Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia

Ricuh Kartel, Presiden FIFA Jamin Meksiko Aman Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat proses undian playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Zurich, Swiss, Kamis, 20 November 2025. (c) Claudio Thoma/Keystone via AP

Bola.net - Isu keamanan kembali membayangi penyelenggaraan Piala Dunia setelah Meksiko diguncang gelombang kekerasan menyusul tewasnya pemimpin kartel narkoba. Peristiwa tersebut memicu perhatian internasional karena Meksiko akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen.

Di tengah sorotan global, Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya angkat bicara. Ia menyampaikan pandangannya mengenai situasi terkini dan dampaknya terhadap rencana Piala Dunia.

Pernyataan Infantino menjadi respons resmi pertama dari pimpinan FIFA sejak kekerasan pecah di sejumlah wilayah, termasuk kota tuan rumah Guadalajara.

Keyakinan FIFA di Tengah Kekerasan

Keyakinan FIFA di Tengah Kekerasan

Seorang tentara berjaga di dekat kendaraan yang hangus terbakar di Cointzio, negara bagian Michoacan, Mexico, Minggu (22/2/2026), menyusul kematian El Mencho (c) AP Photo/Armando Solis

Gianni Infantino mengatakan dirinya merasa sangat tenang dengan situasi di Meksiko. Pernyataan itu disampaikannya kepada AFP di kota Barranquilla, Kolombia.

“Sangat meyakinkan, semuanya baik-baik saja. Ini akan menjadi sesuatu yang spektakuler,” ujar Infantino.

Komentar tersebut muncul dua hari setelah anggota kartel melakukan aksi kekerasan menyusul tewasnya Nemesio El Mencho Oseguera. Insiden itu turut berdampak ke Guadalajara, salah satu kota penyelenggara Piala Dunia.

Meksiko sendiri akan menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada untuk Piala Dunia yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli.

Situasi Keamanan dan Respons Beragam

Situasi Keamanan dan Respons Beragam

Kendaraan hangus terbakar terparkir di depan supermarket yang rusak di Guadalajara, Mexico, Minggu (22/2/2026), setelah kematian El Mencho (c) AP Photo/Alejandra Leyva

Kekerasan yang terjadi mengguncang Meksiko, khususnya negara bagian Jalisco. Operasi penangkapan pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru memicu bentrokan lanjutan dengan aparat keamanan.

Sedikitnya 74 orang dilaporkan tewas dalam operasi dan bentrokan tersebut. Pemerintah menyebut hanya satu korban berasal dari warga sipil, meski warga dan wisatawan dilaporkan sempat berlarian mencari perlindungan.

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola Portugal menyatakan masih memantau situasi sebelum memutuskan laga uji coba timnas mereka di Meksiko City. Federasi itu menegaskan keselamatan pemain dan pendukung sebagai prioritas utama.

Jaminan Pemerintah dan Agenda Piala Dunia

Pelatih timnas Meksiko Javier Aguirre menunjukkan sikap lebih optimistis. Ia menyebut seluruh rencana tetap berjalan sesuai jadwal.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga menegaskan tidak ada risiko bagi penggemar Piala Dunia. Ia mengatakan kondisi keamanan secara bertahap mulai kembali normal.

Guadalajara dijadwalkan menjadi tuan rumah empat laga fase grup. Selain itu, kota tersebut akan menggelar pertandingan playoff penentuan dua tiket terakhir Piala Dunia bersama Monterrey.

Gubernur Jalisco Pablo Lemus menepis kemungkinan Guadalajara dicoret sebagai tuan rumah. Ia menyatakan tidak ada risiko perubahan susunan kota penyelenggara.

Perhatian kini tertuju ke Queretaro, tempat Meksiko akan menghadapi Islandia dalam laga persahabatan. Sebelumnya, satu pertandingan liga domestik di wilayah itu sempat ditangguhkan akibat situasi keamanan.