Tewasnya Bos Kartel Meksiko Picu Masalah Keamanan, Piala Dunia 2026 Terancam?

Richard Andreas | 23 Februari 2026 17:17
Tewasnya Bos Kartel Meksiko Picu Masalah Keamanan, Piala Dunia 2026 Terancam?
Trofi Piala Dunia dipajang saat drawing Piala Dunia 2026 di Kennedy Center di Washington, 5 Desember 2025 (c) Dan Mullan/Pool Photo via AP

Bola.net - Piala Dunia 2026 menghadapi gejolak baru setelah kekerasan kartel pecah di Meksiko. Situasi ini mendorong pemerintah berbagai negara di dunia mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke negara yang menjadi salah satu tuan rumah turnamen tersebut.

Jutaan penggemar dari seluruh dunia dijadwalkan datang ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada untuk ajang paling besar dalam dunia sepak bola, Piala Dunia 2026. Meksiko sendiri akan menggelar 13 pertandingan di tiga kota, termasuk laga pembuka di Mexico City pada 11 Juni 2026.

Advertisement

Namun, hanya beberapa bulan jelang kick-off, ketegangan keamanan kembali mencuat. Insiden mematikan yang melibatkan tokoh utama kartel narkoba memicu kekhawatiran baru terhadap kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah.

1 dari 3 halaman

Kekerasan Kartel dan Imbauan Kanada

Kekacauan terjadi pada Minggu 22 Februari 2026 setelah Nemesio Ruben Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan El Mencho, tewas. Pasukan Militer Meksiko memasuki kota Tapalpa dan menewaskan pemimpin kartel tersebut, menurut pejabat tinggi yang dikutip media lokal.

Oseguera Cervantes merupakan kepala Kartel Jalisco New Generation, salah satu kartel narkoba paling kuat di Meksiko. Kelompok ini memiliki peran besar dalam perdagangan metamfetamin dan fentanil ke Amerika Serikat.

Kematian El Mencho memicu aksi balasan yang brutal dari kalangan kartel. Jalan-jalan ditutup, mobil-mobil dibakar, dan kekacauan pecah di berbagai sudut kota.

2 dari 3 halaman

Bayang-bayang Jelang Laga Pembuka

Kasus kekerasan ini terjadi kurang dari 100 hari sebelum Mexico City menjadi tuan rumah laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan. Waktu yang semakin dekat membuat situasi ini terasa semakin genting.

Turnamen kali ini akan menjadi Piala Dunia terbesar dalam sejarah. Sebanyak 48 tim akan bertanding dalam 104 laga yang digelar dari 11 Juni hingga 19 Juli.

Sejak awal, turnamen ini sudah dibayangi sejumlah isu, mulai dari harga tiket, visa penonton, larangan perjalanan, hingga penegakan imigrasi. Kasus kartel di Meksiko kini menambah daftar kekhawatiran yang ada.

3 dari 3 halaman

Sikap FIFA dan Tekanan Politik

Hingga saat ini, belum ada indikasi resmi dari FIFA bahwa lokasi pertandingan akan ditinjau ulang. Otoritas Meksiko juga belum mengumumkan perubahan apa pun terkait persiapan turnamen.

Di Amerika Serikat, laporan menyebut pemerintahan Trump meningkatkan tekanan terhadap Meksiko untuk memperkeras upaya melawan kartel narkoba. Reuters melaporkan satuan tugas AS membantu pelacakan pemimpin kartel, meski ditegaskan operasi penindakan dilakukan oleh pasukan Meksiko.

Untuk sementara, persiapan World Cup 2026 masih berjalan sesuai rencana. Namun, gangguan akhir pekan ini menambahkan lapisan ketidakpastian baru terhadap peran Meksiko dalam salah satu ajang olahraga terbesar di dunia.

Dikabarkan pula bahwa sebagian penggemar sudah mengajukan refund alias pengembalian dana untuk tiket pertandingan di Meksiko, meski hingga kini belum ada klarifikasi resmi.