5 Alasan Spanyol Bakal Gagal Total di Euro 2020
Serafin Unus Pasi | 9 Juni 2021 19:31
Bola.net - Euro 2020 akan segera digulirkan dalam hitungan hari. Beberapa negara sudah mulai dijagokan bakal menjadi juara Euro 2020, salah satunya adalah Spanyol.
Sebagai pemilik tiga trofi Euro sepanjang sejarah, Spanyol memang selalu diperhitungkan di setiap gelaran antar negara Eropa ini. Karena dari tahun ke tahun, Spanyol punya deretan pemain kelas dunia dan kerap melaju jauh di turnamen itu.
Di edisi Euro 2020 ini, Luis Enrique akan mendapatkan ujian perdananya sebagai manajer La Furia Roja. Ia dituntut untuk bisa membawa Spanyol melaju jauh di turnamen ini, dengan harapan Spanyol bisa membawa pulang Trofi Euro lagi setelah terakhir kali mereka memenangkan Euro di tahun 2012 silam.
Namun jika melihat perkembangan mereka hingga hari ini, rasa-rasanya bakal sulit bagi Spanyol untuk memenangkan turnamen ini. Alih-alih, Spanyol berpotensi gagal total di turnamen ini.
Mengapa demikian? Simak ulasan kami berikut ini.
Skuat Tidak Berpengalaman
Alasan pertama mengapa Spanyol bakal gagal total di Euro 2020 ini karena skuat ini minim pengalaman di turnamen antar negara.
Enrique memang membuat banyak pemain-pemain baru di skuat La Furia Roja. Cukup banyak yang belum menembus 10 caps di Timnas Spanyol.
Dari 26 nama itu, hanya ada Alvaro morata, Thiago Alcantara, Sergo Busquets, Jordi Alba, Cesar Azpilicueta dan David De Gea yang pernah bermain di turnamen sekelas Euro atau Piala Dunia.
Ini bisa jadi masalah tersendiri, karena turnamen sekelas Euro punya tekanan yang besar, sehingga satu momen bisa mengubah jalannya pertandingan. Pemain-pemain yang belum punya pengalaman biasanya susah keluar dari tekanan dan susah menjadi pembeda saat timnya dibutuhkan. Sehingga aspek ini terlihat bakal sangat merugikan Spanyol.
Tidak Punya Sosok Pemimpin
Masih berkaitan dengan aspek pertama, aspek kedua yang berpotensi membuat Spanyol gagal total di Euro 2020 adalah minimnnya sosok pemimpin.
Seperti yang kita tahu, kapten Spanyol, Sergio Ramos tidak dipanggil Enrique ke Euro 2020. Gerard Pique yang biasanya menggantikan peran Ramos juga absen.
Sergio Busquets yang ditunjuk jadi Kapten malah terkena COVID-19. Tanpa kehadiran sosok pemimpin yang tegas dan berpengalaman, ini bakal membuat Spanyol bisa kehilangan arah di Euro 2020 nanti.
Susah Menang Lawan Tim-tim besar
Alasan ketiga mengapa Spanyol bakal gagal total di Euro 2020 karena mereka punya catatan yang buruk saat melawan Tim-tim besar Eropa.
Terakhir kali mereka menang melawan negara besar adalah saat mengalahkan Jerman di UEFA Nations League. Selebihnya mereka sulit sekali menang melawan tim-tim besar.
Mereka bahkan sering hanya mampu menang tipis melawan tim-tim kecil, dan mengingat mereka tergabung di grup yang berisi tim-tim kuda hitam macam Polandia, Slovakia dan Swedia, maka untuk lolos ke fase gugur saja Spanyol harus bekerja ekstra keras jika melihat catatan perjalanan mereka sejauh ini.
Kiper dan Pertahanan Tidak Meyakinkan
Aspek keempat yang membuat Spanyol bakal menderita dan gagal total di Euro 2020 karena lini pertahanan dan kiper mereka yang sangat meragukan.
Dari sisi kiper, mereka mungkin akan mempercayakan David De Gea sebagai kiper utama mereka. Kita tahu De Gea performanya musim ini tergolong buruk, karena ia kerap bikin blunder. Belum lagi sang kiper tidak punya kemampuan yang bagus saat adu penalti.
Lalu kita lihat lini pertahanan Spanyol. Enrique memanggil Aymeric Laporte dan Eric Garcia yang musim ini jarang dimainkan di Manchester City. Sementara Pau Torres dan Diego Llorente belum berpengalaman di turnamen besar. Jadi kans gawang Spanyol diobok-obok oleh para penyerang lawan sangat besar.
COVID-19
Alasan lain yang berpotensi jadi penyebab Spanyol gagal total di Euro 2020 karena COVID-19.
Seperti yang sudah diketahui, dua pemain Spanyol sudah positif COVID-19. Mereka adalah Diego Llorente dan Sergio Busquets. Jumlah ini berpotensi bertambah karena kedua pemain memiliki kontak erat dengan pemain lain.
Kehilangan Busquets dan Llorente selama kurang lebih sepekan sudah jadi kerugian luar biasa bagi Spanyol. Karena mereka kehilangan sosok pemimpin dan juga kehilangan seorang bek tengah dengan jam terbang yang tinggi.
Jika ada pemain kunci lain yang terkena COVID-19, maka nasib Spanyol di Euro 2020 ini bakal nestapa sekali.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asunya Ogah Gabung MU!
Liga Inggris 7 Juni 2026, 07:30
-
Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
Piala Dunia 7 Juni 2026, 07:26
-
Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
Tim Nasional 7 Juni 2026, 07:00
-
Lewis Hall Mahal, MU Kejar Bek Lincah Barcelona Ini
Liga Inggris 7 Juni 2026, 06:00
-
Bintang Everton Ini Tolak Kontrak Baru Demi Gabung MU
Liga Inggris 7 Juni 2026, 05:40
-
Wonderkid MU Ini Kaget Tiba-tiba Diminta Main di Piala Dunia 2026!
Piala Dunia 7 Juni 2026, 05:20
-
Anthony Martial Tinggalkan Klubnya Setelah Hanya 20 Laga
Bola Dunia Lainnya 7 Juni 2026, 04:55
-
Target Manchester United Berikutnya: Sandro Tonali
Liga Inggris 7 Juni 2026, 04:16
-
Prediksi Prancis vs Irlandia Utara 9 Juni 2026
Piala Dunia 7 Juni 2026, 03:54
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47









