Piala Dunia 2026: Penembakan Massal Dekat Markas Inggris di Kansas City Picu Kekhawatiran Keamanan

Gia Yuda Pradana | 8 Juni 2026 10:42
Piala Dunia 2026: Penembakan Massal Dekat Markas Inggris di Kansas City Picu Kekhawatiran Keamanan
Starting XI Timnas Inggris pada laga uji coba melawan Selandia Baru jelang Piala Dunia 2026, 7 Juni 2026 lalu. (c) AP Photo/Chris OMeara

Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadapi perhatian baru terkait keamanan setelah insiden penembakan massal di Kansas City, Amerika Serikat. Peristiwa itu terjadi hanya beberapa kilometer dari pusat latihan Timnas Inggris yang akan digunakan selama turnamen berlangsung.

Penembakan terjadi pada Sabtu (7/6/2026) sekitar pukul 04.00 waktu setempat di kawasan 79th Street dan Troost Avenue. Sebanyak sembilan orang dewasa mengalami luka tembak dan seluruh korban dilaporkan dalam kondisi tidak mengancam jiwa.

Advertisement

Insiden tersebut berlangsung hanya beberapa hari sebelum skuad asuhan Thomas Tuchel tiba di Kansas City. Timnas Inggris saat ini masih menjalani persiapan akhir di Florida sebelum berpindah ke markas mereka pada 13 Juni.

1 dari 3 halaman

Penembakan Terjadi Dekat Basis Latihan Inggris

Kepolisian Kansas City merespons laporan suara tembakan yang terdengar di area Troost Avenue. Saat petugas tiba, kerumunan besar terlihat berlarian meninggalkan lokasi kejadian.

Tiga perempuan langsung dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Enam korban lainnya menuju fasilitas kesehatan menggunakan kendaraan pribadi sebelum kemudian terkonfirmasi mengalami luka tembak.

Kapten Jake Becchina dari Departemen Kepolisian Kansas City memastikan seluruh korban diperkirakan selamat. Hingga Sabtu pagi waktu setempat, belum ada pelaku yang berhasil diamankan aparat.

2 dari 3 halaman

Kansas City Jadi Pusat Aktivitas Piala Dunia 2026

Inggris memilih Swope Soccer Village sebagai markas utama selama Piala Dunia 2026. Lokasi tersebut dipilih karena dinilai mampu mengurangi beban perjalanan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Para pemain serta staf pelatih akan menginap di The Inn at Meadowbrook Hotel yang berada di dekat kompleks latihan. Fasilitas itu juga merupakan bagian dari jaringan latihan milik klub MLS, Sporting Kansas City.

Tidak hanya Inggris, Belanda dan juara bertahan Argentina juga menjadikan Kansas City sebagai basis selama turnamen. Kondisi itu membuat kota tersebut menjadi salah satu pusat aktivitas sepak bola elite terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

3 dari 3 halaman

Kekhawatiran Lama Kembali Muncul

Kekhawatiran Lama Kembali Muncul

Logo Piala Dunia FIFA 2026 Los Angeles ditampilkan dalam acara media menjelang FIFA World Cup 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, California, Selasa, 12 Mei 2026. (c) AP Photo/Jae C. Hong

Di balik statusnya sebagai tuan rumah penting Piala Dunia 2026, Kansas City memiliki catatan panjang terkait kekerasan bersenjata. Warga setempat, Kate Fowler, mengaku suara tembakan terdengar cukup sering di lingkungan sekitar Troost Avenue.

Kawasan tersebut juga mengalami beberapa insiden serupa dalam beberapa tahun terakhir. Catatan kepolisian menunjukkan adanya laporan tembakan lain di area yang sama pada Jumat malam sebelum kejadian terbaru berlangsung.

Kekhawatiran mengenai keamanan sebenarnya pernah muncul pada Februari 2024. Saat parade kemenangan Kansas City Chiefs setelah Super Bowl LVIII, penembakan massal menewaskan satu orang dan melukai 22 lainnya, termasuk 11 anak-anak.

FIFA sebelumnya menegaskan keselamatan pemain dan suporter menjadi prioritas utama selama Piala Dunia 2026. Otoritas lokal kini menghadapi tekanan besar untuk menjamin keamanan ratusan ribu pengunjung yang diperkirakan hadir selama turnamen berlangsung.

Inggris akan memulai perjalanan mereka menghadapi Kroasia pada 17 Juni di Arlington, Texas. Tim yang diperkuat Harry Kane, Jude Bellingham, Declan Rice, Bukayo Saka, dan Marcus Rashford itu datang dengan target mengakhiri penantian panjang gelar internasional utama.

Sumber: International Business Times UK

LATEST UPDATE