Mempertanyakan Mahalnya Harga Tiket Piala Dunia 2026

Mempertanyakan Mahalnya Harga Tiket Piala Dunia 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino berjalan melewati trofi Piala Dunia usai memberikan sambutan dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, British Columbia, Kamis, 30 April 2026. (c) Darryl Dyck/The Canadian Press via AP

Bola.net - FIFA akhirnya menanggapi gelombang kritik keras terkait harga tiket Piala Dunia 2026 yang dinilai tidak masuk akal. Federasi sepak bola dunia tersebut berjanji akan mempertimbangkan keluhan para suporter sebagai bahan evaluasi serius.

Turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memang memicu kemarahan luas dari berbagai jaringan pendukung. Berdasarkan laporan L'Equipe, kelompok konsumen Euroconsumers bahkan sampai mengajukan keluhan resmi kepada Komisi Eropa.

Keresahan ini bermula dari penetapan harga tiket yang dianggap jauh melampaui batas kewajaran bagi penonton umum. Para suporter merasa FIFA lebih mengedepankan aspek bisnis ketimbang aksesibilitas bagi pencinta bola sejati di stadion.

Persoalan krusial ini kemudian dibahas secara mendalam pada Kongres FIFA ke-75 yang berlangsung di Vancouver. FIFA menegaskan bahwa mereka sedang mendengarkan aspirasi publik demi keberlangsungan turnamen sepak bola terbesar.

Janji Evaluasi dan Peninjauan Ulang FIFA

Janji Evaluasi dan Peninjauan Ulang FIFA

Trofi Piala Dunia FIFA dipamerkan dalam Kongres FIFA ke-76 di Vancouver, British Columbia, Kamis, 30 April 2026. (c) Ethan Cairns/The Canadian Press via AP

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan peninjauan secara menyeluruh setelah turnamen usai. Hasil penilaian tersebut nantinya bakal menjadi kompas utama dalam menentukan kebijakan harga untuk Piala Dunia 2030.

Grafstrom menekankan pentingnya mendengarkan suara suporter sebagai elemen terpenting dalam pertandingan sepak bola dunia. Meskipun begitu, ia juga menjelaskan bahwa FIFA sebenarnya telah menyediakan berbagai kategori harga dari yang terendah hingga tertinggi.

"Kami mendengarkan aspirasi suporter dan akan melakukan tinjauan penuh guna menilai bagaimana melangkah untuk edisi 2030," ujar Mattias Grafstrom.

"Saya akan selalu mendengarkan pandangan para penggemar sepak bola terkait kebijakan yang kami ambil," tambah Sekretaris Jenderal FIFA tersebut.

Alasan Infantino

Presiden FIFA, Gianni Infantino, turut memberikan penjelasan mengenai tingginya angka yang harus dibayar suporter untuk selembar tiket. Menurutnya, penetapan harga tersebut merupakan refleksi dari tingginya permintaan pasar dan kondisi ekonomi global saat ini.

Infantino menunjuk sistem penetapan harga dinamis yang lazim berlaku di Amerika Serikat sebagai salah satu penyebab fluktuasi harga. Nilai tiket bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada tingkat gengsi laga dan besarnya minat publik pada hari pertandingan.

"Kebijakan harga tiket ini mencerminkan permintaan yang sangat besar serta kondisi pasar yang ada saat ini," jelas Gianni Infantino.

"Ada penetapan harga dinamis di Amerika Serikat, di mana harga tiket dapat berfluktuasi tergantung pada laganya," pungkas pria yang kembali mencalonkan diri sebagai presiden tersebut.

Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah penjelasan tersebut mampu meredam kemarahan para suporter dunia. Apalagi, laporan media terus menyoroti kemunculan harga tiket yang selangit pada platform-platform penjualan kembali secara ilegal.