Piala Dunia 2026: Mengapa VAR Terasa Lebih Baik Dibanding Premier League?
Gia Yuda Pradana | 22 Juni 2026 22:14
Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadirkan pengalaman berbeda terkait penggunaan video assistant referee (VAR). Meski teknologi yang digunakan serupa, banyak penggemar sepak bola merasa kontroversi VAR jauh lebih sedikit dibanding Premier League.
Menariknya, data menunjukkan jumlah intervensi VAR di Piala Dunia 2026 justru tidak jauh berbeda dengan kompetisi Inggris tersebut. Perbedaan persepsi muncul karena cara pertandingan dan tayangan televisi disajikan kepada publik.
Dalam atmosfer turnamen besar, kontroversi biasanya cepat berlalu karena pertandingan berlangsung hampir setiap hari. Situasi itu berbeda dengan Premier League yang menghadirkan pembahasan panjang terhadap satu insiden selama berhari-hari.
Faktor kecepatan pengambilan keputusan juga berperan penting dalam membentuk pandangan penonton. Semakin singkat proses peninjauan, semakin kecil peluang munculnya perdebatan yang berkepanjangan.
Standar Wasit Tertinggi di Turnamen Dunia
FIFA memilih 51 wasit terbaik dan 30 petugas video terbaik dari berbagai negara untuk bertugas di Piala Dunia 2026. Langkah tersebut bertujuan menghadirkan standar kepemimpinan pertandingan yang konsisten dan berkualitas tinggi.
Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menginginkan pertandingan berjalan lebih mengalir dengan kontak fisik yang wajar. Filosofi itu sejalan dengan pendekatan yang selama ini diterapkan di Premier League.
Data menunjukkan jumlah pelanggaran di Piala Dunia 2026 hanya 21,7 per pertandingan. Angka tersebut hampir identik dengan Premier League musim lalu yang berada di angka 21,6 pelanggaran per laga.
Intervensi VAR Justru Lebih Sedikit
Collina menginginkan batas toleransi yang lebih tinggi terhadap duel fisik di lapangan. Konsekuensinya, petugas VAR juga diminta tidak terlalu sering masuk dalam proses pengambilan keputusan.
Pada Piala Dunia 2026, rata-rata intervensi VAR mencapai 0,33 per pertandingan. Angka itu turun dibanding Piala Dunia 2022 yang mencapai 0,41 intervensi per laga.
Premier League bahkan memiliki rata-rata intervensi lebih rendah, yakni 0,29 per pertandingan. Fakta tersebut menunjukkan persepsi publik tidak selalu sejalan dengan data yang tersedia.
Kecepatan Jadi Kunci Utama
Salah satu alasan VAR terasa lebih baik di Piala Dunia 2026 adalah durasi pemeriksaan yang lebih singkat. FIFA mendorong petugas video untuk mengambil keputusan cepat tanpa terlalu lama menganalisis tayangan ulang.
Penundaan yang panjang sering memicu keraguan dan ketidakpuasan penonton. Karena itu, proses yang efisien membantu menjaga ritme pertandingan tetap berjalan dengan baik.
Teknologi semi-otomatis offside generasi terbaru juga membantu mempercepat keputusan. Asisten wasit menerima peringatan suara ketika pemain berada minimal 10 sentimeter dalam posisi offside.
Cara Tayangan Televisi Membentuk Persepsi
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana insiden ditampilkan kepada penonton. Dalam siaran Piala Dunia, tayangan ulang terhadap insiden kontroversial biasanya hanya diputar satu atau dua kali saat proses pemeriksaan berlangsung.
Pendekatan tersebut berbeda dengan Premier League yang kerap menampilkan berbagai sudut kamera secara berulang. Analisis mendalam dari komentator dan pundit membuat setiap keputusan lebih lama menjadi bahan perdebatan.
Akibatnya, VAR di Premier League sering terasa lebih mengganggu meski statistiknya tidak jauh berbeda. Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa kecepatan keputusan dan cara penyajian tayangan memiliki pengaruh besar terhadap penerimaan publik.
Dua pelajaran penting dapat diambil dari turnamen ini. Akurasi tetap menjadi prioritas utama, tetapi kecepatan dan penyajian informasi sama pentingnya dalam menjaga kepercayaan terhadap VAR.
Sumber: BBC Sport
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Manchester United dan Chelsea Kompak Tolak Myles Lewis-Skelly
Liga Inggris 12 Agustus 2026, 07:51
-
Demi Instruksi Taktik, Erling Haaland Tak Bisa Jadi Kapten Manchester City!
Liga Inggris 11 Agustus 2026, 23:24
-
Marcus Rashford Bisa Hidupkan Lagi Kariernya di Manchester United
Liga Inggris 11 Agustus 2026, 20:30
LATEST UPDATE
-
Chelsea Tetapkan Batas Waktu Transfer Enzo Fernandez, Manchester City Harus Bergerak
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 11:38
-
4 Talenta Akademi Real Madrid yang Bisa Masuk Rencana Jose Mourinho
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 11:16
-
Senne Lammens Ganti Nomor Punggung di Manchester United
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 11:08
-
La Liga 2026/27: Superkomputer Prediksi Barcelona Juara, Real Madrid Runner-up
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:42
-
Ayah Lionel Messi Meninggal, Cristiano Ronaldo Kirim Pesan Penuh Dukungan
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 10:38
-
Manchester United Menang atas Leeds, 3 Catatan Penting dari Laga Pramusim
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 10:10
-
Cristian Romero Menuju Atletico Madrid, Tottenham Perlu Cari Pengganti Sang Kapten
Liga Spanyol 13 Agustus 2026, 10:06
-
Paul Pogba Menuju MLS? Deretan Klub Ini Punya Alasan untuk Merekrutnya
Bola Dunia Lainnya 13 Agustus 2026, 09:59
-
7 Pemain AC Milan yang Bisa Isi Berbagai Posisi dalam Skema 3-4-2-1 Amorim
Liga Italia 13 Agustus 2026, 09:14
-
Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 08:16
-
Arsenal vs Como, 3 Catatan Penting Jelang Community Shield
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:45
-
Manchester United Juara Boyle Sports Cup, Mbeumo dan Zirkzee Tampil Menjanjikan
Liga Inggris 13 Agustus 2026, 07:07
-
PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
Liga Champions 13 Agustus 2026, 06:35
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59




