Saat Cole Palmer dan Chelsea Membuat PSG Terlihat Biasa Saja
Gia Yuda Pradana | 14 Juli 2025 09:53
Bola.net - Saat Piala Dunia Antarklub 2025 memasuki babak puncak, kebanyakan orang sudah menebak siapa bintang utamanya. Paris Saint-Germain (PSG) datang dengan status raja Eropa. Mereka punya segalanya, dari nama besar, permainan solid, dan catatan kemenangan telak atas tim-tim kuat lainnya.
Namun, sepak bola tidak mengenal naskah yang pasti. Di MetLife Stadium, New Jersey, cerita itu berubah drastis. Sang kampiun Liga Champions tumbang. Mereka tumbang bukan di tangan klub tradisional seperti Real Madrid atau Bayern Munchen, tapi oleh Chelsea—dan lebih tepatnya, oleh seorang pemain muda bernama Cole Palmer.
Usianya 23 tahun, tampil kalem, dan selama ini jarang jadi pusat perhatian. Namun, hari itu, Palmer mengambil alih panggung dunia dengan dua gol, satu assist, dan segalanya yang membuat PSG terlihat biasa saja.
Palmer Menghapus Panggung Bintang Paris
PSG datang ke laga final dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka tercatat menghancurkan Inter 5-0 di final Liga Champions, lalu menggilas Atletico Madird dan Real Madrid masing-masing 4-0 dalam turnamen di Amerika. Semua prediksi menjagokan mereka.
Namun, prediksi tinggal prediksi. Palmer membuka skor dengan sepakan akurat. Ia lalu mencetak gol kedua setelah mengecoh Vitinha dengan tipuan tajam dan menaklukkan Donnarumma sekali lagi. Saat pertandingan masih babak pertama, Palmer mengirim umpan manis ke Joao Pedro untuk gol ketiga Chelsea.
“Ini luar biasa,” ujar Liam Delap kepada FIFA. “Dia pemain kelas dunia dan hari ini dia menunjukkannya.”
Pujian dari Ruang Ganti
Sosok Palmer mungkin tidak banyak bicara, tapi rekan-rekannya tahu persis betapa besar pengaruhnya. Robert Sanchez bahkan tak ragu menganggap sebagai yang terbaik saat ini. “Cole Palmer adalah yang terbaik di dunia. Kalau dia belum yang terbaik sekarang, dia akan menjadi yang terbaik dalam dua atau tiga tahun ke depan.”
Malo Gusto juga memberi gambaran yang menarik tentang Palmer. “Dia selalu agak menyendiri, agak tertutup. Namun, dia orang yang sangat baik. Dia tahu kapan harus bicara. Dia juga tahu bagaimana membuat tim santai. Kami semua sangat senang punya pemain seperti dia.”
Palmer mungkin bukan tipikal pemain yang suka menjadi pusat perhatian. Namun, di lapangan, ia menjawab semuanya dengan aksi nyata.
Menang dengan Rendah Hati
Palmer menutup laga dengan dua penghargaan, yakni pemain terbaik pertandingan dan pemain terbaik turnamen. Namunm, alih-alih membanggakan diri, ia justru mengarahkan pujian pada pelatihnya, Enzo Maresca.
“Jelas semua orang meragukan kami,” ujar Palmer kepada FIFA. “Kami tidak ambil pusing. Kami justru menggunakan itu sebagai motivasi tambahan dan bekerja keras di lapangan. Saya rasa, kami tampil luar biasa hari ini, terutama pelatih. Kami punya rencana permainan yang bagus dan kami mengeksekusinya dengan baik.”
Kalimat itu menggambarkan Palmer secara sempurna—tenang, fokus, dan selalu menaruh kepentingan tim di atas segalanya.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Musim Luar Biasa dalam Karier Seorang Cole Palmer
- Bukan Sulap Bukan Sihir, Begini Cara Chelsea 'Mencekik' PSG di Final Piala Dunia Antarklub
- Catatan Menarik Chelsea vs PSG: The Blues Masuk Klub Elite Dunia
- Dalang Kericuhan? Luis Enrique Beri Pembelaan, Sebut Semua Orang Terlibat
- Dulu, Ternyata Juventus-nya Allegri Pernah Menolak Madueke
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalah dari Chelsea, Wrexham Sesalkan Kartu Merah di Penghujung Laga
Liga Inggris 8 Maret 2026, 04:11
-
Man of the Match Wrexham vs Chelsea: Alejandro Garnacho
Liga Inggris 8 Maret 2026, 03:48
LATEST UPDATE
-
Modal Positif AC Milan, Rekor Mengesankan Inter Milan
Liga Italia 8 Maret 2026, 12:28
-
Milan vs Inter: Harapan Rossoneri pada Kombinasi Pulisic dan Leao
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:52
-
Pertarungan Luka Modric vs Nicolo Barella di Lini Tengah
Liga Italia 8 Maret 2026, 11:23
-
AC Milan Wajib Redam Ancaman Federico Dimarco
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:54
-
Akankah Mike Maignan Kembali Menjadi Penyelamat AC Milan?
Liga Italia 8 Maret 2026, 10:25
-
Man of the Match Newcastle vs Man City: Omar Marmoush
Liga Inggris 8 Maret 2026, 10:08
-
Derby Milan: Imbang Bukan Pilihan, Rossoneri Wajib Menang
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:53
-
5 Alasan AC Milan Layak Diunggulkan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:27
-
Man of the Match Juventus vs Pisa: Kenan Yildiz
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:13
-
6 Bentrokan Tanpa Kekalahan, Modal AC Milan di Derby della Madonnina
Liga Italia 8 Maret 2026, 09:00
-
Unggul FC Datang ke Kanjuruhan, Kirim Dukungan untuk Arema FC
Bola Indonesia 8 Maret 2026, 08:54
-
Jadwal Live Streaming Formula 1 Australia 2026 di Vidio, 6-8 Maret 2026
Otomotif 8 Maret 2026, 07:59









