Review: Meksiko Tundukkan Kamerun 1-0
Editor Bolanet | 14 Juni 2014 01:00
- berhasil mengatasi perlawanan dengan skor tipis 1-0 di laga kedua grup A Piala Dunia 2014, Jumat (13/06).
Meksiko tampil lebih apik ketimbang Kamerun. Mereka tampil lebih terorganisir dan lebih tajam untuk urusan menyerbu kotak penalti lawan. Sayangnya, permainan El Tri yang solid hanya diganjar sebiji gol saja melalui sepakan kaki kiri Oribe Peralta di babak kedua.
Kedua tim langsung bermain dengan tempo cukup tinggi. Namun tak sampai semenit, Meksiko tampil lebih dominan. Mereka bisa menekan pertahanan Kamerun dengan pergerakan yang teroganisir dengan cukup rapi, terutama dari kedua sisi sayapnya.
Kamerun mencoba bertahan dan melancarkan serangan balik, namun usaha mereka selalu kandas di lini tengah akibat kurang rapinya kerjasama mereka. Meksiko sempat mencetak gol pada menit ke-11 melalui Giovanni Dos Santos. Namun, ia divonis telah berada di posisi offside terlebih dahulu.
Memasuki menit ke-20, Kamerun mulai bangkit dan bisa memberikan perlawanan yang berarti pada El Tri. Mereka bahkan mulai bisa menekan hingga area kotak penalti Meksiko. Samuel Eto'o pun mendapat peluang emas pada menit ke-21. Sayang, bola hasil sepakannya dari tengah kotak penalti masih membentur tiang gawang.
Di menit ke-29, Meksiko kembali membobol gawang Kamerun melalui tandukan Dos Santos. Namun, lagi-lagi golnya dianulir wasit. Korps baju hitam tersebut menilai sang penyerang sudah berada dalam posisi offside.
Setelah itu, laga berjalan cukup datar. Meksiko tetap lebih banyak menguasai jalannya laga. Namun, hingga berakhirnya babak pertama tak ada gol yang tercipta. Skor masih tetap 0-0.
Meksiko tetap menguasai jalannya laga di babak kedua. Bahkan tiga menit setelah laga dimulai, mereka langsung mendapat peluang emas. Oribe Peralta berhasil lolos dari jebakan offside setelah mendapat umpan dari Dos Santos. Namun, sepakannya masih bisa dihalau kiper lawan, Charles Itandje.
Kamerun sempat mengancam gawang Ochoa pada menit ke-58 melalui eksekusi bola mati Benoit Assou-Ekotto. Namun, bola masih membentur pagar betis dan melayang ke sisi kanan gawang Meksiko.
El Tri akhirnya bisa kembali mencetak gol pada menit ke-61, dan kali ini gol mereka tak dianulir wasit karena memang benar-benar bersih. Peralta menyambar bola muntah hasil sepakan Dos Santos di dalam kotak penalti. 1-0 Meksiko unggul atas The Indomitable Lions.
Kamerun yang tertinggal berupaya keras menyamakan kedudukan. Mereka berupa terus menggedor pertahanan Meksiko. Namun, karena kurang tenang, serangan mereka pun sering mudah dipatahkan pemain-pemain El Tri.
Hingga wasit mengakhiri laga di babak kedua, Kamerun tetap tak bisa menjebol gawang Ochoa. Skor pun tetap tak berubah 1-0 bagi Meksiko. El Tri sukses meraih tiga poin dan kini menempati posisi kedua klasemen di bawah Brasil yang unggul selisih gol.
Meksiko tampil lebih apik ketimbang Kamerun. Mereka tampil lebih terorganisir dan lebih tajam untuk urusan menyerbu kotak penalti lawan. Sayangnya, permainan El Tri yang solid hanya diganjar sebiji gol saja melalui sepakan kaki kiri Oribe Peralta di babak kedua.
Kedua tim langsung bermain dengan tempo cukup tinggi. Namun tak sampai semenit, Meksiko tampil lebih dominan. Mereka bisa menekan pertahanan Kamerun dengan pergerakan yang teroganisir dengan cukup rapi, terutama dari kedua sisi sayapnya.
