Piala Dunia 2018: Ketika Dua Gol Son Heung-min Tidak Cukup Membawa Korea Selatan Lolos Fase Grup
Serafin Unus Pasi | 27 September 2022 19:28
Bola.net - Son Heung-min total mengemas dua gol selama gelaran Piala Dunia 2018. Nyatanya, dua gol yang ia cetak tak mampu meloloskan Korea Selatan melaju ke babak selanjutnya di turnamen terakbar tersebut.
Son menjadi andalan Kaisar Taeguk untuk mengarungi Piala Dunia yang diselenggarakan di Rusia itu. Pemain berusia 30 tahun ini berhasil menyumbangkan dua gol dalam tiga pertandingan, mencetak masing-masing satu gol ke gawang Meksiko dan Jerman di fase grup.
Sayangnya, dua gol yang dicetak oleh pemain Tottenham Hotspur tak cukup meloloskan Korsel ke fase gugur. Kaisar Taeguk cuma berada di posisi tiga di bawah Swedia dan Meksiko. Namun kemenangan 2-0 atas juara bertahan Jerman di partai terakhir tetap jadi kenangan tersendiri.
Sejauh ini Son sudah membela timnas Korea Selatan sebanyak 100 caps dengan mencetak 32 gol.
Tersingkir di Fase Grup

Korsel harus rela tersingkir lebih dini di ajang Piala Dunia 2018, tapi kiprah Kaisar Taeguk di turnamen tersebut patut diapresiasi.
Sebelumnya, langkah Korsel sudah terhenti di Piala Dunia usai menelan dua kekalahan beruntun di awal pertandingan, saat melawan Swedia dan Meksiko. Namun, ada satu hasil pertandingan yang mampu membuat publik Korea bahkan Asia bangga yakni mampu mengalahkan juara bertahan Jerman dengan skor 2-0.
Hasil itu bahkan memaksa Der Panzer tersingkir dengan status juru kunci. Untuk Korsel sendiri, hasil tersebut membuat mereka terhenti lagi di fase grup Piala Dunia seperti gelaran di Brasil empat tahun lalu. Pencapaian terbaik Korsel adalah finis keempat saat jadi tuan rumah bersama Jepang pada edisi Piala Dunia 2002.
Merasakan Tekanan

Son Heung-min merasakan tekanan besar bermain untuk Korea Selatan di Piala Dunia 2018 di Rusia. Dalam laga perdana di Grup F melawan Rusia, skuat asuhan Shin Tae-yong justru takluk dengan skor tipis 0-1 dan akibat kekalahan itu, Son begitu menyalahkan dirinya sendiri lantaran penampilannya yang kurang maksimal.
“Saya merasa sangat, sangat menyesal untuk rekan setim saya karena ketika kami tidak mencetak gol, itu kesalahan saya, karena itulah saya harus bertanggung jawab,” ujarnya dilansir dari laman Daily Mail.
Bisa dipahami seberapa menyesalnya eks pemain Bayer Leverkusen itu menyelamatkan Korea Selatan dari pintu keluar.
Menjadi Andalan Korsel di Piala Dunia

Pelatih Shin Tae-yong membawa pemain terbaiknya Son Heung-min untuk memimpin rekan-rekannya berjuang di ajang sepakbola terbesar empat tahunan ini. Tak hanya itu, kompatriot Son yang bermain di Eropa juga dipanggil seperti Lee Seung-woo, Koo Ja-cheol, dan Hwang Hee-chan.
Bermain di Tottenham Hotspur, popularitas Son kala itu memang masih di belakang Harry Kane, Dele Alli, dan Christian Eriksen. Namun di Korea, semua orang mengharapkan Son menjadi pemain pembeda seperti yang pernah diungkapkan oleh pelatih Timnas Korsel, Shin Tae-yong bulan lalu.
“Saya pikir dia baik-baik saya tetapi untuk menjadi pemain besar, dia harus mengatasi hambatan itu," ujar pelatih yang kini menukangi timnas Indonesia ini.
(Bola.net/Yoga Radyan)
Baca Juga:
- Piala Dunia 2018: Gol Roket Luka Modric Mempermalukan Timnas Argentina
- Kebut Pemulihan, Paul Pogba Bisa Main di Piala Dunia 2022?
- Spanyol Perlakukan Pertandingan UEFA Nations League 2022 seperti Babak Gugur Piala Dunia 2022
- Dipasang Louis van Gaal Sebagai Bek Tengah, Tyrell Malacia Tidak Setuju dan Sempat Debat
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bara Api di Old Trafford: Tensi Tinggi Roy Keane dengan Istri Michael Carrick
Liga Inggris 19 Januari 2026, 22:24
-
AC Milan Kehilangan Arah Tanpa Luka Modric: Usia 40 Tahun, tapi Sangat Menentukan
Liga Italia 13 Januari 2026, 21:41
LATEST UPDATE
-
Kalahkan Inter dan Kunci 16 Besar UCL: Arsenal Kirim Pesan Kuat!
Liga Champions 21 Januari 2026, 16:09
-
Siaran Langsung Liga Champions: Juventus vs Benfica, Kick Off Jam 03.00 WIB
Liga Champions 21 Januari 2026, 15:56
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06








