Piala Dunia 2026 Dibuka dengan 3 Kartu Merah, Wasit Makin Tegas?

Gia Yuda Pradana | 12 Juni 2026 10:58
Piala Dunia 2026 Dibuka dengan 3 Kartu Merah, Wasit Makin Tegas?
Wasit memberikan kartu merah kepada pemain Afrika Selatan, Themba Zwane, dalam pertandingan Grup A Piala Dunia 2026 kontra Meksiko, Jumat (12/6/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Silvia Izquierdo

Bola.net - Piala Dunia 2026 langsung menghadirkan kejutan besar setelah tiga kartu merah keluar dalam laga pembuka antara Meksiko vs Afrika Selatan. Situasi ini memunculkan pertanyaan apakah turnamen kali ini akan menjadi panggung dengan keputusan wasit yang lebih keras.

Meksiko berhasil menang 2-0 atas Afrika Selatan, tetapi pertandingan tersebut tercatat karena jumlah kartu merah yang muncul. Yaya Sithole dan Themba Zwane dari Afrika Selatan harus meninggalkan lapangan, lalu Cesar Montes dari Meksiko juga menerima hukuman serupa di masa tambahan waktu.

Advertisement

Catatan tersebut terasa berbeda jika dibandingkan dua edisi sebelumnya. Piala Dunia 2018 dan Piala Dunia 2022 hanya menghasilkan empat kartu merah sepanjang turnamen.

Terakhir kali satu laga Piala Dunia menghadirkan tiga pemain yang dikeluarkan terjadi pada edisi 2006. Saat itu, turnamen di Jerman menjadi salah satu edisi dengan jumlah kartu merah terbanyak dalam sejarah.

Kondisi ini membuat banyak pihak bertanya apakah Piala Dunia 2026 akan kembali ke era ketika kartu merah lebih sering muncul. Namun, satu pertandingan belum tentu menggambarkan keseluruhan jalannya kompetisi.

1 dari 4 halaman

Era baru kebijakan wasit FIFA

Era baru kebijakan wasit FIFA

Pemain Meksiko Alvaro Fidalgo terbaring di lapangan di samping pemain Afrika Selatan Teboho Mokoena dan Sphephelo Sithole pada laga Grup A Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan di Mexico City, 11 Juni 2026 (c) AP Photo/Ricardo Mazalan

Sejak Pierluigi Collina dipercaya memimpin sektor perwasitan FIFA pada 2017, pendekatan terhadap kartu merah mengalami perubahan. Ia menekankan bahwa keputusan wasit harus mencerminkan keadilan bagi kedua tim.

Collina ingin pemain tetap berada di lapangan kecuali melakukan pelanggaran yang benar-benar layak mendapat kartu merah. Pendekatan tersebut terlihat pada aturan pelanggaran yang menggagalkan peluang mencetak gol, ketika hukuman menjadi lebih ringan jika penalti sudah diberikan.

Oleh karena itu, jumlah kartu merah di Piala Dunia 2018 dan 2022 menjadi sangat rendah. Fokus utama bukan memperbanyak hukuman, tetapi menjaga perilaku pemain tetap sesuai aturan.

2 dari 4 halaman

Tiga kartu merah dengan cerita berbeda

Tiga kartu merah dengan cerita berbeda

Sphephelo Sithole dikartu merah di laga Meksiko vs Afrika Selatan, Jumat (12/06/2026). (c) AP Photo/Natacha Pisarenko

Kartu merah pertama untuk Sithole relatif mudah dipahami karena ia menghentikan Brian Gutierrez yang memiliki peluang jelas menuju gawang. Wasit Wilton Sampaio menilai pelanggaran itu masuk kategori menggagalkan peluang mencetak gol.

Keputusan Zwane menjadi bagian paling kontroversial karena terjadi setelah tinjauan VAR. Insiden dengan Roberto Alvarado terlihat seperti benturan biasa, tetapi tayangan ulang membuat wasit menganggap ada kontak tangan ke kepala.

Dalam penilaian pelanggaran keras, VAR mencari tanda agresivitas seperti kepalan tangan atau gerakan menyerang. Zwane terlihat mengenai lawannya dengan tangan terbuka sehingga keputusan tersebut memunculkan perdebatan.

Kartu merah ketiga untuk Montes kembali berkaitan dengan pelanggaran yang menghentikan peluang gol. Meski awalnya tampak layak mendapat kartu kuning, tayangan ulang memperlihatkan peluang pemain Afrika Selatan cukup besar untuk mencetak gol.

3 dari 4 halaman

Jangan buru-buru menilai Piala Dunia 2026 bakal Keras

Jangan buru-buru menilai Piala Dunia 2026 bakal Keras

Wasit Wilton Sampaio memberikan kartu merah kepada pemain Timnas Meksiko, Cesar Montes di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Fernando Llano

Tiga kartu merah dalam satu laga memang menjadi catatan langka. Namun, pertandingan pembuka belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Piala Dunia 2026 akan dipenuhi keputusan keras dari wasit.

Dua kartu merah di lapangan masih bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan aturan. VAR juga menjalankan perannya untuk membantu wasit mengambil keputusan dalam situasi penting.

Collina bukan sosok yang ingin membuat hukuman menjadi lebih sering, melainkan ingin mengurangi perilaku buruk di lapangan. Oleh karena itu, laga pembuka ini mungkin hanya menjadi kejadian unik dalam turnamen panjang.

Perjalanan Piala Dunia 2026 masih menyisakan banyak pertandingan. Penilaian terhadap standar wasit baru akan lebih jelas setelah kompetisi berjalan lebih jauh.

Sumber: BBC Sport

4 dari 4 halaman

Klasemen Piala Dunia 2026

LATEST UPDATE