Thomas Tuchel Panik? Melatih Timnas Inggris Tak Semudah yang Disangka
Richard Andreas | 19 Juni 2025 03:16
Bola.net - Thomas Tuchel kini merasakan tekanan besar setelah memulai kiprahnya sebagai pelatih baru timnas Inggris dengan awal yang kurang meyakinkan. Dua pertandingan terakhir menimbulkan banyak pertanyaan, meski posisi The Three Lions di klasemen masih aman.
Kemenangan tipis 1-0 atas Andorra dan kekalahan 1-3 dari Senegal menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari legenda sepak bola Inggris, Paul Gascoigne. Ia turut berkomentar tentang performa dan kondisi psikologis Tuchel.
Gascoigne, yang dikenal atas penampilannya bersama Inggris di Piala Dunia 1990, mempertanyakan kemampuan Tuchel membangun suasana solid di ruang ganti. Ini mengingat Tuchel adalah pelatih asing pertama dari Jerman yang menangani tim nasional.
Gascoigne Nilai Tuchel Panik dan Tidak Percaya Diri
Dalam wawancaranya dengan GOAL atas nama Esports Insider, Gascoigne tidak sungkan mengkritik penampilan Tuchel di pinggir lapangan. Menurutnya, mantan pelatih Chelsea itu tampak tidak tenang dan terlihat "seperti orang yang ketakutan" usai kekalahan dari Senegal.
“Ini bukan awal yang bagus dan kalau saya jadi dia, saya akan panik,” kata Gascoigne. Ia menambahkan bahwa atmosfer di ruang ganti Inggris mungkin tidak sebaik yang dibayangkan, terutama dengan keberadaan pelatih asing.
Gascoigne membandingkan pengalaman pribadinya dengan dua manajer lokal, Terry Venables dan Bobby Robson. Menurutnya, kedua manajer tersebut mampu menciptakan suasana positif di dalam tim. “Untungnya saya dulu punya dua pelatih Inggris hebat,” ujarnya.
Pernyataan Gascoigne memunculkan pertanyaan besar. Apakah gaya komunikasi dan kepemimpinan Tuchel cocok untuk kultur sepak bola Inggris, terutama di level tim nasional?
Kritik Muncul di Tengah Hasil yang Masih Aman
Meskipun menjadi sorotan, posisi Inggris di puncak klasemen kualifikasi Piala Dunia belum berubah. Namun, performa dalam dua laga terakhir menjadi indikasi. Pembenahan mendalam dibutuhkan sebelum turnamen besar tahun depan.
Kemenangan atas Andorra diraih dengan susah payah, sementara kekalahan dari Senegal menyoroti lemahnya lini pertahanan. Selain itu, kurangnya kreativitas di lini tengah juga terlihat. Semua ini terjadi di bawah kepemimpinan Tuchel yang baru menjabat beberapa bulan.
Dengan tingginya ekspektasi publik Inggris, hasil-hasil ini menambah berat tekanan pada Tuchel. Apalagi, sejarah menunjukkan bahwa pelatih asing di kursi manajer Inggris sering menghadapi tantangan. Ini terutama dalam mendapatkan kepercayaan penuh dari pemain dan suporter.
Tuchel Dituntut Bangkit dalam Laga-Laga Berikutnya
Kesempatan bagi Tuchel untuk memperbaiki keadaan masih terbuka lebar. Inggris akan kembali beraksi pada September mendatang dalam lanjutan kualifikasi menghadapi Andorra dan Serbia. Kedua laga tersebut akan menjadi penentu arah kepemimpinan Tuchel ke depan.
Publik tentu berharap Inggris dapat menunjukkan permainan yang lebih meyakinkan. Ini tidak hanya dari segi hasil, tetapi juga dari penampilan tim secara keseluruhan, baik taktik maupun semangat juang di lapangan.
Bagi Tuchel, dua laga tersebut akan menjadi ujian karakter yang sesungguhnya. Ia harus menunjukkan kemampuannya mengelola tekanan, memimpin ruang ganti dengan efektif, dan membawa Inggris kembali tampil dominan sesuai harapan banyak pihak.
Jangan sampai ketinggalan infonya
Chelsea di Piala Dunia Antarklub 2025: Warisan Tuchel, Tantangan Maresca, dan Misi Keuangan!
Ujian Berat Thomas Tuchel: Selamatkan Timnas Inggris dalam 14 Laga Menuju Piala Dunia?
Inggris Kalah, Tuchel Dikritik Gara-gara Perlakuan pada Ivan Toney
Kegetiran Timnas Inggris: Dipermalukan Senegal, Fans Teriak Thomas Tuchel Out
7 Pemain Inggris yang Belum Membuktikan Diri di Bawah Thomas Tuchel
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 06:21
-
Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:55
-
Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
Piala Dunia 27 Oktober 2026, 05:45
-
Harry Kane Ukir Sejarah di Wembley, Sang Kapten Tak Mau Berhenti
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 07:15
-
Jude Bellingham Sebut Harry Kane Pemain Terbaik Inggris Sepanjang Masa
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 06:40
LATEST UPDATE
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

