Cristiano Ronaldo Akhiri Karier Internasional dengan Cara Mengecewakan, tetapi Pernah Jadi Kekuatan Besar Portugal

Aga Deta | 5 November 2026 22:24
Cristiano Ronaldo Akhiri Karier Internasional dengan Cara Mengecewakan, tetapi Pernah Jadi Kekuatan Besar Portugal
Pemain Portugal, Cristiano Ronaldo beraksi dalam pertandingan melawan Uzbekistan di Piala Dunia 2026, Rabu (24/6/2026). (c) AP Photo/Eric Gay

Bola.net - Cristiano Ronaldo akhirnya mengakhiri perjalanan panjangnya bersama Timnas Portugal. Namun, keputusan tersebut datang setelah periode akhir karier internasional yang jauh dari kata ideal dan diwarnai kritik terhadap performanya.

Pada masa-masa terakhirnya, Ronaldo dianggap lebih banyak membebani tim asuhan Portugal daripada memberikan kontribusi. Usianya yang sudah 41 tahun serta penurunan kemampuan fisik membuat keberadaannya di lapangan mulai dipertanyakan.

Advertisement

Perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus kemudian menjadi pemicu keputusan Ronaldo meninggalkan tim nasional. Hubungan keduanya memanas setelah Jesus mulai membatasi menit bermain sang penyerang dalam rangkaian pertandingan UEFA Nations League bulan lalu.

Cara Ronaldo mengakhiri karier internasionalnya memang tidak seindah pencapaian yang pernah diraih bersama Portugal. Meski demikian, perjalanan panjangnya tetap menyimpan banyak prestasi dan kontribusi besar yang layak dikenang, terutama ketika berada di puncak performa.

1 dari 4 halaman

Akhir Karier Internasional Ronaldo Diwarnai Konflik

Akhir Karier Internasional Ronaldo Diwarnai Konflik

Pemain Portugal Cristiano Ronaldo bertepuk tangan saat meninggalkan lapangan setelah digantikan dalam pertandingan UEFA Nations League kontra Wales, Kamis (24/9/2026). (c) AP Photo/Armando Franca

Keputusan Ronaldo pensiun dari Timnas Portugal tidak terlepas dari perselisihannya dengan Jorge Jesus. Pelatih yang menggantikan Roberto Martinez tersebut mulai mengatur menit bermain Ronaldo dalam pertandingan UEFA Nations League bulan lalu.

Situasi semakin memanas hingga Ronaldo memilih meninggalkan pemusatan latihan Portugal menggunakan jet pribadi sebagai bentuk protes. Ia kemudian menerima hukuman larangan bermain selama 30 hari serta denda dengan nominal yang tidak disebutkan secara rinci.

Pengumuman pensiun Ronaldo datang hanya sehari sebelum Jesus dijadwalkan mengumumkan daftar pemain Portugal untuk pertandingan berikutnya. Situasi tersebut membuat akhir perjalanan internasional sang kapten terasa kurang pantas dibandingkan pencapaian yang pernah ia berikan.

Pada periode terakhirnya, Ronaldo juga mendapat kritik karena dianggap menghambat perkembangan permainan Portugal. Berbeda dengan Lionel Messi yang mendapat banyak penghormatan ketika meninggalkan tim nasional Argentina, Ronaldo justru mengakhiri perjalanannya dengan berbagai ejekan dan kritik.

2 dari 4 halaman

Rekor Gol dan Penampilan Ronaldo Sulit Dipecahkan

Rekor Gol dan Penampilan Ronaldo Sulit Dipecahkan

Cristiano Ronaldo mengangkat trofi Euro 2026 setelah Portugal mengalahkan Prancis dalam pertandingan final di Stade de France, Saint-Denis, Paris, Minggu (10/7/2016). (c) AP Photo/Martin Meissner

Terlepas dari akhir karier yang mengecewakan, kontribusi Ronaldo untuk Portugal tidak bisa diabaikan. Ia menjadi salah satu tokoh utama keberhasilan Portugal menjuarai Euro 2016, termasuk ketika tetap memberikan arahan kepada rekan-rekannya dari pinggir lapangan setelah mengalami cedera pada final melawan Prancis.

