Statistik: Gelar Juara Spanyol Lahir dari Kerja Sama Tim yang Sangat Solid
Gia Yuda Pradana | 20 Juli 2026 23:03
Bola.net - Spanyol tidak hanya mengangkat trofi Piala Dunia 2026, tetapi juga mencatat banyak rekor sepanjang turnamen. Keberhasilan La Roja dibangun melalui dominasi permainan, pertahanan yang kokoh, serta kontribusi luar biasa dari sejumlah pemain utama.
Setiap lini memberikan pengaruh besar terhadap perjalanan menuju gelar dunia kedua. Mulai dari Rodri di lini tengah hingga Unai Simon di bawah mistar, semuanya menghasilkan catatan statistik yang mengesankan.
Deretan angka tersebut memperlihatkan mengapa Spanyol tampil begitu dominan sepanjang kompetisi. Beberapa rekor bahkan belum pernah tercipta dalam sejarah Piala Dunia.
Rodri Pimpin Dominasi Lini Tengah
Rodri kembali memperlihatkan kualitasnya sebagai pengatur permainan Spanyol. Ia mencatat 790 operan sukses sepanjang turnamen, memecahkan rekornya sendiri yang sebelumnya berjumlah 638 operan pada Piala Dunia 2022.
Catatan tersebut menjadi yang tertinggi dalam sejarah Piala Dunia. Pau Cubarsi berada di posisi berikutnya dengan 668 operan, sedangkan Aymeric Laporte membukukan 618 operan.
Lini belakang Spanyol juga tampil konsisten selama kompetisi. Marc Cucurella dan Pau Cubarsi sama-sama bermain selama 750 menit, menjadi pemain lapangan dengan waktu tampil terbanyak bersama gelandang Argentina, Alexis Mac Allister.
Lamine Yamal dan Oyarzabal Tampil Efektif
Lamine Yamal menjadi pemain dengan jumlah dribel sukses terbanyak pada Piala Dunia 2026. Winger berusia 19 tahun itu mencatat 35 dribel, mengungguli Kylian Mbappe yang mengoleksi 28 dan Lionel Messi dengan 25.
Yamal juga masuk daftar pemain termuda yang pernah menjuarai Piala Dunia. Pada usia 19 tahun enam hari, ia berada di posisi keempat dalam daftar sepanjang sejarah.
Di lini depan, Mikel Oyarzabal menjadi pemain yang paling sering merebut kembali penguasaan bola dengan 58 kali. Ia juga mencetak lima gol dan menyamai rekor milik Emilio Butragueno serta David Villa sebagai pencetak gol terbanyak Spanyol dalam satu edisi Piala Dunia.
Pertahanan Spanyol Pecahkan Rekor Dunia
Keberhasilan Spanyol tidak lepas dari performa luar biasa sektor pertahanan. La Roja hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen, menjadi jumlah paling sedikit yang pernah dicatat tim juara Piala Dunia.
Unai Simon turut mengukir sejarah melalui tujuh clean sheet dalam delapan pertandingan. Catatan tersebut melampaui rekor enam kiper legendaris yang sebelumnya hanya mampu membukukan lima clean sheet dalam satu edisi.
Penjaga gawang Spanyol itu juga mencatat rekor baru tidak kebobolan selama 650 menit di ajang Piala Dunia. Rekor sebelumnya dipegang Walter Zenga dari Italia dengan 517 menit.
Ferran Torres Lengkapi Perjalanan Bersejarah
Spanyol mengakhiri turnamen dengan tujuh kemenangan beruntun menuju gelar juara. Catatan itu hanya kalah dari Brasil yang pernah meraih 11 kemenangan beruntun pada periode 2002 hingga 2006.
Produktivitas La Roja juga meningkat dengan torehan 14 gol sepanjang kompetisi. Jumlah tersebut melampaui rekor terbaik Spanyol pada Piala Dunia 1986 yang menghasilkan 12 gol.
Ferran Torres menjadi pahlawan pada partai final setelah mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti. Ia menjadi pemain cadangan kedua dalam sejarah yang menghasilkan gol penentu kemenangan pada final Piala Dunia setelah Mario Gotze pada edisi 2014.
Seluruh statistik tersebut memperlihatkan bahwa gelar Spanyol lahir dari kerja sama tim yang sangat solid. Kombinasi kualitas individu dan permainan kolektif menjadikan La Roja pantas berdiri di puncak sepak bola dunia.
Sumber: FIFA
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nyali Marc Bernal Tak Ciut Meskipun Harus Bersaing dengan Rodri di Barcelona
Liga Spanyol 1 September 2026, 16:15
-
Lamine Yamal Tembus 50 Gol untuk Barcelona, Rekornya Lebih Cepat dari Mbappe dan Haaland
Liga Spanyol 1 September 2026, 11:24
-
Rapor Pemain Barcelona vs Rayo Vallecano: Yamal Kembali Menggila
Liga Spanyol 1 September 2026, 09:21
LATEST UPDATE
-
Tantang Australia, Menang Harga Mati untuk Timnas Indonesia U-20
Tim Nasional 6 September 2026, 11:00
-
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Australia Sore Ini: Laga Hidup dan Mati Garuda Muda!
Liga Inggris 6 September 2026, 10:30
-
Messi Bikin Assist, Inter Miami Dua Kali Kena Comeback Atlanta United
Bola Dunia Lainnya 6 September 2026, 10:08
-
Real Madrid Terpeleset Lawan Real Betis, Bos Barcelona: Bodo Amat!
Liga Spanyol 6 September 2026, 10:00
-
Tantang Valencia, Lamine Yamal Bakal Absen Bela Barcelona?
Liga Spanyol 6 September 2026, 09:30
-
Jamu Chelsea, 3 Pemain Arsenal Berpotensi Comeback
Liga Inggris 6 September 2026, 09:00
-
Arsenal vs Chelsea, Mikel Arteta Siap Kesampingkan Pertemanan dengan Xabi Alonso
Liga Inggris 6 September 2026, 08:30
-
Xabi Alonso Terheran-heran dengan Kegacoran Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 6 September 2026, 08:00
-
Tantang Arsenal, Moises Caicedo Bisa Perkuat Chelsea?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:30
-
MU Tandang ke Everton, Benjamin Sesko Sudah Siap Jadi Starter?
Liga Inggris 6 September 2026, 07:00
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51


