Wah! Kalah Telak dari Atletico Buat Pemain Barcelona Ragukan Taktik Hansi Flick

Wah! Kalah Telak dari Atletico Buat Pemain Barcelona Ragukan Taktik Hansi Flick
Ekspresi kecewa Frenkie de Jong dan Pau Cubarsi setelah Julian Alvarez mencetak gol di laga Atletico Madrid vs Barcelona, 13 Februari 2026. (c) AP Photo/Manu Fernandez

Bola.net - Kekalahan telak Barcelona dari Atletico Madrid di ajang Copa del Rey meninggalkan dampak lebih dalam dari sekadar skor di papan hasil. Hasil 0-4 pada leg pertama semifinal memicu diskusi serius di internal tim mengenai pendekatan taktik yang diterapkan.

Hasil tersebut membuat tugas Barcelona kian berat menjelang leg kedua di Camp Nou pada Maret mendatang. Di balik dominasi domestik musim ini, kekalahan tersebut membuka ruang evaluasi menyeluruh di ruang ganti.

Sejumlah pemain Barcelona disebut telah menyampaikan pandangan mereka langsung kepada pelatih Hansi Flick. Mereka meminta adanya penyesuaian sistem demi menghadapi laga-laga krusial ke depan.

Kekalahan Telak Picu Evaluasi Internal

Kekalahan Telak Picu Evaluasi Internal

Kekecewaan Dani Olmo usai gawang timnya kebobolan dalam laga Atletico Madrid vs Barcelona di leg pertama semifinal Copa del Rey 2025/2026, Jumat (13/2/2026). (c) AP Photo/Manu Fernandez

Barcelona sejatinya menjalani musim yang solid di bawah arahan Hansi Flick. Mereka memimpin klasemen La Liga, lolos ke fase gugur Liga Champions, dan menjuarai Piala Super Spanyol usai mengalahkan Real Madrid pada Januari.

Namun, performa tersebut runtuh saat menghadapi Atletico Madrid di Copa del Rey. Tim asuhan Diego Simeone mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Barcelona dan tampil tanpa ampun.

Malam sulit itu semakin berat setelah gol Pau Cubarsi dianulir akibat offside setelah penundaan VAR selama delapan menit, serta kartu merah Eric Garcia yang membuat Barcelona menyelesaikan laga dengan 10 pemain.

Pemain Soroti High Line dan Kondisi Tim

Menurut laporan The Athletic, sesi latihan keesokan harinya diwarnai evaluasi terbuka. Flick mempertanyakan mentalitas dan intensitas pemain, namun kritik juga diarahkan kepada pendekatan sang pelatih.

Para pemain menyampaikan bahwa penggunaan garis pertahanan tinggi “bukan gagasan terbaik karena kondisi tidak mendukung”. Mereka menilai gaya tersebut sulit diterapkan tanpa kehadiran pemain kunci seperti Raphinha dan Pedri, yang absen karena cedera.

Meski tidak ingin meninggalkan filosofi Flick sepenuhnya, para pemain meminta pragmatisme yang lebih besar dalam laga-laga tertentu. Mereka juga menginginkan adaptasi yang lebih baik terhadap komposisi pemain yang tersedia.

Kemarahan atas VAR dan Fokus ke Laga Berikutnya

Barcelona juga disebut sangat kecewa dengan keputusan VAR yang menganulir gol Cubarsi. Gol tersebut berpotensi mengubah momentum laga menjadi 4-1 dan memberi harapan untuk bangkit.

Gelandang Frenkie de Jong meluapkan kekesalannya secara terbuka. “Dalam foto offside, Anda bahkan tidak bisa melihat sentuhan bola saat Fermin menembak."

"Lalu muncul gambar lain yang jelas menunjukkan bek berjarak satu meter di belakang Lewandowski. Ini sangat aneh, ini sebuah skandal,” ujarnya.

Leg kedua baru akan digelar pada 3 Maret, memberi Flick waktu untuk memulihkan pemain cedera. Sebelum itu, Barcelona dituntut merespons situasi ini saat melanjutkan perburuan gelar La Liga dengan bertandang ke markas Girona.