Kamerun mencoba bertahan dan melancarkan serangan balik, namun usaha mereka selalu kandas di lini tengah akibat kurang rapinya kerjasama mereka. Meksiko sempat mencetak gol pada menit ke-11 melalui Giovanni Dos Santos. Namun, ia divonis telah berada di posisi offside terlebih dahulu.
Memasuki menit ke-20, Kamerun mulai bangkit dan bisa memberikan perlawanan yang berarti pada El Tri. Mereka bahkan mulai bisa menekan hingga area kotak penalti Meksiko. Samuel Eto'o pun mendapat peluang emas pada menit ke-21. Sayang, bola hasil sepakannya dari tengah kotak penalti masih membentur tiang gawang.
Di menit ke-29, Meksiko kembali membobol gawang Kamerun melalui tandukan Dos Santos. Namun, lagi-lagi golnya dianulir wasit. Korps baju hitam tersebut menilai sang penyerang sudah berada dalam posisi offside.
Setelah itu, laga berjalan cukup datar. Meksiko tetap lebih banyak menguasai jalannya laga. Namun, hingga berakhirnya babak pertama tak ada gol yang tercipta. Skor masih tetap 0-0.
Meksiko tetap menguasai jalannya laga di babak kedua. Bahkan tiga menit setelah laga dimulai, mereka langsung mendapat peluang emas. Oribe Peralta berhasil lolos dari jebakan offside setelah mendapat umpan dari Dos Santos. Namun, sepakannya masih bisa dihalau kiper lawan, Charles Itandje.
Kamerun sempat mengancam gawang Ochoa pada menit ke-58 melalui eksekusi bola mati Benoit Assou-Ekotto. Namun, bola masih membentur pagar betis dan melayang ke sisi kanan gawang Meksiko.
El Tri akhirnya bisa kembali mencetak gol pada menit ke-61, dan kali ini gol mereka tak dianulir wasit karena memang benar-benar bersih. Peralta menyambar bola muntah hasil sepakan Dos Santos di dalam kotak penalti. 1-0 Meksiko unggul atas The Indomitable Lions.
Kamerun yang tertinggal berupaya keras menyamakan kedudukan. Mereka berupa terus menggedor pertahanan Meksiko. Namun, karena kurang tenang, serangan mereka pun sering mudah dipatahkan pemain-pemain El Tri.
Hingga wasit mengakhiri laga di babak kedua, Kamerun tetap tak bisa menjebol gawang Ochoa. Skor pun tetap tak berubah 1-0 bagi Meksiko. El Tri sukses meraih tiga poin dan kini menempati posisi kedua klasemen di bawah Brasil yang unggul selisih gol.
Susunan Pemain:
Meksiko (5-3-2): Ochoa; Aguilar, Rodriguez, Marquez, Moreno, Layun; Vazquez, Herrera (Salcido), Guardado (Fabian); Gio Dos Santos, Peralta (Hernandez).
Cadangan: Corona, Salcido, Reyes, Fabian, Jimenez, Pulido, Talavera, Hernandez, Ponce, Brizuela, Aquino, Pena.
Kamerun (4-3-3): Itandje; Djeugeoue (Nounkeu), N'Koulou, Chedjou, Assou-Ekotto; Song (Webo), M'bia, Enoh; Moukandjo, Eto'o, Choupo-Moting.
Cadangan: Feudjou, Nounkeu, N'Guemo, Aboubakar, Makoun, Bedimo, Webo, Olinga, Salli, Matip, Nyom, N'Djock. (bola/dim)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Meksiko Kalah, tapi Masa Depannya Menjanjikan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 01:58
-
Jude Bellingham, Magis 98 Detik, dan Sebuah Kemenangan Epik
Piala Dunia 6 Juli 2026, 19:30
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 2026: Spanyol dan Prancis Dominasi Tim Terbaik Turnamen
Piala Dunia 23 Juli 2026, 02:00
-
Santiago Gimenez Masuk Radar Lazio, AC Milan Cuma Mau Jual Permanen
Liga Italia 22 Juli 2026, 21:57
-
Federico Chiesa Masih Sulit Dapat Tempat di Liverpool
Liga Inggris 22 Juli 2026, 20:35
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
















