Selebrasi Tak Senonoh Emiliano Martinez untuk Balas Cemoohan Pendukung Prancis
Abdi Rafi Akmal | 20 Desember 2022 14:20
Bola.net - Emiliano Martinez tak berhenti melakukan aksi yang mengejutkan di Piala Dunia 2022, bahkan selepas laga final selesai. Saat penerimaan penghargaan di atas podium, ia melakukan selebrasi tidak senonoh.
Martinez kala itu dipanggil ke atas podium untuk menerima penghargaan. Kiper utama Argentina itu mendapatkan penghargaan Golden Glove atau sarung tangan emas.
Di atas podium, ia melakukan selebrasi yang mengejutkan. Kiper milik Aston Villa ini meletakkan penghargaan itu di antara selangkangannya selama beberapa detik dengan ekspresi muka kegirangan.
Sontak seluruh orang yang menyaksikan itu kaget. Tidak sedikit pula yang bertanya-tanya maksud selebrasi tersebut. Martinez lalu menjelaskan selebrasi itu sebagai bentuk balasan terhadap cemoohan yang diperolehnya dari pendukung Prancis.
Bukan Karena Sombong
Kiper berusia 30 tahun itu menegaskan selebrasi itu bukan sebagai bentuk kesombongan. Ia hanya tidak suka ketika para pendukung Prancis mencemoohnya.
“Saya melakukannya [selebrasi itu] karena orang Prancis mencemooh saya. Saya tidak pernah bekerja dengan kesombongannya,” ucapnya kepada Radio La Red.
Martinez sendiri memang terkenal tengil untuk coba mengganggu mental pemain lawan di lapangan. Meski tengil, kualitasnya tidak bisa dipertanyakan
Tengil Selama Babak Adu Penalti

Martinez juga melakukan aksi-aksi menarik sepanjang babak adu penalti melawan Prancis. Ia mengepalkan tinju ke udara dua kali setelah berhasil menepis tendangan penalti Kingsley Coman.
Martinez juga melakukan joget kecil dengan menggerak-gerakkan pundaknya setelah tendangan Aurelien Tchouameni melebar.
Tak hanya itu, ia terus melakukan konfrontasi dengan penendang Prancis. Wasit utama Marciniak sampai harus memberikan kartu kuning untuk Martinez saat hendak mengganggu Randal Kolo Muani.
Penyelamatan Super
Sebelum sampai ke babak adu penalti, Martinez sempat melakukan penyelamatan super di menit ke-120+3. Ia menggagalkan peluang satu lawan satu milik Muani.
“Mereka punya kesempatan terakhir untuk memenangkan pertandingan. Untungnya saya berhasil menghentikan tendangan itu dengan kaki saya,” katanya dilansir dari Daily Mail.
“Momen seperti ini adalah momen yang sejak lama saya impikan. Saya tidak punya kata-kata untuk mengungkapkannya. Saya telah pergi ke Inggris sejak masih muda, jadi kemenangan ini saya dedikasikan untuk keluarga saya,” tutupnya.
Sumber: Radio La Red, Daily Mail
Baca Juga:
- Maroko Mulai Bermimpi Lagi untuk Piala Dunia 2026
- Toni Kroos Dukung Mantan Pelatihnya di Real Madrid Jadi Pelatih Prancis
- Lionel Scaloni: Awalnya Pelatih Sementara, tapi Sukses Bawa Argentina Juara Copa America dan Piala D
- Benjamin Pavard Bagai Duri di Dalam Skuad Prancis
- Kisah 17 Menit Paulo Dybala di Qatar
- Juarai Piala Dunia 2022, Argentina Bukan Peringkat 1 di Ranking Terbaru FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Opsi Kiper Cadangan yang Sedang Dipertimbangkan Barcelona
Liga Spanyol 22 April 2026, 16:01
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37