Ronaldo juga mengukir rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah sepak bola internasional dengan koleksi 146 gol. Gol pertamanya untuk Portugal dan gol terakhirnya terpaut hingga 22 tahun, memperlihatkan betapa panjang perjalanan kariernya bersama tim nasional.

Messi berada di posisi kedua dalam daftar pencetak gol internasional dengan selisih 20 gol dari Ronaldo. Sementara itu, pemain aktif lain seperti Romelu Lukaku, Robert Lewandowski, dan Harry Kane belum menembus angka 100 gol.

Selain rekor gol, Ronaldo juga memegang catatan penampilan terbanyak bersama tim nasional dengan 234 pertandingan. Messi berada di posisi kedua dengan 208 penampilan, sedangkan Luka Modric dan Hassan Al-Haydos masih terpaut cukup jauh.

3 dari 4 halaman

Puncak Performa Ronaldo Menjadi Bagian Terbaik Kariernya

Puncak Performa Ronaldo Menjadi Bagian Terbaik Kariernya

Cristiano Ronaldo di tengah-tengah laga Portugal vs Spanyol, 16 Besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7/2026) (c) AP Photo/Gareth Patterson

Penurunan performa Ronaldo mulai terlihat pada Piala Dunia 2022 di Qatar ketika ia hanya mencetak satu gol dan kehilangan tempat utama di bawah asuhan Fernando Santos. Goncalo Ramos kemudian tampil menggantikannya dan mencetak hattrick saat Portugal menghadapi Swiss.

Ronaldo tetap melanjutkan karier internasional bersama pelatih baru, Roberto Martinez, dan tampil di Euro 2024. Namun, ia gagal mencetak satu gol pun sepanjang turnamen tersebut, meskipun masih mendapat kepercayaan untuk bermain.

Pada Piala Dunia tahun ini, Ronaldo kembali menjadi bagian dari skuad Portugal meski performanya sudah tidak seperti dahulu. Ia sempat menyatakan kembali ke performa terbaik setelah mencetak dua gol melawan Uzbekistan, tetapi penampilannya secara keseluruhan tetap mendapat kritik.

Padahal, Ronaldo pernah menjadi salah satu pemain paling dominan di dunia pada periode 2004 hingga 2018. Kecepatan, kekuatan fisik, kemampuan melewati lawan, lompatan luar biasa, penyelesaian akhir, serta tendangan bebas membuatnya menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.

4 dari 4 halaman

Ronaldo Mengangkat Status Portugal di Sepak Bola Dunia

Ronaldo Mengangkat Status Portugal di Sepak Bola Dunia

Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo saat lawan DR Kongo di Piala Dunia 2026, 18 Juni 2026 lalu di Houston. (c) AP Photo/Karen Warren

Sebelum Ronaldo menjalani debut pada 2003, Portugal baru tiga kali lolos ke Piala Dunia dan tiga kali tampil di Piala Eropa. Namun, sejak kehadirannya, Portugal selalu berhasil lolos ke putaran final kedua kompetisi tersebut, masing-masing enam kali.

Ronaldo juga berperan besar dalam perjalanan Portugal di berbagai turnamen internasional. Euro 2016 menjadi contoh paling jelas karena kontribusinya pada babak-babak sebelumnya membantu Portugal melangkah hingga menjadi juara, meskipun ia tidak bisa menyelesaikan pertandingan final akibat cedera.

Kini, Portugal memiliki kedalaman skuad yang jauh lebih baik dengan sejumlah pemain berkualitas. Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Joao Neves, Pedro Neto, Vitinha, dan Nuno Mendes menjadi bagian penting dari generasi baru yang membuat Portugal tetap kompetitif.

Portugal tidak lagi membutuhkan Ronaldo seperti pada masa kejayaannya, terutama ketika sang penyerang sudah memasuki usia senja. Jika masih memiliki Ronaldo dalam performa terbaiknya, Portugal mungkin akan menjadi salah satu favorit juara Piala Dunia, tetapi kondisi tersebut sudah berbeda.

Jorge Jesus dinilai tepat mulai mempersiapkan Portugal tanpa Ronaldo karena kemampuan sang pemain tidak lagi seperti dahulu. Sayangnya, Ronaldo membutuhkan waktu cukup lama untuk menerima bahwa masa terbaiknya bersama tim nasional telah berlalu.

Sumber: ESPN

LATEST UPDATE