Piala Dunia 1994: Ketika Italia Kembali Terluka
Serafin Unus Pasi | 31 Agustus 2022 19:06
Bola.net - Piala Dunia 1994 menjadi satu lagi momentum menyedihkan bagi Timnas Italia. Bukannya menyembuhkan luka, malah Gli Azzurri semakin terluka.
Sebelumnya, Gli Azzurri juga menjadi pesakitan di Piala Dunia 1990 saat menjadi tuan rumah. Kala itu mereka hanya mampu mencapai babak semifinal dan meraih peringkat ketiga di turnamen tersebut.
Dalam gelaran Piala Dunia 1994, Italia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Saat itu, sepak bola mereka sedang berada di puncaknya. Banyak talenta terbaik kala itu bermain di Serie A, seperti Gianluigi Lentini, Roberto Baggio, Jean-Pierre Papin dan Gianluca Vialli.
Kendati dihuni para pemain terbaik, Gli Azzurri asuhan Arrigo Sacchi mengawali turnamen dengan lambat. Mereka kalah 0-1 di pertandingan pertama saat melawan Republik Irlandia.
Italia lalu kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Norwegia 1-0 dan kemudian bermain imbang melawan Meksiko. Di babak sistem gugur itulah Italia menemukan alurnya, sebagian besar berkat penampilan gemilang bintangnya, Roberto Baggio.
Perjalanan Mulus di Fase Knockout
Bertemu Nigeria di babak 16 besar, Italia tertinggal terlebih dahulu oleh gol yang dicetak Emmanuel Amunike di menit ke-26. Namun, semenit menjelang bubarnya laga Roberto Baggio berhasil menceploskan gol di menit ke-89 dan memaksakan laga berlanjut ke babak tambahan. Dan lagi-lagi dia menjadi aktor kelolosan Italia dengan gol penaltinya pada menit ke-102.
Pada babak perdelapan final, Italia dengan mulus melaju ke babak semifinal usai menyingkirkan Spanyol dengan skor tipis 2-1. Mereka sudah ditunggu oleh Bulgaria di babak selanjutnya, dan Gli Azzurri tampaknya harus berterima kasih kembali kepada Roberto Baggio.
Menghadapi Bulgaria yang diperkuat Hristo Stoichkov, Baggio memborong dua gol untuk mengalahkan mereka dengan skor tipis 1-2. Dengan hasil itu Italia lolos ke final Piala Dunia 1994.
Kalah Lawan Brasil
Brasil kala itu diperkuat oleh pemain top seperti Romario, Bebeto, dan Dunga. Pertandingan berakhir tanpa gol setelah perpanjangan waktu, meski baik Italia maupun Brasil menciptakan beberapa peluang.
Laga pun harus ditentukan lewat tos-tosan. Italia saat itu sedang tertinggal 3-2 setelah Franco Baresi dan Daniele Massaro gagal menceploskan bola ke gawang Taffarel.
Maju sebagai penendang terakhir, Baggio gagal menuntaskan tugasnya setelah sepakannya melambung tinggi di sisi kanan gawang Brasil. Kegagalan Baggio membuat Timnas Brasil merengkuh trofi Piala Dunia keempat sepanjang sejarah mereka. Momen itu jadi catatan terburuk dalam karier sepakbola Baggio.
Aib Roberto Baggio
Berkat kegagalan penaltinya Roberto Baggio seketika langsung menjadi kambing hitam. Padahal, Baggio dikenal dengan tendangan bola matinya yang begitu mematikan.
Kala berseragam bersama Juventus, Ia menjadi eksekutor utama dalam mengambil bola mati. Di Liga Italia musim 1993-1994, dirinya bahkan sukses menelurkan 17 gol.
Kegagalan tersebut terus menghantui Baggio sepanjang kariernya.
"Itu adalah luka yang tidak pernah menutup," kata Baggio, dikutip dari laman resmi FIFA.
"Saya telah bermimpi bermain di final Piala Dunia sejak saya masih kecil, tetapi saya tidak pernah berpikir itu bisa berakhir seperti itu. Sampai hari ini, saya masih belum benar-benar menerima bahwa itu terjadi dan itu terus menghantui saya," tutur Baggio.
(Bola.net/Yoga Radyan)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Michael Carrick Dipastikan Masih Pimpin MU Lawan Bournemouth
Liga Inggris 22 Oktober 2026, 22:12
-
Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
Liga Champions 22 Oktober 2026, 19:43
-
Como Terlihat Bermain dengan '12 Orang' saat Bantai MU 4-1
Liga Champions 22 Oktober 2026, 18:55
-
Jose Mourinho Temukan Formula Keseimbangan Lini Tengah Real Madrid
Liga Spanyol 22 Oktober 2026, 18:23
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



