Selesai dalam 22 Menit: Taktik Chelsea Manjur, PSG Hancur!
Richard Andreas | 14 Juli 2025 07:30
Bola.net - Kepercayaan diri tinggi mengiringi langkah PSG menuju final Piala Dunia Antarklub 2025 setelah berhasil menyingkirkan dua raksasa Eropa, Bayern Munchen dan Real Madrid. Secara statistik, skuat asuhan Luis Enrique terlihat tidak terbendung dan siap meraih trofi bergengsi.
Namun realitas di partai puncak berbicara lain ketika seluruh keunggulan tersebut runtuh hanya dalam waktu 22 menit. Antiklimaks yang menyakitkan menanti PSG di MetLife Stadium.
Kekalahan telak 0-3 dari Chelsea menjadi akhir yang tidak terduga dari performa cemerlang PSG sepanjang turnamen. Barisan pertahanan yang selama ini kokoh justru goyah ketika berhadapan dengan kecepatan dan kreativitas Cole Palmer.
Peluang emas yang terbuang percuma, posisi bertahan yang buruk, dan penyelesaian akhir yang tumpul membuat PSG gagal memenuhi ekspektasi besar yang dibebankan kepada mereka. Pertanyaan mendasar pun muncul: Apakah PSG masih layak menyandang status tim terbaik dunia?
Performa PSG Ambruk di Hadapan Serangan Chelsea

Awal perjalanan PSG dalam turnamen ini menunjukkan performa yang sangat impresif. Mereka menundukkan Bayern Munchen 2-0 di perempat final dan menghancurkan Real Madrid 4-0 di semifinal.
Kombinasi serangan kilat dan disiplin pertahanan membuat mereka menjadi kandidat terkuat untuk meraih juara. Namun semua kalkulasi tersebut berubah total di laga final.
Chelsea berhasil membalikkan keadaan dalam tempo yang sangat singkat. Cole Palmer membuka keunggulan dengan melewati tiga bek PSG di dalam kotak penalti, kemudian mencetak gol kedua setelah mengecoh Lucas Beraldo yang kewalahan sepanjang pertandingan.
Gol ketiga dari Joao Pedro semakin menegaskan kehancuran total sistem pertahanan PSG. Robert Sanchez di bawah mistar Chelsea tampil solid dan membuat frustasi barisan serang PSG yang tampil tumpul tanpa organisasi yang jelas.
Ketiga gol tersebut tercipta dalam rentang waktu 22 menit, dimulai dari gol pertama di menit ke-22 hingga gol ketiga di menit ke-44. Periode singkat yang mengubah segalanya.
Cedera dan Rotasi Buka Titik Lemah PSG
Ketidakhadiran Willian Pacho dan Lucas Hernandez memaksa PSG melakukan rotasi di lini belakang. Luis Enrique mengandalkan Lucas Beraldo untuk mengisi posisi krusial di sebelah kiri Marquinhos.
Namun pemain berusia 21 tahun itu justru menjadi titik lemah dan tidak mampu mengimbangi intensitas serangan Chelsea. Selain itu, pemain muda Desire Doue juga tampil di bawah standar yang diharapkan.
Doue membuang peluang emas di babak pertama ketika memilih mengoper bola ke Achraf Hakimi alih-alih menyelesaikan sendiri. Kesalahan demi kesalahan tersebut semakin memperburuk situasi PSG.
Di lini tengah, Joao Neves mendapat kartu merah menjelang akhir laga karena menarik rambut Marc Cucurella. Insiden ini mencerminkan frustrasi kolektif PSG yang gagal tampil maksimal di pertandingan terpenting.
Kekalahan Menyakitkan, Tapi Jadi Pengingat Bagi PSG

Meskipun kalah, PSG tetap dianggap sebagai salah satu tim terkuat di dunia. Namun laga ini membuktikan bahwa dominasi mereka belum bersifat mutlak.
Chelsea berhasil membongkar kelemahan yang selama ini tersembunyi di balik rentetan kemenangan sebelumnya. Luis Enrique memiliki skuat bertabur bintang, tetapi kehilangan dua bek utama menunjukkan betapa pentingnya kedalaman skuat berkualitas.
Kekalahan ini kemungkinan akan menjadi bahan refleksi mendalam bagi PSG dalam mengejar kesempurnaan. Tidak banyak yang menjagokan Chelsea menang, tetapi hasil akhir berkata lain.
PSG harus menerima kenyataan bahwa mereka belum sempurna. Jalan menuju dominasi global masih panjang dan menuntut konsistensi di setiap laga besar yang mereka hadapi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 17-20 Januari 2026
Liga Inggris 19 Januari 2026, 08:50
-
Proses Adaptasi di Chelsea Berjalan Cepat
Liga Inggris 19 Januari 2026, 07:00
-
Prediksi Susunan Pemain Barcelona Kontra Real Sociedad, Fokus Jaga Puncak Klasemen
Liga Spanyol 18 Januari 2026, 20:25
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2025/2026
Liga Inggris 18 Januari 2026, 17:03
LATEST UPDATE
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Liga Champions 20 Januari 2026, 09:50
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26






