Thomas Tuchel Jauhkan Inggris dari Label Favorit Juara Piala Dunia 2026

Gia Yuda Pradana | 10 Juni 2026 14:12
Thomas Tuchel Jauhkan Inggris dari Label Favorit Juara Piala Dunia 2026
Selebrasi Harry Kane bersama skuad Timnas Inggris dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 versus Albania, Senin (17/11/2025). (c) AP Photo/Vlasov Sulaj

Bola.net - Timnas Inggris datang ke Piala Dunia 2026 dengan status salah satu penantang kuat gelar juara. Namun, pelatih Thomas Tuchel menegaskan bahwa Inggris belum layak ditempatkan sebagai favorit utama turnamen.

Pernyataan itu terus ia ulang sejak skuad Inggris menjalani pemusatan latihan di Amerika Serikat. Tuchel memilih menjaga ekspektasi agar para pemain tetap fokus pada proses yang harus dijalani.

Advertisement

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari misi yang telah ia canangkan sejak pertama kali menangani Inggris pada Maret 2025. Tuchel ingin tim bermain dengan semangat meraih kemenangan, bukan dibayangi rasa takut mengalami kegagalan.

1 dari 5 halaman

Tuchel Tolak Label Favorit

Tuchel Tolak Label Favorit

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, bertepuk tangan saat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup K melawan Albania, Minggu (16/11/2025). (c) AP Photo/Vlasov Sulaj

Dalam beberapa kesempatan, Tuchel mendapat pertanyaan mengenai peluang Inggris menjuarai Piala Dunia 2026. Ia selalu merespons dengan nada yang sama dan menolak menempatkan timnya sebagai unggulan utama.

Bahkan ketika berbicara dengan jurnalis dari Portugal, Brasil, dan Spanyol, Tuchel justru menilai negara-negara tersebut memiliki kapasitas besar untuk menjadi juara. Menurutnya, Inggris berada dalam kelompok penantang yang ingin melangkah hingga akhir turnamen.

2 dari 5 halaman

Fokus pada Proses dan Kerja Keras

Fokus pada Proses dan Kerja Keras

Gelandang Selandia Baru Marko Stamenic (8) menjatuhkan penyerang Inggris Marcus Rashford (11) pada laga persahabatan Inggris vs Selandia Baru di Tampa, Florida, Sabtu, 6 Juni 2026 (c) AP Photo/Chris OMeara

Tuchel menilai keberhasilan di Piala Dunia tidak hanya ditentukan kualitas tim. Faktor keberuntungan juga memiliki peran penting dalam perjalanan menuju gelar juara.

Oleh karena itu, ia tidak ingin para pemain terlalu jauh memikirkan trofi ketika turnamen belum dimulai. Sang pelatih lebih menekankan kerja keras, dedikasi, dan fokus pada setiap tahapan pertandingan.

3 dari 5 halaman

Suasana Santai di Kamp Inggris

Suasana Santai di Kamp Inggris

Timnas Inggris. (c) Ist

Selama berada di Amerika Serikat, para pemain mendapat kebebasan yang cukup besar. Keluarga dan teman dekat diundang ke markas tim untuk menghadiri acara barbeku bersama.

Para pemain juga memiliki waktu luang untuk berlibur dan mengunjungi berbagai tempat di Miami. Bek Inggris, Marc Guehi, bahkan mengaku sempat bersantai di pantai serta bertemu keluarga di kedai kopi setempat.

4 dari 5 halaman

Kepercayaan Penuh kepada Pemain

Kepercayaan Penuh kepada Pemain

Starting XI Timnas Inggris pada laga uji coba melawan Selandia Baru jelang Piala Dunia 2026, 7 Juni 2026 lalu. (c) AP Photo/Chris OMeara

Pendekatan Tuchel terbilang berbeda dibanding persiapan turnamen besar yang pernah dijalani Inggris sebelumnya. Para pemain memperoleh ruang lebih luas untuk mengatur aktivitas pribadi mereka.

Meski demikian, kebebasan tersebut tetap berada dalam pengawasan staf pelatih. Para pemain memahami bahwa sikap dan perilaku mereka dapat memengaruhi peluang tampil di Piala Dunia.

5 dari 5 halaman

Menghilangkan Tekanan Sebelum Turnamen

Menghilangkan Tekanan Sebelum Turnamen

Penyerang Timnas Inggris Harry Kane (kanan) merayakan gol bersama John Stones dan Jordan Henderson pada laga persahabatan Inggris vs Selandia Baru di Tampa, Florida, Sabtu, 6 Juni 2026 (c) AP Photo/Chris OMeara

Tuchel percaya tekanan akan datang secara alami ketika kompetisi semakin dekat. Oleh sebab itu, ia berusaha mengurangi beban psikologis pemain sebelum pertandingan pertama dimainkan.

Pelatih asal Jerman itu tidak ingin menanamkan rasa takut dalam skuadnya. Dengan alasan tersebut, istilah "penantang" akan terus digunakan sepanjang turnamen, sementara label favorit sengaja dijauhkan dari Inggris.

Bagi Tuchel, peluang Inggris meraih gelar tetap terbuka lebar. Namun, jalan menuju trofi hanya bisa ditempuh melalui kerja keras, ketenangan, dan fokus penuh pada setiap langkah yang ada di depan mata.

Sumber: Sky Sports