Review: Sengit! Belgia Sudahi Perlawanan Amerika Serikat
Editor Bolanet | 2 Juli 2014 05:14
- Belgia berhasil melanjutkan perjalanan mereka di Brasil 2014 setelah mengalahkan Amerika Serikat, 2-1 di Arena Fonte Nova pada pertandingan 16 besar hari Rabu (02/06) pagi.
Pertandingan berlangsung seru dengan dominasi Belgia yang kerap dibalas oleh serangan balik Amerika Serikat, meski akhirnya Kevin de Bruyne dan Romelu Lukaku mencetak gol di babak perpanjangan waktu sementara gol balasan Amerika Serikat dicetak oleh pemain pengganti, Julian Green.
Bukan tanpa alasan Marc Wilmots memainkan Divock Origi ketimbang Romelu Lukaku sejak awal pertandingan. Belum genap satu menit, Origi sudah berhadapan dengan Tim Howard, sayang peluangnya gagal.
Akselerasi dan kecepatan Origi terbukti mampu menambah tekanan bagi pertahanan Amerika Serikat.
Dominasi Belgia berlanjut, The Stars and the Stripes solid di belakang dengan penampilan Tim Howard yang luar biasa.
Di menit ke-21 Clint Dempsey gagal mencetak gol setelah tendangannya dibendung Thibaut Courtois, dua menit kemudian giliran de Bruyne yang menebar ancaman, sayang tendangannya melebar.
Seiring dengan berjalannya pertandingan, dominasi Belgia makin terasa, serangan mereka pun cepat namun pertahanan tim asuhan Jurgen Klinsmann tak kalah kuat.
Sering terjadi pemain-pemain Belgia tak mendapat ruang ketika berhasil memasuki area penalti atau eksekusi mereka digagalkan Tim Howard.
Babak pertama usai tanpa gol.
Dua menit setelah kick off babak kedua, Tim Howard kembali beraksi kali ini ia berhasil menggagalkan sundulan Dries Mertens.
Mempertahankan tempo tinggi, Jan Vertonghen yang kerap maju membantu serangan Belgia dari kiri memberi umpan ke depan gawang Howard namun gagal diteruskan de Bruyne maupun Origi.
Keberuntungan seakan belum berpihak pada Belgia, menit ke-57 sundulan Origi menerpa mistar gawang. Belum lagi kombinasinya dengan Mertens tiga menit kemudian.
Sepuluh menit jelang berakhirnya waktu normal, makin gencar serangan ke kotak penalti Tim Howard, terhitung peluang Van Buyten, Orogi, Eden Hazard bahkan Vincent Kompany tak juga meruntuhan gawang kiper Everton itu.
Tidak ada gol selama 90 menit artinya pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di sinilah sebetulnya pertandingan terasa sangat seru sekali.
Wilmots memasukkan Lukaku dan menarik keluar Origi, hasilnya langsung terasa, umpan tarik Lukaku yang diblok membuat bola jatuh dalam penguasaan de Bruyne dan tak ada kesalahan dari de Bruyne untuk membuka keunggulan di menit ke-93.
Setelah tendangan Lukaku dibendung Howard, striker Chelsea itu tak membuang peluang untuk menggandakan skor di menit 105 hasil umpan de Bruyne.
Tertinggal dua gol tak membuat Amerika Serikat kendor, 15 menit kedua babak tambahan waktu, mereka menekan Belgia dengan semangat juang yang tinggi.
Gol cantik Julian Green dengan tendangan first time di menit 107 memperkecil skor.
Selanjutnya Team USA benar-benar menggila, fokus mereka hanyalah mencetak gol lagi, diserbu begitu rupa pertahanan Belgia pun kedodoran, namun skor 2-1 untuk Belgia tak berubah.
Di perempat final, Belgia akan berhadapan dengan Argentina yang di pertandingan sebelumnya mengalahkan Swiss dengan skor tipis 1-0.
Pertandingan berlangsung seru dengan dominasi Belgia yang kerap dibalas oleh serangan balik Amerika Serikat, meski akhirnya Kevin de Bruyne dan Romelu Lukaku mencetak gol di babak perpanjangan waktu sementara gol balasan Amerika Serikat dicetak oleh pemain pengganti, Julian Green.
Bukan tanpa alasan Marc Wilmots memainkan Divock Origi ketimbang Romelu Lukaku sejak awal pertandingan. Belum genap satu menit, Origi sudah berhadapan dengan Tim Howard, sayang peluangnya gagal.
