Piala Dunia 2026 Dibayangi Masalah Visa Iran di Tengah Regulasi Ketat Amerika Serikat

Gia Yuda Pradana | 6 Mei 2026 17:04
Piala Dunia 2026 Dibayangi Masalah Visa Iran di Tengah Regulasi Ketat Amerika Serikat
Selebrasi pemain Timnas Iran usai memastikan tampil di Piala Dunia 2026. (c) dok.AFC

Bola.net - Krisis politik kembali menghampiri sepak bola internasional menjelang Piala Dunia 2026. Kali ini, konflik melibatkan federasi sepak bola Iran dan kebijakan imigrasi negara tuan rumah, Amerika Serikat.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengeluarkan tuntutan kepada FIFA. Ia meminta jaminan perlindungan terhadap simbol nasional Iran, termasuk yang terkait dengan militer.

Advertisement

Permintaan tersebut muncul bukan tanpa sebab, melainkan akibat insiden yang terjadi sebelumnya di Kanada. Delegasi Iran mengalami penolakan masuk saat hendak menghadiri Kongres FIFA.

Situasi ini membuka potensi konflik yang lebih luas menjelang turnamen besar tersebut, apalag Amerika Serikat memiliki kebijakan tegas terkait individu dengan afiliasi tertentu.

FIFA kini berada dalam posisi sulit karena harus menjaga netralitas olahraga di tengah tekanan politik. Di sisi lain, regulasi hukum negara tuan rumah tidak bisa diabaikan.

1 dari 3 halaman

Krisis Visa Kanada Jadi Pemicu

Krisis Visa Kanada Jadi Pemicu

Bendera Amerika Serikat berkibar di markas Rainbow PUSH Coalition, Chicago, Jumat (27/2/2026). (c) AP Photo/Erin Hooley

Masalah bermula ketika delegasi Iran, termasuk Mehdi Taj, tidak diizinkan masuk ke Kanada. Penolakan ini berkaitan dengan dugaan hubungan langsung dengan Islamic Revolutionary Guard Corps.

Pemerintah Kanada secara resmi mencabut visa Taj karena alasan keamanan nasional. Organisasi tersebut masuk dalam daftar terlarang di Kanada dan Amerika Serikat.

Insiden ini menjadi sinyal awal bahwa situasi serupa bisa terjadi di Piala Dunia 2026. Pasalnya, Amerika Serikat memiliki kebijakan yang sejalan dengan Kanada terkait organisasi tersebut.

2 dari 3 halaman

Benturan FIFA dan Hukum Amerika Serikat

Benturan FIFA dan Hukum Amerika Serikat

Logo FIFA ditampilkan pada jam hitung mundur Piala Dunia 2026 di luar BC Place Stadium, Vancouver, British Columbia, Senin, 4 Mei 2026. (c) Darryl Dyck/The Canadian Press via AP

Mehdi Taj menegaskan bahwa turnamen berada di bawah kendali FIFA, bukan pemerintah Amerika Serikat. Ia juga memperingatkan potensi pengulangan kasus penolakan masuk seperti di Kanada.

"Iran tidak akan menerima penghinaan terhadap simbol militer atau politiknya," ujar Taj dalam pernyataannya. Pernyataan itu mencerminkan ketegangan yang bisa meluas ke ranah diplomatik.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat melalui pejabat tinggi menegaskan sikapnya. Mereka membuka pintu bagi pemain, tetapi tidak bagi individu dengan afiliasi terhadap organisasi yang dianggap berbahaya.

3 dari 3 halaman

Ancaman Ketegangan Jelang Turnamen

Ancaman Ketegangan Jelang Turnamen

Presiden FIFA Gianni Infantino berjalan melewati trofi Piala Dunia usai memberikan sambutan dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, British Columbia, Kamis, 30 April 2026. (c) Darryl Dyck/The Canadian Press via AP

Kondisi ini menempatkan FIFA dalam dilema yang kompleks. Organisasi tersebut harus menyeimbangkan kepatuhan terhadap hukum negara tuan rumah dan prinsip inklusivitas olahraga.

Pengamat menilai krisis visa ini berpotensi memicu konflik baru sebelum turnamen dimulai. Jika tidak dikelola dengan baik, situasi dapat mengganggu persiapan dan atmosfer kompetisi.

Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi pesta sepak bola global kini menghadapi tantangan non-teknis serius. Fokus tidak lagi hanya pada pertandingan, tetapi juga pada tarik-menarik kepentingan politik antarnegara.

Sumber: Voice of Emirates

LATEST UPDATE