelah badai Calciopoli melanda, fondasi sepak bola Italia perlahan mulai runtuh dan kehilangan identitasnya. Sejak saat itu, prestise Italia di mata dunia terus merosot tanpa ada upaya perbaikan yang berarti.
"Dari titik itu, dengan munculnya fajar Calciopoli, sepak bola Italia telah tamat," tegas pria yang pernah menjadi sosok paling berpengaruh di Serie A tersebut.
Desakan Mundur untuk Gabriele Gravina
Sorotan tajam Moggi tertuju langsung pada Presiden FIGC, Gabriele Gravina, yang dianggap gagal total mengemban amanah. Ia menilai kegagalan beruntun di kualifikasi Piala Dunia adalah bukti tak terbantahkan bahwa kepemimpinan saat ini telah usang.
"Tim nasional adalah cermin dari sistem. Jika kita tersingkir tiga kali, itu berarti ada sesuatu yang rusak secara fundamental di tingkat dasar," cetusnya saat berbicara di Radio Tutto Napoli.
Moggi menggunakan perumpamaan keras untuk menggambarkan kondisi Federasi Sepak Bola Italia saat ini. Ia menuntut adanya penyegaran di kursi tertinggi demi menyelamatkan wajah sepak bola negeri pizza.
"Ikan membusuk dari kepalanya, dan oleh karena itu Gabriele Gravina harus menyingkir. Dia tidak beruntung dan juga tidak mampu menjalankan tugasnya," semprot Moggi dengan nada geram.
Menuntut Campur Tangan Pemerintah
Melihat kebuntuan yang terjadi, Moggi mendesak Menteri Olahraga Andrea Abodi untuk tidak tinggal diam melihat kehancuran ini. Baginya, reformasi internal di tubuh federasi hanyalah mimpi di siang bolong jika tidak ada tekanan dari luar.
"Kita perlu mulai dari nol, pembersihan total. Menteri Abodi harus melakukan intervensi secara serius," tuntutnya secara blak-blakan.
Ia merasa masa untuk berdiskusi sudah lewat dan kini saatnya mengambil tindakan nyata yang menyakitkan. Perubahan struktural yang masif dianggap sebagai satu-satunya jalan keluar dari lingkaran setan kegagalan ini.
"Cukup bicara: yang dibutuhkan saat ini adalah sebuah revolusi nyata," imbuh Moggi.
Dukungan untuk De Laurentiis dan Sindiran Tajam
Tak hanya soal federasi, Moggi juga memberikan dukungan kepada Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, terkait restrukturisasi Serie A. Ia sepakat bahwa liga tertinggi Italia butuh perombakan total agar bisa kembali kompetitif.
"De Laurentiis benar, perombakan umum diperlukan karena hal-hal seperti ini tidak bisa terus berlanjut," ujarnya memberikan validasi.
Sebagai penutup yang menyakitkan, Moggi menyindir level kompetitif Italia yang kini merosot tajam. Ia merasa ironis melihat negara pemegang empat gelar juara dunia sekarang justru gemetar menghadapi tim yang secara tradisi berada di bawah mereka.
"Hari ini kita telah mencapai titik di mana kita takut pada tim-tim seperti Bosnia. Itu sudah menjelaskan segalanya," pungkas Moggi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Luka Modric Akui AC Milan Layak Kalah dari Bologna: Kami Tidak Menduganya
Liga Italia 29 Oktober 2026, 13:10
-
Menang Berkat Dua Gol Bunuh Diri, Cristian Chivu Akui Inter Milan Beruntung
Liga Italia 29 Oktober 2026, 12:45
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18


