Terbukti Main Lebih Solid, Sudah Waktunya Portugal Berpisah dengan Cristiano Ronaldo?
Richard Andreas | 18 November 2025 11:53
Bola.net - Portugal memasuki tahun Piala Dunia dengan pertanyaan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Cristiano Ronaldo, ikon terbesar dalam sejarah sepak bola negara itu, kini berada di persimpangan antara status legenda dan urgensi taktik modern. Kondisi fisik, usia, dan situasi suspensi membuat perdebatan kian intens.
Roberto Martinez yang mengambil alih tim pada 2023, menghadapi tekanan besar dalam menentukan arah baru tim nasional. Keputusan yang diambilnya akan membawa konsekuensi bukan hanya pada performa Portugal, tetapi juga pada dinamika emosional publik.
Ronaldo bukan sekadar pemain, ia simbol generasi, penggerak ekonomi, dan wajah global sepak bola Portugal. Meski Ronaldo terus mencetak gol, tanda-tanda perubahan tampak semakin jelas.
Ketidakhadiran Ronaldo di lapangan memberi ruang bagi pemain lain, dan Portugal menunjukkan mereka bisa tampil dominan tanpa sang bintang veteran. Situasi ini membuat pertanyaan tentang masa depan Ronaldo semakin relevan.
Skorsing Ronaldo dan Dampaknya pada Portugal

Keputusan apakah Ronaldo tetap berada dalam skuad semakin mendesak setelah sang pemain menerima kartu merah akibat insiden dengan Dara O’Shea.
Pelanggaran itu dapat berujung pada hukuman hingga kemungkinan tiga pertandingan. Ronaldo sudah absen sekali dan Portugal tetap tampil perkasa, memperlihatkan kemampuan kolektif tanpa bergantung pada satu nama besar.
Jika dibawa ke Piala Dunia, Ronaldo kemungkinan absen pada pertandingan pembuka grup, mungkin juga laga kedua. Absensi ini menciptakan ruang bagi kombinasi baru, sekaligus memberi tekanan pada Martinez untuk menilai efektivitas tim tanpa kapten legendaris tersebut.
Situasi ini mengingatkan pada kasus Wayne Rooney pada 2006, yang mendapatkan pengurangan hukuman meski melakukan tindakan kekerasan.
Meski begitu, Ronaldo kini berada pada fase karier yang berbeda. Ia memiliki pengaruh besar di dalam dan luar lapangan, membuat keputusan terkait dirinya jauh lebih kompleks.
Daya Tarik Komersial dan Pengaruh Ronaldo dalam Keputusan FIFA

Ronaldo bukan sekadar pemain bagi Portugal; ia aset global. Dengan lebih dari satu miliar pengikut di media sosial, kehadirannya di Piala Dunia bernilai besar bagi pemasaran turnamen. Organisasi seperti FIFA tentu memahami daya tarik ini dan berkepentingan menjaga minat audiens global.
Ronaldo menjadi wajah bagi drama panjang persaingannya dengan Lionel Messi. Televisi, sponsor, dan para pemegang hak siar menginginkan kelanjutan episode terakhir narasi tersebut.
Kehadirannya menambah nilai jual turnamen yang digelar di Amerika Utara, wilayah yang sedang digarap FIFA untuk ekspansi.
Namun, pada level permainan, pengaruh Ronaldo tidak lagi seperti dulu. Mobilitasnya menurun dan perannya kini lebih fokus pada penyelesaian di kotak penalti.
Meski tetap berbahaya di area itu, bek-bek terbaik dunia lebih mudah mengantisipasi pergerakannya. Faktor inilah yang membuat debat mengenai keberlanjutannya semakin wajar.
Kualitas Skuad Portugal dan Dilema Besar Martinez
Portugal memiliki kedalaman talenta yang luar biasa. Absennya Ronaldo saat menghadapi Armenia menjadi contoh bagaimana tim bisa tampil lebih bebas secara psikologis.
Dalam kemenangan 9-1 itu, Bruno Fernandes dan Joao Neves mencetak hattrick, sementara kontribusi lain datang dari Goncalo Ramos, Renato Veiga, dan Francisco Conceicao.
Namun paradoksnya, mengakhiri era Ronaldo bukan keputusan sederhana. Ia berdiri di atas figur legendaris seperti Eusebio dan telah berperan besar membawa Portugal ke panggung tertinggi.
Mengucapkan selamat tinggal pada sosok yang begitu berpengaruh membawa risiko politis dan emosional.
Keputusan terbaik seharusnya berlandas pada kebutuhan tim. Portugal memiliki lini tengah yang dipenuhi pemain bertalenta, Bernardo Silva, Joao Neves, Ruben Neves, Vitinha, Matheus Nunes, Bruno Fernandes, Rafael Leao, dan mereka terbukti mampu mengatasi tekanan tanpa Ronaldo.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Bukti Timnas Indonesia Sudah Naik Level Sepanjang 2025, Bukan Lagi Tim Hore
Tim Nasional 1 Januari 2026, 17:59
-
Liverpool vs Leeds: Peluang Menang The Reds Besar
Liga Inggris 1 Januari 2026, 16:33
-
Cristiano Ronaldo Siapkan 'Istana' Rp600 Miliar di Portugal untuk Masa Pensiun
Bolatainment 31 Desember 2025, 23:30
LATEST UPDATE
-
Sepi! Ruben Amorim Indikasikan MU Tidak Belanja Pemain Baru di Januari 2026
Liga Inggris 3 Januari 2026, 06:40
-
Ditinggal Zirkzee, MU Coba Bungkus Bomber Tajam Asal Prancis Ini?
Liga Inggris 3 Januari 2026, 06:20
-
Jadi Pemuncak Klasemen Serie A, Bos AC Milan Belum Mau Bicara Peluang Scudetto
Liga Italia 3 Januari 2026, 06:06
-
Massimiliano Allegri Akui AC Milan Sudah Payah Raih 3 Poin di Kandang Cagliari
Liga Italia 3 Januari 2026, 05:58
-
Jadi Pahlawan di Laga Cagliari vs Milan, Rafael Leao Pilih Merendah
Liga Italia 3 Januari 2026, 05:16
-
Man of the Match Cagliari vs Milan: Rafael Leao
Liga Italia 3 Januari 2026, 04:47
-
Hasil Cagliari vs Milan: Rossoneri Awali Tahun 2026 dengan Kedinginan di Puncak!
Liga Italia 3 Januari 2026, 04:40
-
Prediksi Espanyol vs Barcelona 4 Januari 2026
Liga Spanyol 3 Januari 2026, 03:00
LATEST EDITORIAL
-
3 Kandidat Pengganti Enzo Maresca di Chelsea
Editorial 1 Januari 2026, 13:40
-
5 Pemain Terbaik Real Madrid di 2025: Mbappe Memimpin
Editorial 31 Desember 2025, 15:58
-
6 Calon Suksesor Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 30 Desember 2025, 13:10
-
6 Pemain yang Bisa Tinggalkan Man United pada Jendela Transfer Januari 2026
Editorial 30 Desember 2025, 12:43