Akselerasi dan kecepatan Origi terbukti mampu menambah tekanan bagi pertahanan Amerika Serikat.
Dominasi Belgia berlanjut, The Stars and the Stripes solid di belakang dengan penampilan Tim Howard yang luar biasa.
Di menit ke-21 Clint Dempsey gagal mencetak gol setelah tendangannya dibendung Thibaut Courtois, dua menit kemudian giliran de Bruyne yang menebar ancaman, sayang tendangannya melebar.
Seiring dengan berjalannya pertandingan, dominasi Belgia makin terasa, serangan mereka pun cepat namun pertahanan tim asuhan Jurgen Klinsmann tak kalah kuat.
Sering terjadi pemain-pemain Belgia tak mendapat ruang ketika berhasil memasuki area penalti atau eksekusi mereka digagalkan Tim Howard.
Babak pertama usai tanpa gol.
Dua menit setelah kick off babak kedua, Tim Howard kembali beraksi kali ini ia berhasil menggagalkan sundulan Dries Mertens.
Mempertahankan tempo tinggi, Jan Vertonghen yang kerap maju membantu serangan Belgia dari kiri memberi umpan ke depan gawang Howard namun gagal diteruskan de Bruyne maupun Origi.
Keberuntungan seakan belum berpihak pada Belgia, menit ke-57 sundulan Origi menerpa mistar gawang. Belum lagi kombinasinya dengan Mertens tiga menit kemudian.
Sepuluh menit jelang berakhirnya waktu normal, makin gencar serangan ke kotak penalti Tim Howard, terhitung peluang Van Buyten, Orogi, Eden Hazard bahkan Vincent Kompany tak juga meruntuhan gawang kiper Everton itu.
Tidak ada gol selama 90 menit artinya pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Di sinilah sebetulnya pertandingan terasa sangat seru sekali.
Wilmots memasukkan Lukaku dan menarik keluar Origi, hasilnya langsung terasa, umpan tarik Lukaku yang diblok membuat bola jatuh dalam penguasaan de Bruyne dan tak ada kesalahan dari de Bruyne untuk membuka keunggulan di menit ke-93.
Setelah tendangan Lukaku dibendung Howard, striker Chelsea itu tak membuang peluang untuk menggandakan skor di menit 105 hasil umpan de Bruyne.
Tertinggal dua gol tak membuat Amerika Serikat kendor, 15 menit kedua babak tambahan waktu, mereka menekan Belgia dengan semangat juang yang tinggi.
Gol cantik Julian Green dengan tendangan first time di menit 107 memperkecil skor.
Selanjutnya Team USA benar-benar menggila, fokus mereka hanyalah mencetak gol lagi, diserbu begitu rupa pertahanan Belgia pun kedodoran, namun skor 2-1 untuk Belgia tak berubah.
Di perempat final, Belgia akan berhadapan dengan Argentina yang di pertandingan sebelumnya mengalahkan Swiss dengan skor tipis 1-0.
Susunan pemain:
: Courtois; Alderweireld, Van Buyten, Kompany, Vertonghen; Fellaini, Witsel; Mertens (Mirallas 60), De Bruyne, Hazard (Chadli 111); Origi (Lukaku 91)
Amerika Serikat: Howard; Johnson (Yedlin 32), Besler, Gonzalez, Beasley; Bedoya (J Green 105+2), Cameron, Bradley, Jones, Zusi (Wondolowski 73); Dempsey (bola/dct)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hasil Persebaya Surabaya vs Madura United: Bajul Ijo Menang 3-1
Bola Indonesia 26 Oktober 2026, 20:57
-
Hasil Liverpool vs Brighton: The Reds Menang 2-0, Pangkas Jarak di Papan Atas
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 23:00
-
Hasil Man Utd vs Bournemouth: Setan Merah Dibantai 0-3 di Old Trafford
Liga Inggris 25 Oktober 2026, 22:57
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Genoa vs Juventus: Tommaso Baldanzi
Liga Italia 29 Oktober 2026, 07:25
-
Man of the Match Bologna vs Milan: Samuel Mbangula
Liga Spanyol 29 Oktober 2026, 07:06
-
Hasil Drawing Perempat Final Carabao Cup: Ini Lawan Liverpool dan Manchester City
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 06:11
-
Man of the Match Venezia vs Inter: Marcus Thuram
Liga Italia 29 Oktober 2026, 05:52
-
Hasil Liverpool vs Chelsea: The Reds Singkirkan The Blues Lewat Adu Penalti
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 05:26
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





