Nagelsmann Semprot Pemain Jerman Usai Kalahkan Ghana: Jangan Banyak Gaya!
Afdholud Dzikry | 31 Maret 2026 14:41
Bola.net - Timnas Jerman baru saja memetik kemenangan tipis 2-1 dalam laga uji coba melawan Ghana. Gol penalti Kai Havertz dan penyelesaian akhir Deniz Undav memastikan hasil positif ini setelah sebelumnya mereka menang dramatis 4-3 atas Swiss.
Namun, hasil di papan skor tidak sepenuhnya membuat Julian Nagelsmann tersenyum lebar. Pelatih Die Mannschaft tersebut melihat ada celah besar yang bisa mengancam ambisi mereka di panggung dunia.
Kemenangan di laga persahabatan ini seharusnya menjadi modal kepercayaan diri. Masalahnya, Nagelsmann justru menyoroti penurunan kedisiplinan taktik yang terjadi di tengah pertandingan.
Ia merasa anak asuhnya mulai bermain di luar skema yang telah disepakati. Hal ini dianggap sebagai risiko besar yang tidak perlu diambil oleh tim sekaliber Jerman.
Penyakit Freestyle yang Kambuh

Jerman sebenarnya memulai laga dengan sangat dominan di 25 menit awal. Ghana bahkan nyaris tidak diberi kesempatan untuk melewati garis tengah lapangan karena tekanan konstan yang diterapkan Havertz dkk.
Nahas, dominasi tersebut justru membuat para pemain kehilangan kesabaran. Nagelsmann menilai timnya mulai meninggalkan posisi asli mereka dan bermain terlalu bebas atau "freestyle", persis seperti saat melawan Swiss.
Kondisi ini membuat struktur tim menjadi berantakan. Akibatnya, aliran bola menjadi tidak aman dan Jerman mulai rentan terkena serangan balik cepat dari lawan.
"Karena permainan berjalan sangat, sangat baik, kami menjadi agak tidak sabar dan berhenti mempertahankan posisi. Terjadi banyak freestyle lagi, persis seperti saat melawan Swiss. Dan terkadang kami tidak cukup aman saat memegang bola untuk melakukan freestyle semacam itu," ungkap Julian Nagelsmann.
Ancaman Cuaca Panas Amerika

Nagelsmann memberikan penjelasan lebih mendalam mengenai kritikannya terhadap gaya bebas para pemain. Ia menegaskan bahwa tidak semua pemain di skuadnya cocok dengan gaya bermain yang berpindah-pindah posisi secara liar.
Beberapa pemain justru tampil jauh lebih efektif saat mereka terpaku pada peran aslinya. Kedisiplinan struktur ini dianggap kunci untuk menjaga keseimbangan tim, terutama dalam fase transisi.
Pelatih berusia 38 tahun itu juga mengingatkan faktor eksternal yang akan mereka hadapi di Amerika Serikat nanti. Suhu udara yang tinggi menuntut efisiensi energi yang maksimal dari setiap pemain.
Struktur yang kacau memaksa pemain berlari lebih jauh untuk menutup lubang. Hal ini dianggap sebagai pemborosan tenaga yang bisa berakibat fatal di turnamen resmi.
"Tim ini mempersulit diri mereka sendiri. Anda bisa mencegah tujuh atau delapan dari sepuluh serangan balik jika Anda tetap disiplin dalam struktur," kritiknya.
Menuntut Kesabaran di Lini Depan
Meskipun memuji gairah menyerang timnya, Nagelsmann meminta anak asuhnya untuk tidak terburu-buru mengunci kemenangan. Ia lebih memilih gol yang lahir di menit akhir daripada harus kebobolan banyak gol akibat kecerobohan taktik.
Baginya, menang dengan cara yang benar jauh lebih penting daripada sekadar mencetak banyak gol tapi rapuh di belakang. Kesabaran menjadi poin utama yang ia tekankan untuk sisa masa persiapan menuju Piala Dunia.
"Mereka ingin menang dan mencetak gol, tapi cukup bagi kami jika melakukannya di menit akhir. Hal yang penting adalah kami tidak kebobolan dua atau tiga gol karena terjebak serangan balik," tegas sang pelatih.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Mantan Bos Timnas Jerman Ini Jadi Kandidat Pelatih Baru Manchester United
Liga Inggris 15 Oktober 2026, 22:54
-
Jurgen Klopp Puas dengan Performa Jerman meski Ditahan Yunani 0-0
Piala Eropa 5 Oktober 2026, 05:31
-
Hasil Yunani vs Jerman: Die Mannschaft Gagal Menang, Klopp Masih Kesulitan
Piala Eropa 5 Oktober 2026, 04:33
-
Prediksi Yunani vs Jerman 5 Oktober 2026
Piala Eropa 3 Oktober 2026, 23:03
-
Jerman Menang atas Serbia, Jurgen Klopp: Penampilan Kelas Atas
Piala Eropa 2 Oktober 2026, 05:11
LATEST UPDATE
-
Live Streaming Barcelona vs Alaves: Jadwal dan Link Nonton
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 15:21
-
Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:16
-
Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
Liga Italia 31 Oktober 2026, 15:11
-
Live Streaming Man City vs Brighton: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:06
-
Live Streaming Chelsea vs Man Utd: Jadwal dan Link Nonton
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 15:01
-
Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Malaysia: Marc Marquez Makin Kokoh di Puncak
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:43
-
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pedro Acosta Menang, Marc Marquez Posisi ke-2
Otomotif 31 Oktober 2026, 14:34
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

