Portugal tak Bisa Meledak di Piala Dunia 2026, Penyebabnya? Ya Cristiano Ronaldo!

Dimas Ardi Prasetya | 29 Juni 2026 23:30
Portugal tak Bisa Meledak di Piala Dunia 2026, Penyebabnya? Ya Cristiano Ronaldo!
Ekspresi Cristiano Ronaldo pada laga Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026 (c) AP Photo/Eric Gay

Bola.net - Cristiano Ronaldo masih menjadi sosok utama di lini depan Portugal pada Piala Dunia 2026. Namun, performanya sepanjang fase grup justru memunculkan perdebatan mengenai perannya di dalam tim.

Penyerang berusia 41 tahun itu sempat tampil kurang meyakinkan saat Portugal ditahan imbang DR Congo. Ia kemudian bangkit dengan mencetak dua gol ketika Portugal menghancurkan Uzbekistan 5-0 dan bahkan menyatakan dirinya telah kembali ke performa terbaik.

Advertisement

Meski begitu, penampilan Ronaldo kembali mendapat sorotan setelah Portugal bermain imbang melawan Kolombia. Kontribusinya dinilai tidak sebesar yang diharapkan sehingga muncul pertanyaan apakah dirinya masih menjadi pilihan terbaik sebagai starter.

Perdebatan itu kini semakin memanas setelah mantan striker Manchester United, Diego Forlan, menyampaikan kritik terbuka terhadap mantan rekan setimnya tersebut. Menurut legenda Uruguay itu, kehadiran Ronaldo justru membuat permainan Portugal menjadi kurang efektif.

1 dari 3 halaman

Forlan Nilai Ronaldo Membatasi Permainan Portugal

Forlan Nilai Ronaldo Membatasi Permainan Portugal

Selebrasi Cristiano Ronaldo dalam laga Portugal vs Uzbekistan di Grup K Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026). (c) AP Photo/Eric Gay

Diego Forlan menilai masalah utama Portugal bukan terletak pada kualitas Cristiano Ronaldo sebagai pencetak gol. Menurutnya, persoalan muncul karena sang kapten kini terlalu sering menetap di area kotak penalti.

Forlan menjelaskan bahwa minimnya pergerakan Ronaldo membuat dua bek tengah lawan tetap nyaman menjaga posisi. Situasi itu membuat ruang bagi pemain-pemain kreatif Portugal menjadi semakin sempit.

Padahal Portugal memiliki banyak pemain dengan kemampuan menciptakan peluang seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, hingga Rafael Leao. Forlan percaya para pemain tersebut akan lebih berbahaya jika lini pertahanan lawan dipaksa keluar dari posisinya.

"Saya berbicara sebagai seorang striker, masalahnya adalah Cristiano berada di tengah, ia adalah dirinya sendiri, ia ada di sana sebagai No. 9, dan ia tetap di sana untuk memanfaatkan peluang gol karena ia tidak lagi keluar untuk mencari bola, tetapi ia malah membatasi pergerakan Portugal," terangnya di program La Casa del Kun ESPN, via Goal.

"Ini situasi tipikal di mana kita biasa berkata, 'Saya tetap di sini karena saya dekat dengan gawang untuk mencetak gol,' tetapi Anda tidak mengerti bahwa Anda akhirnya merugikan tim Anda karena kedua bek tengah tetap di sana, Anda tidak bergerak. Bek tengah tetap di tempatnya, satu menjadi titik acuan dan yang lain ditinggalkan. Anda tidak memiliki siapa pun yang dapat menjangkau Anda karena Anda mulai menutup ruang itu," jelasnya.

2 dari 3 halaman

Saran Forlan agar Ronaldo Tetap Berguna untuk Portugal

Saran Forlan agar Ronaldo Tetap Berguna untuk Portugal

Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo beraksi dalam pertandingan melawan Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026). (c) AP Photo/Eric Gay

Meski melontarkan kritik, Forlan tidak menilai Ronaldo sudah habis sebagai pemain. Ia justru percaya sang penyerang masih bisa memberi dampak besar apabila mau sedikit mengubah cara bermainnya.

Menurut Forlan, Ronaldo tidak harus terus berada di tengah sebagai ujung tombak. Sedikit bergerak melebar akan membuka ruang bagi rekan-rekannya untuk masuk ke area berbahaya.

Dengan perubahan tersebut, Portugal diyakini bisa memaksimalkan potensi para gelandang dan pemain sayap yang mereka miliki. Forlan pun menilai solusi itu dapat membuat serangan Portugal menjadi lebih variatif dan sulit ditebak lawan.

"Jika ia sedikit bergeser ke sayap, pemain lain bisa masuk dan ia bisa terlibat. Di situlah Portugal goyah karena mereka tidak meledak, karena semuanya akhirnya mengarah ke satu sisi, yang sebenarnya seperti corong. Saya tidak akan mengatakan itu masalah, ini tentang membuatnya mengerti. Memberitahunya: 'Bergeraklah, keluar dari sana agar kamu bisa melakukan sesuatu'," cetus Forlan.

LATEST UPDATE